
Hari ini author up 2x karena banyak yang mendukung author hehehe
Maaf ya kalau sudah 2 hari ini nggak update, karena aplikasinya error 😔
Semoga kalian tetap suka dan menunggu setiap episode yang author hadirkan 🙏🏻
Happy Reading ❤
****************
Setiap hari Aldo selalu mengirimkan bunga untuk Kayla. Pagi, siang, sore, dan malam, bunga-bunga selalu datang silih berganti. Namun lagi-lagi, bunga itu dibuang Kayla dengan percuma. Entah mengapa Aldo tidak datang lagi dan lebih memilih meminta maaf melalui setiap bunga yang dikirimnya.
Kayla tetap pada pendiriannya. Jika permintaan maaf Aldo hanya sebatas mengirim bunga dan tidak memohon secara langsung untuk meyakinkan dirinya, tentu saja Kayla menolak.
"Masih dibuang aja bunganya?" ledek Kiara, yang sudah diperbolehkan pulang, pasca melahirkan.
"Iya. Nggak butuh bunga kayak gitu" ucap Kayla.
"Tapi suratnya disimpan tuh"
Tunjuk Kiara ke ara tumpukan surat yang berada di sudut kamar Kayla.
"Kalau surat harus disimpan. Biar nanti aku tunjukin ke dia, kalau dia berani macam-macam lagi"
"Hahaha Kak Kay keren deh. Tapi mau sampai kapan kayak gini?"
"Entahlah. Intinya aku mau pergi jauh dari dia, biar nanti dia benar-benar sadar. Masa minta maaf kayak gini harus lewat bunga sih. Harusnya berjuang secara langsung dong. Baru satu kali ditolak aja udah nyerah"
"Tapi tetap so sweet kan dengan bunga kayak gini?"
"Jangan mulai deh Dek. Aku tetap pada pendirian aku" ucap Kayla.
"Nah gitu dong. Aku cuma ngetes doang tadi, siapa tau langsung luluh" kata Kiara, sambil tertawa.
"Kalian jadi pergi besok?" tanya Sinta, yang baru saja datang dari arah dapur.
"Iya dong, Ma. Kan kita udah siapin keperluannya" jawab Kiara.
"Mama pasti akan rindu kalian sayang. Apalagi cucu-cucu Mama yang ganteng dan cantik ini" ucapnya, seraya melihat ke arah kedua cucunya.
"Nanti Mama dan Papa mampir aja kan nggak terlalu jauh" ucap Kayla.
"Iya sayang"
Ting...Tong
"Kayaknya ada orang. Tunggu Mama bukain pintu ya"
Kiara dan Kayla mengangguk dan melanjutkan bermain bersama anak-anak mereka.
Saat Sinta membuka pintu, ternyata kurir bunga lagi-lagi mengantarkan buket bunga yang besar.
__ADS_1
Sinta menerimanya dan susah payah membawanya ke kamar Kayla.
"Kay, bunga dari Aldo lagi yah ini? Berat banget deh, Mama capek ngangkatnya"
"Tumben dia ngirim dua kali malam ini. Padahal tadi dia udah ngirim loh, Ma. Harusnya Mama langsung buang aja, nggak usah dibawa ke sini"
"Siapa tau kamu mau liat dulu suratnya. Makanya Mama bawain" ujar Sinta.
"Makasih ya, Ma. Maaf ngerepotin" ucap Kayla.
Kayla mulai memeriksa bunga itu. Anehnya, kali ini bunga itu tidak memiliki surat.
"Mama suratnya jatuh ya? Kok nggak ada?"
"Masa sih? Tapi dari tadi Mama nggak liat suratnya sih"
"Udah lah biarin aja. Aku buang dulu ya"
"Nggak sayang tuh dibuang lagi bunganya? Mahal loh Kak" goda Kiara.
"Nggak, biarin aja. Siapa suruh dia kirim bunga nggak penting kayak gini"
Kayla pun untuk kesekian kalinya, membuang bunga itu. Namun, tanpa Kayla sadari, ternyata pengirim bunga itu bukanlah dari Aldo melainkan dari Raffa.
Flashback on
Raffa sudah membicarakan tentang keinginannya untuk bercerai dengan Laura di depan orang tuanya dan juga orang tua Raffa.
Namun, Raffa tetap tegar dan mencoba melalui semuanya dengan rendah hati.
Raffa dan Laura akhirnya bercerai dengan cepat di pengadilan agama tanpa proses mediasi lebih dulu. Ya, bukan tanpa alasan, Laura memang tidak ingin ada proses seperti itu karena keinginan cerainya yang semakin kuat. Menurutnya, proses mediasi hanya akan membuat hatinya semakin ragu untuk bercerai. Dia sadar, melepaskan Raffa adalah cara terbaik yang harus dilakukannya saat ini.
Setelah proses perceraian berjalan dengan lancar, Raffa memutuskan untuk mengirimkan buket bunga untuk Kiara.
Ia menulis surat permintaan maafnya dan juga memberitahukan percerainnya kepada Kiara. Tetapi karena ragu, surat itu dimasukkan ke bagian dalam buket bunga, sehingga dari luar, surat itu tidak akan bisa kelihatan.
"Semoga dia bisa terima bunga ini" ucap Raffa, sambil tersenyum tipis.
Flashback off
Akhirnya, tiba saatnya Kiara dan Kayla bersama anak-anak mereka, untuk pergi ke luar kota melanjutkan kehidupan mereka yang baru. Itulah yang sudah direncanakan mereka sejak hampir seminggu ini.
"Mama, Papa, kami pamit ya" kata Kayla.
"Hati-hati disana ya. Kalau ada apa-apa langsung cepat hubungi Mama dan Papa" ucap Sinta.
"Iya Mama, itu pasti"
Sinta menangis melihat kedua anaknya yang harus pergi meninggalkannya.
"Udah Ma. Jangan nangis dong. Nanti mereka ikutan sedih" ucap Rian, mencoba menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Kami pamit ya. Asalamualaikum"
"Waalaikumsalam sayang. Telfon ya kalau udah sampai nanti"
"Iya Mama" ucap Kiara.
Kayla, Kiara, beserta Aurel dan juga Kenzo pergi menaiki taksi dan bergegas naik ke dalam kereta.
Mereka memesan kereta eksekutif agar merasa nyaman, apalagi dengan bayi mereka yang belum lama lahir.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mereka telah sampai di kota Y.
"Wah akhirnya kita sampai, Kak. Aku baru kali ini kesini" ucap Kiara, sangat bahagia.
"Bagus kan? Aku sudah pernah sih kesini, tapi waktu masih kecil" kata Kayla.
"Ayo kita ke rumah. Harusnya sekarang sudah bersih, karena aku udah telfon orang yang jagain rumah itu sebelum kita kesini"
"Oke Kak"
Mereka pun pergi ke rumah yang diberikan orang tua angkat Kayla.
Hanya memakan waktu sekitar 15 menit dari stasiun kereta, untuk sampai ke rumah yang akan mereka tinggali.
Sesampainya di rumah itu, mereka sudah disambut oleh Pak Jono beserta istrinya.
"Selamat Sore Nona" ucap Pak jono.
"Sore Pak. Makasih ya Bapak dan Ibu sudah menjaga rumah ini. Sekarang saya dan adik saya Kiara beserta anak kami akan tinggal di rumah ini. Oh iya satu lagi, tolong jangan kasih tau hal ini pada Mas Aldo ya" ucap Kayla.
"Mas Aldo? Maksudnya Tuan Aldo, Nona?"
"Iya maksudnya itu. Sebenarnya aku sudah menikah dengan dia"
Pak Jono dan Istrinya Lastri, tidak terkejut sama sekali mendengar hal itu.
"Bapak dan Ibu nggak terkejut?" tanya Kayla, bingung.
"Kami sebenarnya sudah tau dari dulu kalau Nona Kayla adalah anak angkat. Jadi, kami tidak kaget lagi kalau Nona dan Tuan Aldo menikah" jawab Lastri.
"Oh begitu. Baiklah. Makasih ya Pak, Bu"
"Sama-sama Nona Kayla, Nona Kiara. Kalau butuh bantuan apa-apa, silahkan panggil kami ya. Rumah kami cuma diseberang kok"
"Baik, terima kasih" kata Kiara.
"Rumahnya nyaman ya, Kak. Mereka pasti bersihinnya tiap hari, buktinya nggak ada debu sama sekali" lanjut Kiara, sambil memeriksa keadaan rumah.
"Iya benar. Ya sudah, ayo kita atur barang-barang kita sekalian gantiin baju Aurel dan Kenzo. Pasti udah keringetan mereka" ujar Kayla.
"Siap Kak"
__ADS_1
Hari pertama mereka di kota Y, berjalan dengan lancar.