Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Wahana Bermain


__ADS_3

Setelah melepas keharuan di pagi hari dengan ucapan selamat ulang tahun untuk Revan, ketiganya menuju ke meja makan dan mulai menyantap kue ulang tahunnya.


"Revan mau kasih suapan pertama ke siapa? Mami Kay atau Papa?" tanya Papa.


"Dua-duanya dong. Revan nggak bisa milih salah satu" jawab Revan.


"Kalau gitu, suapin Mami dan Papa bersamaan" kata Kayla.


"Oke"


Setelah Kayla memotong kuenya menjadi beberapa bagian, ia mulai memberikannya kepada Revan.


"Sebelum disuapin, Mami ambil kamera dulu ya. Kita sambil foto bareng" ucap Kayla.


Revan dan Aldo mengangguk setuju.


Kayla mengambil kamera dan mulai mengatur timer kamera untuk mengabadikan momen mereka saat Revan menyuapi kuenya.


"Ayo waktunya cuma 5 detik" kata Kayla, cepat-cepat kembali ke kursinya.


Mereka mulai mengambil gambar dengan beberapa pose dan juga keseruan di dalamnya.


Kayla tersenyum melihat hasil foto yang menurutnya sangat bagus. Akhirnya ia mengunggah beberapa foto di sosial media miliknya.


Ternyata, foto yang diunggah oleh Kayla dilihat oleh Tasya. Tentu saja Tasya menjadi panas melihat rumah tangga mereka yang harmonis.


"Nggak bisa dibiarin. Aku harus datang ke rumah mereka. Bagaimana pun juga aku kan ibu kandung Revan, sedangkan mereka hanya sekedar merawat Revan saja" ucap Tasya, merasa geram.


.


.


.


Sore harinya, sesuai yang telah direncanakan Kayla dan juga Aldo, mereka mengajak Revan untuk pergi ke wahana bermain sepuasnya sebagai hadiah ulang tahun.


"Yeayyy Revan mau main sepuasnya bareng Mami dan Papa" teriaknya kegirangan.


"Ayo kita pergi" seru Kayla.


Saat mereka baru akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba muncul Tasya dari kejauhan membawa sebuah mainan yang sedang dipegangnya.


"Halo Revan sayang. Selamat ulang tahun. Mama bawain mainan loh untuk kamu" kata Tasya.

__ADS_1


"Ngapain kamu ada disini? tanya Aldo, merasa curiga.


"Loh aku kan ibu kandung Revan. Wajar dong kalau aku datang untuk kasih hadiah ke dia yang lagi ulang tahun. Diterima ya sayang"


Tasya memberikan mainan yang dipegangnya kepada Revan, kemudian Revan menerimanya dengan merasa bingung.


"Makasih, Ma" kata Revan.


"Sama-sama sayang. Kamu mau pergi dengan Mama kan? Mama mau ajak kamu jalan-jalan"


"Tumben, dulu nggak pernah. Revan kan selalu pergi dengan Papa setiap ulang tahun. Mama nggak pernah ada setiap Papa ajak"


"Dengar apa kata Revan? Dia saja tau kamu nggak pernah ada untuk dia. Jadi jangan sok cari muka untuk ajak Revan jalan-jalan. Kali ini, aku dan Kayla yang akan mengajaknya pergi. Minggir kamu" ucap Aldo.


"Permisi Tante" kata Kayla terlihat santai dan masuk ke dalam mobil.


"Tidak bisakah aku meghabiskan waktu sehari saja dengan Revan? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Kamu tidak boleh egois seperti ini, Mas"


"Kalau begitu tanya Revan. Dia yang akan memutuskan mau ikut siapa hari ini" kata Aldo.


"Revan kamu ikut dengan Mama ya hari ini? Kita pergi -jalanjalan bareng" ucap Tasya, berjongkok dihadapan Revan.


"Revan nggak mau. Jalan dengan Mama membosankan. Pasti Mama cuma liat hp aja. Revan mau jalan bareng Mami Kay dan Papa"


"Kamu kok gini sih? Kenapa kamu jadi berubah begini? Apa yang dia perbuat ke kamu sampai kamu jadi menghindar dari Mama?" tunjuk Tasya ke arah Kayla.


"Aku bukan Tante kamu, jadi berhenti memanggilku seperti itu!" teriak Tasya, mulai hilang kendali.


"Kenapa setiap kamu datang selalu membuat keributan? Pergi sana!" bentak Aldo.


"Pak satpam, seret perempuan gila ini pergi dari rumah saya sekarang juga" teriak Aldo memanggil satpam.


"Kalian semua kurang ajar! Kenapa kalian selalu ingin menyingkirkan aku? Tidak akan aku biarkan kalian bersenang-senang. Aku akan menghancurkan hidup kalian sampai aku mati. Ingat itu!" teriak Tasya, saat diseret oleh satpam yang berjaga.


Revan yang mendengar teriakan ibunya, seketika langsung menutup telinganya. Dia benar-benar jenuh mendengar suara teriakan serta kemarahan Tasya yang selalu didengarnya sejak dulu.


Melihat hal itu, Kayla menarik Revan kedalam pelukannya untuk menenangkannya.


"Tenang sayang, jangan takut ya. Ada Mami Kay disini"


"Ayo pergi. Abaikan saja soal Tasya. Aku benar-benar muak dengannya" kata Aldo, mengajak Kayla dan Revan untuk masuk ke dalam mobil.


Selama diperjalanan, Kayla dan Aldo selalu mengajak Revan mengobrol hal-hal yang seru agar dia tidak merasa sedih lagi.

__ADS_1


Ternyata cara itu berhasil dan bisa membuat Revan terus tertawa.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama yaitu sekitar 40 menit, mereka akhirnya telah sampai di mall yang dituju.


"Ayo main" ucap Kayla.


Bukan hanya Revan yang senang saat sampai di wahana bermain, tetapi Kayla pun sangat senang. Aldo yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.


"Bee, ayo kita naik wahana itu. Revan juga mau kan?"


"Iya Mami. Revan mau"


Kayla mengajak Aldo untuk naik wahana roller coster, salah satu wahana yang disukainya.


"Ayo naik, bee" ajak Kayla sangat bersemangat.


"Bukannya itu sedikit mengerikan? Nanti kalau jatuh gimana, hon?" tanya Aldo, menatap ngeri ke wahana bermain itu.


"Ya ampun bee. Itu cuma roller coster kecil, seumuran Revan juga bisa naik. Yang besar aja aku berani, masa kamu kalah sih"


"Iya nih Papa penakut banget huuu" ledek Revan.


Merasa tidak terima dibilang penakut, Aldo akhirnya memberanikan diri untuk naik wahana yang diinginkan Kayla dan juga Revan.


Saat menaiki wahana itu, Kayla dan Revan tampak berteriak gembira menikmati permainanya. Berbeda halnya dengan Aldo yang tampak diam ketakutan dan malah menutup matanya, karena tidak ingin melihat roller coster itu berputar.


Ya, selain takut hantu, Aldo juga takut menaiki wahana yang terlalu banyak putarannya. Sungguh kenyataan yang sangat berbeda jauh dengan ekspetasi.


Setelah wahana itu berhenti bergerak, Kayla menoleh ke arah Aldo dan mendapati wajah suaminya yang sudah pucat pasi.


"Astaga bee. Wajah kamu kenapa? Kamu beneran setakut itu? Padahal nggak menakutkan loh. Revan aja senang naik wahananya"


Hoeeekk


"Jangan ajak aku naik lagi. Aku mual, hon. Kamu kenapa senang banget sih? Hati-hati loh kamu kan lagi hamil" ucap Aldo.


"Aku baik-baik saja kok. Malah aku senang banget naiknya"


"Hahaha Papa malu-maluin. Masa kalah dari aku sih" ucap Revan sambil tertawa ngakak.


"Kamu lanjutin aja naik wahana dengan Mami Kay. Papa nggak kuat naik lagi"


"Nggak mau. Nanti kalau kamu dideketin cewek lain gimana, bee? Lihat tuh sana, ada anak abg yang lagi lihat ke arah kamu sekarang. Pasti mereka mau godain. Ayo ikut" bujuk Kayla.

__ADS_1


Nasib-nasib kenapa aku penakut kayak gini sih. Batin Aldo.


Mau tidak mau, Aldo pun terpaksa ikut bersama Kayla dan Revan untuk naik wahana lainnya.


__ADS_2