Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Kepergian Sahabat


__ADS_3

Seperti yang sudah direncanakan, Beka mencari tahu informasi mengenai mantan pacar Kiara, lalu mengunjunginya untuk menjalankan aksinya.


Setelah mendapat informasi dan nomor kontak pria tersebut, Beka memutuskan untuk menghubunginya dan ingin bertemu di cafe.


"Selamat Pagi. Apakah Anda yang bernama Azka?" tanya Beka.


"Iya benar. Silahkan duduk, Tante" jawab Azka.


"Kenapa Tante menghubungi saya untuk bertemu? Dan siapa sebenarnya Tante?" lanjut Azka, kembali bertanya.


"Perkenalkan saya Beka, Ibunya Raffa yang merupakan pacar Kiara sekarang. Kamu mengenal Kiara kan?"


Raffa langsung berdehem. Tenggorokannya langsung sakit, setelah mendengar nama Kiara.


"Iya kenal. Memangnya kenapa ya?"


"Saya ingin menjalan suatu rencana untuk mengukur setulus apa sebenarnya Kiara pada anakku. Jadi aku ingin kamu pura-pura datang kepada Kiara dan mencoba mengambil anakmu kembali"


"Apa? Tapi saya tidak peduli dengan anak itu. Saya juga tidak mau berurusan dengan dia lagi karena saya sudah mempunyai tunangan"


"Saya kan sudah bilang ini hanyalah sebuah rencana. Bukan berarti sungguhan. Kamu mau atau tidak? Sebagai gantinya, saya akan memberimu uang"


Azka mulai tergiur dengan kesepakatan yang dijanjikan Beka. Ia pun menyetujuinya setelah berpikir cukup lama.


Pada hari yang sama, Azka langsung menjalankan aksinya, pada saat melihat Kiara, Raffa beserta Kenzo yang dibawa oleh mereka, sedang mencari-cari gaun pengantin untuk pernikahan mereka nantinya.


"Hai Kiara. Bagaimana kabarmu?"


Kiara menoleh dan sangat terkejut melihat Azka. Tangan dan bibirnya gemetaran, kemudian air mata mulai mengalir dikedua sudut matanya.


"Mau apa kamu kemari?"


"Siapa dia sayang?" tanya Raffa, bingung.


"Perkenalkan nama saya Azka. Saya adalah mantan pacar Kiara sekaligus Ayah dari anak yang dikandung Kiara"


Azka melihat ke arah Kenzo dan membuatnya sedikit terkejut, karena wajah Kenzo sangat mirip dengannya saat masih kecil. Tiba-tiba ada perasaan ingin memiliki yang sebenarnya di dalam hatinya dan bukan lagi main-main.


"Untuk apa kamu datang? Ingin mengganggu kehidupanku yang sudah bahagia? Kamu tidak akan bisa dan tidak akan pernah bisa Azka. Pergi kamu dari sini!" teriak Kiara, sambil menangis.


"Tenang Kiara. Aku tidak berniat untuk mengganggu kehidupanmu yang sebentar lagi akan menikah. Aku hanya ingin mengambil anakku kembali. Tidak salah kan? Aku Ayah Kandungnya" ujar Azka, tersenyum sinis.


"Tidak. Aku tidak mau! Berani-beraninya kamu mengambilnya padahal aku lah yang bersusah payah mengurusnya selama ini!"


"Aku tidak mau tau. Pokoknya anak ini akan ikut bersamaku!"

__ADS_1


Raffa yang sudah sangat emosi melihat kelakuan Azka yang tidak tahu diri itu, langsung meninju wajahnya hingga tersungkur ke lantai.


Ia yang biasanya menjadi penengah jika ada pertengkaran seperti ini, langsung menjadi pelaku utama dalam pemukulan.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini bocah. Kamu tidak tahu diri, tiba-tiba datang dan ingin mengambil anakmu kembali. Pergi sana!" usir Raffa.


"Wajah anak itu sangat mirip denganku. Harusnya kalian sadar dan memberikan anak itu padaku" ucap Azka.


"Banyak bicara kamu!"


Lagi-lagi Raffa memukul wajah Azka karena merasa kesal. Azka yang sudah mendapatkan dua pukulan, akhirnya pergi dari tempat itu.


"Sayang kamu nggak apa-apa?" tanya Raffa.


"Iya tidak apa-apa Kak. Tapi aku takut Azka akan merebut anakku" jawab Kiara dengan sesegukan.


"Nggak akan. Aku tidak akan tinggal diam, kamu jangan bersedih lagi ya"


Raffa langsung memeluk tubuh Kiara, agar kembali tenang.


Mengetahui rencananya langsung gagal membuat Beka sangat kesal. Ia mencoba menghubungi Azka, namun Azka sudah menolak karena telah dipukuli. Beka pun terlihat pasrah dengan rencananya yang telah gagal dalam sekejap.


.


.


.


Saat ini ia sedang menikmati waktu bersantai dengan keluarganya.


Revan sedang mengajak bermain Aurel, sedangkan Kayla bersandar di dada Aldo serta bermanja pada suaminya, sambil menonton TV.


Semua terlihat baik-baik saja, sampai suara telepon Kayla yang berdering, membuat suasana bahagia itu menjadi sedih.


Kayla mengangkat telepon yang ternyata dari Arkan dan mendapat informasi, kalau Dirga ternyata sudah meninggal.


Kayla sangat syok dan tangisnya pun pecah. Aldo berusaha menenangkan istrinya itu, namun Kayla tidak berhenti menangis.


Ternyata Dirga meninggal karena penyakit jantungnya. Ia sengaja menyuruh Kayla dan Kiara untuk tidak menetap di kota itu, karena dirinya tidak ingin melihat Kayla dan Kiara bersedih.


Apalagi saat tahu Kayla adalah sahabatnya sewaktu masih kecil, membuat Dirga tidak tega melihat semua orang merasa sedih atas kepergiannya.


Kayla ingin mengunjungi kota Y dan bertemu dengan Dirga untuk terakhir kalinya. Namun Arkan menolak dan memberitahukan bahwa Dirga sudah dimakamkan sejak kemarin.


Suara lemah Arkan saat menjawab, membuat Kayla yakin kalau Arkan sangat terpukul dengan kepergin sahabatnya itu.

__ADS_1


Setelah memutuskan panggilan telepon, Arkan mengirimkan sebuah foto yang berisi pesan terakhir untuk Kayla.


Foto itu merupakan fotonya bersama Dirga yang sedang bermain sewaktu kecil. Ternyata momen mereka sangat banyak.


Masing-masing foto itu berisi pesan singkat.


Foto 1


Bersama sahabatku Kayla. Ternyata dia lebih tinggi dariku saat kecil.


Foto 2


Dia sering memarahiku jika aku berlari. Jantung terkutuk ini memang sangat menyusahkan 😂


Foto 3


Sepertinya ini foto perpisahan saat ia akan ke kota lainnya. Ternyata ekspresiku sangat jelek. Aku tidak percaya itu.


Foto 4


Ini foto diriku sendiri. Ganteng kan? Hehe bercanda. Jantungku sepertinya tidak dapat bertahan lagi. Tetapi aku senang sudah diberikan hidup yang sangat lama. Aku harap sahabatku Kayla dan Kiara bahagia dengan keluarganya. Serta untuk sahabatku Arkan, teruskan mimpi kita untuk mengembangkan bisnis hingga keluar negeri. Jangan lupa menikah hehe.


Salam hangat dariku, orang paling ganteng.


Kayla membaca pesan itu dengan ekspresi sedih bercampur lucu. Ia tidak percaya Dirga masih bisa bercanda disisa umurnya.


"Aku turut berduka cita ya, honey. Meskipun sikapnya kadang menyebalkan, tetapi aku tau dia sebenarnya adalah orang yang baik"


"Iya bee. Aku sangat sedih mengetahui hal ini"


"Jangan menangis lagi ya. Kita sama-sama doakan yang terbaik untuk dia" ucap Aldo.


Aldo memeluk tubuh istrinya dan membiarkan Kayla mengeluarkan semua kesedihannya itu. Tidak ada kecemburuan dihatinya. Yang ada hanya lah rasa kasihan, karena melihat Kayla begitu kehilangan sahabatnya.


"Jangan menangis lagi ya. Dirga pasti tidak mau melihat sahabatnya bersedih karena kepergiannya. Jadi jangan menangis, honey. Nanti kecantikan kamu hilang loh kalau nangis terus"


Aldo mengusap wajah Kayla yang sudah berlinang ari mata.


"Iya bee" angguk Kayla, mengeratkan pelukannya pada Aldo.


Revan yang tidak tahu apa-apa dan melihat kedua orang tuanya berpelukan, lantas langsung memeluk Aurel saat Aurel mulai ikut menangis.


"Jangan menangis Dek. Nanti kecantikan kamu menghilang loh kalau nangis terus"


Revan mencoba meniru perkataan ayahnya. Namun, sepertinya perkataan itu tidak mempan pada Aurel dan membuat adik kecilnya itu semakin menangis dengan kencang.

__ADS_1


__ADS_2