Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Pria & Wanita Menyebalkan


__ADS_3

Dirga menghempaskan tangannya yang ditarik oleh Arkan.


"Apa sih tarik-tarik?" kesal Dirga.


"Kamu gila apa bertengkar sama ibu-ibu? Dicakar baru tau rasa"


"Dia juga kelihatannya masih muda kok. Mana ada berani nyakar"


"Kamu aja yang nggak tau. Malahan ibu-ibu muda itu lebih ganas daripada yang tua. Udah deh nggak usah ribut lagi. Mending tunggu aja di mobil sana, biar nanti aku yang bayar"


"Ya udah ambil nih"


Dirga menyerahkan belanjaan kepada Arkan dan langsung menuju ke dalam mobil.


Ya, sedikit perkenalan untuk kedua pria ini. Dirga dan Arkan merupakan seorang chef yang mempunyai bisnis kuliner bersama di sebuah restoran.


Restoran mereka memang sudah sangat terkenal di kota itu. Keahlian memasak mereka yang sangat handal dan wajah mereka yang tampan, tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan-pelanggan yang hadir di restoran mereka. Maka dari itu, hampir 80% semua pelanggan mereka adalah wanita.


Mereka dikenal dengan sikap baik, sopan dan ramah kecuali untuk hari ini, dimana Dirga harus merasa kesal karena dituduh menculik anak dari seorang wanita muda yang menyebalkan, begitu pikirnya.


Saat Arkan sedang membayar belanjaannya di kasir, ia melihat Kayla dan juga seorang wanita yang tidak dikenalinya sedang mengantri tepat di belakangnya.


"Eh Mbak. Apa kabar Mbak? Hehehe" ucap Arkan cengengesan kepada Kayla.


"Oh kamu yang tadi itu kan. Mana tuh teman kamu yang nyebelin? Lari ya?" tanya Kayla.


"Iya. Lari ke mobil dia. Kayaknya dia takut" jawab Arkan.


"Dih, cupu banget dia" ejek Kayla.


Kiara yang merasa bingung melihat kakaknya sedang bercerita dengan seorang pria, akhirnya berbisik untuk menanyakannya.


"Kak, siapa dia?"


"Temannya orang yang nyebelin"


"Maksudnya?" tanya Kiara bingung.


"Nanti Kakak cerita kalau udah sampai di rumah" kata Kayla.


"Oh oke"


Kayla dan Kiara menunggu sangat lama dalam antrian karena belanjaan Arkan ternyata sangat banyak.


"Duh lama banget deh. Mas nya borong semua isi supermarket ya?" tanya Kiara, mulai merasa kesal.


"Sebentar lagi selesai kok. Sabar dong Mbak" ucap Arkan.


"Cepetan dong. Anak aku dan Kakak aku nanti rewel gara-gara Masnya kelamaan"


"Iya sabar dong Mbak. Ini udah barang terakhir nih" tunjuk Arkan, mulai tersulut emosi.

__ADS_1


"Eh udah dong mana pada berantem lagi. Lanjutin aja Mas" kata Kayla.


"Iya makasih Mbak. Nyebelin banget tuh yang dibelakangnya Mbak" kesal Arkan.


"Apa? Ngapain ngatain aku sih?"


"Memang nyebelin. Wle"


Arkan menjulurkan lidahnya ke arah Kiara dan mulai berjalan keluar setelah membayar seluruh belanjaannya.


"Ihhh dasar orang gila" geram Kiara.


"Udah dong Dek jangan emosi. Kalau kamu liat temannya yang satunya lagi, tambah emosi nanti loh. Dia itu belum seberapa" ujar Kayla, mencoba menenangkan.


Kiara mendengus kesal dan mencoba menahan emosinya.


Di parkiran, Arkan membawa dos belanjannya dengan sangat kesal menuju ke arah mobil.


Dirga yang sudah menunggu sejak tadi di dalam mobil, menjadi heran dengan wajah sahabatnya itu yang berubah masam.


"Kenapa muka kamu kayak gitu? Ada yang bikin emosi ya?" tanya Dirga.


"Iya ada. Ternyata perempuan yang tadi kamu temuin itu belum ada apa-apanya. Lebih menyebalkan lagi perempuan yang satunya, yang ikut dengan wanita itu. Mungkin teman atau adiknya nggak tau, intinya nyebelin banget" cerocos Arkan.


"Wah parah sih. Kita kok bisa ketemu dua wanita angry bird gitu ya? Emosi mulu"


"Nggak tau lah. Jangan sampai aku ketemu dia lagi. Udah yuk pergi. Nanti kesiangan buka restorannya"


"Oke lets go" ucap Dirga, mulai mengemudikan mobil.


Sesampainya di rumah, Kayla dan Kiara mengurus anak-anak mereka lebih dulu sampai tertidur, kemudian mulai menyiapkan keperluan yang harus ada di toko roti mereka nantinya.


Saat sedang sibuk menata toko, ada seorang nenek-nenek yang terus memperhatikan mereka dari seberang jalan.


"Dek, coba kamu liat ke seberang jalan sana disamping rumahnya Pak Jono. Kenapa itu nenek-nenek dari tadi menatap ke arah kita ya?"


"Mana Kak?"


Kiara mulai mengedarkan pandangannya dan benar saja, ada seorang nenek-nenek yang sedang duduk di balkon rumahnya dan sedang menatap ke arah mereka berdua.


"Iya ya Kak. Kenapa dia liatin kita? Kok aku jadi takut gini" kata Kiara, mulai merinding.


"Nggak tau. Udah lah nggak usah digubris. Nanti kita coba tanya Pak Jono, siapa nenek-nenek itu"


"Oke Kak"


Kiara dan Kayla kembali melanjutkan pekerjaan mereka hingga selesai.


"Udah beres deh. Capek juga ya" kata Kiara, sambil ngos-ngosan.


"Iya capek banget duh" sambung Kayla, setuju.

__ADS_1


.


.


.


Malam harinya, Kayla dan Kiara baru saja selesai mencoba membuat berbagai macam roti yang akan mereka jual esok hari.


"Kayaknya udah cukup 4 macam dulu deh. Sama minumnya juga 2 aja dulu udah cukup. Nanti kalau kita udah punya karyawan lain, baru kita tambah menu" ucap Kayla.


"Iya Kak. Untuk sekarang ini aja dulu" kata Kiara.


Hp Kiara berdering dan terlihat di layar ponsel, Mamanya menghubunginya.


"Siapa Dek?"


"Mama Kak"


"Oh iya coba angkat"


Kiara langsung mengangkatnya dan mengaktifkan loudspeaker agar Kayla juga bisa mendengarkan.


*Assalamualaikum Mama.


Waalaikumsalam sayang. Bagaimana kabar kasian berempat disana? Baik-baik saja kan?


Iya baik kok, Ma*. Jawab Kayla.


Mama ada apa nelfon malam-malam?. Tanya Kiara.


Mama mau kasih tau. Tadi pagi Aldo dan Raffa datang ke rumah. Mereka mencari kalian berdua. Tapi Mama suruh mereka cari sendiri keberadaan kalian.


*Tunggu. Kalau Kak Aldo yang nyariin Kak Kayla itu wajar. Tapi kalau Kak Raffa datang nyariin aku, mau ngapain dia?


Katanya dia sudah bercerai dengan Laura dan ingin mencari kamu.


Apa*?. Kayla dan Kiara begitu kaget mendengarnya.


Kiara hanya terdiam dan tidak tau harus merespon apa. Di satu sisi ia senang karena Raffa mencarinya. Tapi di sisi lain, ia mengkhawatirkan kondisi Laura.


Kayla yang paham dengan kondisi Kiara langsung cepat-cepat menyudahi percakapan mereka dengan Sinta.


*Makasih Ma, atas infonya. Nanti kita telfon lagi besok ya.


Iya sayang*.


Kayla mematikan sambungan teleponnya dan menatap ke arah Kiara yang terlihat sedih.


"Kakak tau kamu masih suka dia, Dek. Kalau dia memang jodoh kamu, kalian pasti bisa bersatu dan mereka berdua pasti akan menemukan kita. Sabar ya"


"Aku hanya tidak merasa enak saja pada Kak Laura. Aku takut mereka cerai gara-gara aku Kak" ucap Kiara, sambil tertunduk.

__ADS_1


"Nggak. Kamu nggak salah Kiara. Ini semua masalah hati. Semua itu tidak ada yang bisa dipaksakan"


Kiara terlihat berkaca-kaca, kemudian ia memeluk Kayla dan mulai menangis.


__ADS_2