Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Raffa & Kiara


__ADS_3

Aldo datang ke kantornya dengan menggunakan masker, untuk menutupi bibirnya yang bengkak.


Pemandangan yang tidak biasanya dilihat oleh para pegawai, membuat mereka menjadi bertanya-tanya ada apa dengan Aldo sehingga harus memakai masker. Tidak terkecuali dengan asistennya Raffa, dia juga merasa aneh saat melihat Bosnya itu memakai masker hingga masuk ke dalam ruangan.


"Mohon maaf Tuan kalau saya lancang. Kenapa Tuan memakai masker ya?" tanya Raffa.


"Saya lagi pilek, jadi tidak bisa terkena debu" jawab Aldo, berbohong.


"Ohh begitu. Mau saya siapkan jahe hangat? Biar pileknya cepat sembuh, Tuan?"


"Boleh juga"


Tiba-tiba Aldo merasa ada yang aneh dengan pertanyaan Raffa.


"Eh kamu mau jebak saya biar saya lepas masker ya? Makanya kamu nawarin saya untuk minum? Nggak! Nggak mau" lanjutnya lagi.


Padahal kan cuma mau nawarin doang. Kenapa malah dibilang ngejebak? Aneh banget sih. Untung Bos. Batin Raffa.


"Kalau begitu saya permisi, Tuan" pamit Raffa.


Setelah merasa sudah aman, Aldo kemudian melepaskan maskernya.


Hufft untung saja dia nggak lihat tadi. Bisa malu aku kalau diliatin orang-orang apalagi orang kayak Raffa. Diam-diam dia pasti julid itu kalau lihat aku kayak gini. Gumam Aldo.


Tidak lama kemudian, tiba-tiba pintu terbuka kembali membuat Aldo sangat terkejut dan tidak sempat menutup mulutnya dengan masker.


Ternyata yang masuk adalah Raffa. Lagi-lagi asistennya itu masuk tanpa mengetuk lebih dulu. Alhasil, dia bisa melihat wajah Bosnya yang sangat lucu dengan bibir yang bengkak itu.


"Hahahahaha"


Raffa tidak bisa menahan tawanya lagi. Sungguh ini adalah pertama kalinya dia tertawa di depan Aldo sekencang itu.


"Kamu benar-benar bosan kerja ya? Berani sekali kamu tertawa. Mau saya pecat hah?" teriak Aldo.


"Maaf Tuan. Tapi wajah Tuan benar-benar sangat lucu. Kalau Tuan berminat, saya punya salep dari nenek saya untuk menyembuhkan bengkak seperti itu, Tuan" kata Raffa, sambil mencoba memperbaiki wajahnya kembali datar.


"Mana obatnya? Bawakan sekarang juga. Kalau tidak mempan saya benar-benar akan pecat kamu"


"Siap Tuan"


Ya, walaupun Aldo seringkali berkata ingin memecat Raffa. Namun, itu tidak pernah terjadi. Meskipun asistennya sering membuatnya kesal, Aldo hanya sebatas mengancam saja.


Raffa pulang ke rumahnya untuk mengambilkan salep buat Aldo. Ditengah perjalanannya sehabis mengambil salep, ia melihat dipinggir jalan ada sosok yang familiar. Perlahan ia menepikan mobilnya ke tepi jalan untuk melihat dengan jelas siapa orang itu. Setelah dilihatnya sekali lagi, ternyata itu adalah Kiara bersama pacarnya yang sudah menghamilinya, sedang bertengkar.


Samar-samar Raffa bisa mendengarkan pembicaraan mereka.


"Kamu sudah punya pacar? Kamu keterlaluan! Aku hamil anak kamu tapi kamu dengan cepatnya bisa mencari perempuan lain"

__ADS_1


"Aku di jodohkan dan aku juga tidak punya urusan lagi denganmu. Kalau saja kamu mau menggugurkan bayinya, pasti kita masih bersama sampai sekarang"


Plak


Kiara menampar pipi pacarnya.


"Brengsek kamu. Bisa-bisanya kamu suruh aku menggugurkan bayi kita yang tidak salah"


"Sudah lah. Sebaiknya kamu pergi saja cari orang lain yang mau tanggung jawab terhadap anak itu. Aku sih ogah. Masih muda masa mau nikah"


"Tapi kamu yang udah berbuat seperti ini. Kamu bilang mau tanggung jawab kalau ada apa-apa. Tapi mana buktinya?"


Kini Kiara sudah menangis saking kesalnya.


"Dan kamu percaya perkataanku waktu itu? Bodoh sekali"


Kiara sungguh tidak percaya pacarnya sebrengsek dan sepengecut itu.


Tiba-tiba pukulan mendarat di wajah pria itu. Pelakunya tentu saja adalah Raffa. Ia tidak tahan lagi mendengar perkataan pacar Kiara yang sangat tidak tahu malu itu.


"Siapa kamu? Kenapa kamu pukul aku, hah?"


"Aku pacar Kiara. Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum wajah jelek kamu akan bertambah jelek lagi nantinya" ancam Raffa.


Raffa merangkul Kiara, seakan-akan ingin memberitahu kalau mereka berpacaran. Kiara menoleh ke arah Raffa dengan bingung, pasalnya dia sama sekali tidak mengenal Raffa. Tetapi Raffa bisa mengenalinya.


"Ternyata kamu sudah punya pacar om-om ya Kiara? Kenapa? Yang lebih muda nggak ada yang mau terima kamu?" tanya pacar Kiara, tertawa sinis.


"Sudah saya bilang kamu sebaiknya pergi dari sini sebelum wajah kamu benar-benar tidak berbentuk lagi!" bentak Raffa.


Pria itu akhirnya segera pergi meninggalkan Raffa dan juga Kiara.


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Raffa.


"Kamu siapa? Kenapa bisa tahu nama aku?" tanya balik Kiara.


Oh iya ya. Dia kan belum pernah melihat aku.


"Kenalin saya Raffa, asisten Tuan Aldo"


"Oh asistennya Kak Aldo. Makasih ya udah nolongin aku"


"Tidak masalah. Nona mau kemana? Nanti saya antar. Sekalian saya juga balik ke kantor sekarang"


"Nggak usah panggil Nona, panggil saja namaku"


"Baik nona, eh Kiara" kata Raffa, terlihat gugup.

__ADS_1


"Kamu kelihatan seumuran dengan Kak Aldo. Aku panggil Kak Raffa aja ya? Daripada Om kan nanti tua banget"


"Iya boleh kok. Kamu mau pulang? Nanti saya antar"


"Baik. Terima kasih"


Raffa mengantarkan Kiara untuk pulang ke rumah. Di dalam mobil, Kiara mulai membuka percakapan agar tidak merasa bosan.


"Kak Raffa udah nikah?"


Uhuk..uhuk...


Raffa terkejut mendengar pertanyaan mendadak dari Kiara. Jantunganya seakan mau copot mendengarnya.


"Belum"


"Kenapa belum? Tapi udah punya pacar kan?"


"Belum juga"


"Ya ampun. Kenapa gitu? Padahal Kak Raffa nggak jelek kok dan kelihatannya cukup mapan juga. Kakak orangnya pemilih ya?" tanya Kiara, mulai penasaran.


"Nggak kok. Saya hanya ingin fokus bekerja saja saat ini" jawab Raffa


"Kerja itu boleh, tapi jangan terlalu gila kerja, Kak. Nanti susah dapat jodoh dan jadi perjaka tua deh"


"Memangnya kamu mau jadi calonnya?"


"Apa?" kaget Kiara, sambil menatap ke arah Raffa yang sedang menyetir.


"Nggak jadi"


Raffa terlalu gugup untuk bertanya lebih jauh lagi dan lebih memilih untuk diam sakit gugupnya.


Suasana menjadi canggung diantara keduanya.


Kiara tidak menyukai keheningan yang ada di dalam mobil. Saat ia mencoba ingin berbicara lagi, tiba-tiba Raffa mulai berbicara lebih dulu.


"Kamu mau berpacaran dengan saya?"


"Aku nggak salah dengar nih, Kak?


"Nggak" kata Raffa.


"Tapi aku sedang hamil, Kak" ucap Kiara.


"Tidak masalah, aku menerima semuanya. Setidaknya kita coba untuk mengenal satu sama lain lebih dulu sekarang" ujar Raffa

__ADS_1


Kiara tersentuh mendengar hal itu, orang yang baru pertama kali dikenalnya hari ini tiba-tiba saja mengajaknya untuk berpacaran. Sungguh aneh memang, tapi menurutnya tidak ada salahnya mencoba.


"Iya aku mau jadi pacar kamu, Kak"


__ADS_2