
Pagi ini Kayla pergi rumah sakit untuk mengecek kandungannya yang sudah memasuki usia 5 bulan. Tidak sendirian, ia ditemani oleh Aldo yang selalu siap siaga menjaganya.
Di tengah perjalanannya menuju ke rumah sakit, Kayla terlihat asyik mengobrol dengan Aldo di kursi belakang. Ya, saat ini Aldo memilih untuk menyuruh supir yang mengantarkan mereka, agar dirinya bisa lebih leluasa bersama Kayla di dalam mobil.
"Bee, habis dari dokter anterin aku ke kampus ya. Hari ini aku ada jadwal kuliah" ucap Kayla.
"Kamu nggak mau cuti dulu? Perut kamu udah mulai besar tuh, nanti kamu gampang capek" ujar Aldo, sambil menggenggam tangan Kayla dan sesekali menciumnya.
"Nggak apa-apa kok, aku masih kuat. Nanti kalau kandungan aku sudah 6 atau 7 bulan baru aku ambil cuti"
"Yakin?" tanya Aldo, agak ragu.
"Yakin dong"
"Ya sudah, aku ikut aja kemauan kamu"
"Makasih bee"
Kayla bersandar di bahu Aldo, sambil memainkan jari jemari Aldo yang menggenggam tangannya.
"Pak, tolong putar kaca mobilnya dan jangan menengok ke belakang sedikit pun. Mengerti?" perintah Aldo kepada supirnya.
"Mengerti Tuan"
Kayla terlihat bingung apa yang sebenarnya ingin dilakukan Aldo.
"Ada apa bee?"
Aldo tidak menjawab pertanyaan Kayla dan malah menarik tengkuk istrinya itu hingga wajah mereka hanya tersisa beberapa inci.
"Bee, kamu mau apa? Ada Pak Supir loh"
"Tenang saja. Aku sudah bilang dia jangan menengok ke belakang"
Aldo mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Kayla dan mulai menciumnya. Kayla yang sudah terbuai pun akhirnya menutup matanya dan menerima setiap perlakuan Aldo kepadanya.
Aldo dan Kayla terus berciuman sepanjang perjalanan. Sampai akhirnya, sang supir mengerem mendadak, membuat Kayla dan Aldo terpaksa harus menghentikan ciuman keduanya.
"Kenapa kamu tiba-tiba mengerem mendadak? Sudah bosan kerja kamu hah?" teriak Aldo yang sangat kesal, karena kegiatannya jadi terganggu.
"Mohon maaf, Tuan. Tapi saya sepertinya melihat Ibu dari Nyonya Kayla sedang bertengkar dengan seorang pria, Tuan"
"Apa? Ibu aku bertengkar? Maksudnya Mama Sinta? Dimana?" tanya Kayla.
"Itu disana Nyonya" tunjuk sang supir.
"Astaga bee. Itu Mama Sinta dan Om Andre bukan? Ngapain Om Andre harus ketemu Mama Sinta lagi sih"
"Iya benar. Ayo kita samperin"
Kayla mengangguk setuju. Mereka berdua akhirnya turun dari mobil untuk menemui Sinta dan Andre.
"Mama" panggil Kayla.
__ADS_1
"Kayla. Kamu kenapa ada disini?" kaget Mama Sinta.
"Mama sendiri ngapain ada disini? Dan kenapa bisa ada Om Andre disini?" tanya Kayla.
"Aku ayah kandungmu Kayla. Seharusnya kamu bisa memanggilku ayah juga" ucap Andre.
"Ayah kandung? Aku tidak pernah punya ayah kandung yang tidak jujur dan suka menyakiti istrinya sendiri seperti kamu. Jadi berhenti bicara omong kosong"
"Begitukah yang orang tua angkatmu ajarkans selama ini hah? Makanya kamu tidak bisa menghargai orang tua kandung sendiri?"
"Jangan pernah bawa-bawa almarhum kakak saya atau kamu akan tanggung akibatnya" bentak Aldo.
Andre terdiam setelah mendengar bentakan Aldo.
"Mama sendirian? Ayo kami antarin Mama pulang" ajak Kayla.
"Tunggu. Masalah aku dan kamu belum selesai Sinta" tahan Andre.
"Masalah apalagi? Kamu benar-benar sudah gila ya? Aku sudah bersuami dan hidup bahagia. Untuk apa aku harus kembaki dengan kamu lagi? Kamu sendiri yang bilang kalau tidak ingin mengganggu hidup aku lagi Andre" ucap Sinta.
"Om Andre minta balikan? Om sudah gila ya. Mama Sinta sudah hidup bahagia, jangan pernah mengganggu keluarganya lagi" kata Kayla.
"Diam kamu Kayla. Kamu itu cuma anak durhaka. Jangan ikut campur kamu"
Bugghhh
Pukulan tinju melayang di wajah Andre. Kali ini Aldo sudah bertindak. Ia tidak akan membiarkan siapapun mengatai istrinya, meskipun itu ayah mertuanya sendiri.
"Sebaiknya kamu pergi sekarang sebelum aku menelepon polisi. Cepat pergi!"
"Kita anterin Mama dulu ya, bee?"
"Iya hon. Ayo masuk"
Sinta ikut masuk ke dalam mobil bersama Kayla dan juga Aldo.
Aldo memutuskan untuk duduk di depan, agar Kayla bisa mengobrol dengan mamanya di kursi belakang.
"Mama harus gimana Kay? Orang itu pasti tidak akan menyerah sampai apa yang diinginkannya bisa terwujud" kata Sinta, merasa khawatir.
"Pasti Om Andre sengaja minta balikan ke Mama karena dia sudah bangkrut dan diusir oleh Tasya. Dia hanya mau manfaatin Mama sekarang. Sebaiknya Mama kasih tau semua yang terjadi ke suami Mama aja. Aku khawatir Om Andre akan berbuat macam-macam, Ma"
"Iya mama juga rencananya begitu. Mama kaget banget karena tadi dia tiba-tiba muncul dan langsung mohon-mohon ke Mama untuk mengulang semuanya dari awal lagi. Benar-benar tidak waras" ucap Sinta.
Aldo hanya mendengarkan saja pembicaraan Kayla dan juga Sinta. Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat untuk ikut campur dengan urusan keluarga Kayla. Selama Andre tidak menyentuh atau mengganggu Kayla dan juga Revan, Aldo memilih untuk tidak ikut campur.
"Oh iya ngomong-ngomong kamu mau kemana dengan Aldo, Kay?" lanjutnya lagi.
"Aku mau periksa kandungan aku, Ma. Siapa tau udah bisa cek jenis kelaminnya"
"Wah bagus itu. Nanti kabari Mama ya kalau sudah tau apa jenis kelaminnya"
"Pasti dong, Ma"
__ADS_1
Mobil berhenti tepat di depan gerbang rumah Sinta. Sinta segera turun dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada anak dan juga menantunya.
"Terima kasih sudah mau antar ya Kayla, Aldo" kata Sinta.
"Sama-sama Tante" balas Aldo.
"Jangan panggil Tante dong, panggil saja Mama. Kan kamu suaminya Kayla"
"Baik Mama" kata Aldo, merubah panggilannya.
"Mama masuk dulu ya sayang. Jangan lupa kabari ya"
"Iya Mama. Salam sama Kiara dan Papa Rian ya" ucap Kayla.
Setelah mengantar Sinta, Aldo kembali duduk di kursi belakang. Kini dirinya kembali duduk bersama dengan Kayla.
"Bee, kenapa banyak banget masalah keluargaku ya? Padahal aku senang banget pas tau kalau Mama Sinta adalah ibu kandung aku karena dia baik banget ke aku, tapi saat aku tahu Papa aku adalah Om Andre, kok aku nggak rela ya"
"Aku tahu, hon. Semua orang juga tidak rela menjadi anaknya, kecuali Tasya. Jangan dipikirin lagi ya, nanti kasian anak kita kalau mamanya banyak pikiran" ujar Aldo, sambil mengelus perut buncit Kayla.
"Iya bee. Kok kamu tambah ganteng ya sekarang" ucap Kayla tiba-tiba.
"Memangnya dulu nggak ganteng?"
"Ganteng kok. Tapi gantengnya biasa aja nggak spesial"
Pak supir yang sibuk berkendara, hampir tertawa mendengar perkataan istri bosnya itu.
"Kenapa kamu? Jangan ketawain ya nggak lucu" kesal Aldo.
"Saya tidak tertawa kok Tuan"
"Iya nggak, tapi hampir"
"Sudah dong bee. Kamu kok jadi kesal sih, kan kenyataan"
"Untung aku sayang banget kamu, hon. Jadi nggak bisa marah deh"
"Uhhh suamiku so sweet deh"
Kayla ingin mencium Pipi Aldo. Akan tetapi, Aldo malah menggerakkan kepalanya sehingga bukannya pipi yang dicium Kayla, melainkan bibir.
Kayla hendak memundurkan wajahnya, namun ditahan oleh Aldo. Ia mengecup bibir Kayla berulang kali, hingga Kayla sudah bersandar di sudut kursi.
"Bee apa-apaan sih kok kayak gitu"
"Itu namanya jurus seribu ciuman. Mau lagi? Sini aku cium lagi"
"Nggak mau" Kayla dengan cepat menghindar, membuat Aldo tertawa melihat tingkah lucu istrinya.
...****************...
Maaf hari ini terlambat upload 🙏🏻 Kalau tidak ada kesibukan, nanti malam author akan update sekali lagi ya 😊
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan rate5 untuk mendukung karya author. Terima kasih ❤