Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Saling Menyalahkan


__ADS_3

Maaf sekali hari ini updatenya sangat telat 🙏🏻


...****************...


Aldo tidak kehabisan akal. Meskipun sudah diancam oleh Andre, ia memutuskan untuk memberitahukan semuanya kepada polisi agar mereka bisa mengikutinya diam-diam.


Ia yakin, Andre tidak mungkin semudah itu memberikan Revan padanya. Jadi ia memilih untuk bekerjasama dengan kepolisian dan tidak memperdulikan ancaman Andre.


Sepanjang perjalanan Aldo terus berdoa demi keselamatan Revan. Ya, entah mengapa ia sangat menyayangi anak yang bukan darah dagingnya itu. Ia seperti melihat sosok dirinya semasa kecil pada diri Revan, sehingga rasa sayangnya kepada Revan sangatlah besar.


Akhirnya Aldo telah sampai di alamat yang diberikan oleh Andre. Para polisi sudah berjaga-jaga dari kejauhan, bersiap untuk menangkap Andre kalau dia berani berbuat macam-macam pada Revan.


Aldo segera menghubungi Andre untuk meminta bertemu. Ia telah membawa sekoper uang sesuai kesepakatan.


Tidak lama kemudian, muncul lah Andre membawa Revan bersamanya. Dia mengikat pria kecil itu dengan tali agar tidak bisa kabur kemana-mana.


"Apa yang kamu lakukan brengsek? Kenapa kamu mengikat tangannya seperti itu? Lepaskan!" teriak Aldo.


"Papa, tolong Revan" ucap Revan, menangis sesegukan.


"Tolong lepaskan dia. Aku janji akan memberikan kamu uang, tapi tolong lepaskan dia dulu" kata Aldo, berusaha terlihat tenang.


"Serahkan uangnya terlebih dahulu, baru kamu boleh mengambil anak ini" ucap Andre, tertawa sinis.


"Baiklah aku akan memberikan kamu uang ini, tapi tolong berjanjilah untuk memberikan Revan"


"Ya, cepatlah. Semakin kamu banyak bicara, nyawa anak kesayangan kamu akan menjadi taruhannya"


Tanpa banyak berpikir lagi, Aldo langsung menyerahkan koper yang berisi uang kepada Andre. Saat ia akan mengambil Revan, Andre dengan cepat membawa lari Revan bersama uang yang berada di dalam koper.


"Penipu brengsek! Lepaskan Revan!" teriak Aldo, sambil lari mengejar Andre.


Polisi yang tadinya hanya melihat dari kejauhan, mulai mengejar Andre juga.


Kurang ajar. Ternyata dia menipuku. Aku pasti akan masuk penjara kalau sampai tertangkap. Tidak ada pilihan lain. Gumam Andre.

__ADS_1


Andre menghentikan larinya dan mengambil pistol dari saku belakangnya. Lalu mulai mengarahkannya tepat di kepala Revan.


"Jangan bergerak atau aku akan pastikan kepalanya akan meledak dalam hitungan detik"


"Papa" kata Revan, mulai menangis dengan kencang saat pistol mengarah ke kepalanya.


"Dasar gila. Hentikan!" teriak Aldo begitu histeris.


Para polisi juga menghentikan langkah mereka setelah melihat pistol yang diarahkan ke arah Revan.


Revan yang merasa sangat ketakutan melihat sebuah pistol berada sangat dekat dari dirinya, langsung menggigit lengan Andre saat dia sedang lengah.


Alhasil, Andre melepaskan tangannya dari tubuh Revan, membuat Revan berhasil lari meskipun tangannya masih dalam keadaan terikat.


"Jangan kesini Revan, jangan" teriak Aldo.


"Papa" panggil Revan, sambil berlari ke arah Aldo.


Aldo melihat Andre masih memegang pistol, sehingga ia menyuruh anaknya itu untuk tidak mendekat kearahnya lebih dulu. Namun semuanya terlambat, Andre mengarahkan pistolnya dengan sangat cepat dan langsung menembakkan satu buah peluru di bagian bahu Revan. Seketika pria kecil itu terjatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri.


Aldo terus menemani Revan, bahkan ia sampai menangis melihat anaknya itu terbaring lemah dengan darah yang terus mengalir.


Sesampainya di rumah sakit, dokter segera menyiapkan keperluan operasi untuk mengeluarkan peluru di bahu Revan. Sedangkan Aldo, terlihat begitu cemas menunggu di luar ruangan.


Drrrtt...Drrrttt


Hp nya bergetar, tanda satu pesan masuk dari Kayla. Aldo melihatnya sekilas kemudian segera mengabaikannya.


Tidak lama kemudian, hp Aldo mulai berdering. Kini Kayla tidak lagi mengirimkan pesan, melainkan langsung meneleponnya. Mau tidak mau, Aldo terpaksa mengangkat panggilan itu.


Asalamualaikum bee.


Waalaikumsalam. Ada apa?


Kenapa kamu bertanya seperti itu bee? Aku yang harusnya tanya kamu ada dimana sekarang? Aku khawatir. Revan sudah ketemu?

__ADS_1


Sudah. Tapi dia ditembak oleh ayah kamu yang brengsek itu. Aku tidak akan pernah memaafkan dia.


Aldo kembali geram mengingat ulah Andre kepada Revan.


Apa? Ditembak? Lalu keadaan Revan sekarang gimana bee? Aku ke sana ya sekarang. Kamu kirim alamatnya aja bee.


Nggak usah. Nanti aku yang rawat Revan di sini. Kamu jaga Aurel aja. Kamu kan baru melahirkan hari ini. Maaf ya nggak bisa temenin kamu.


Besok aku sudah bisa pulang kok bee. Kan aku lahirannya normal, jadi tidak perlu berlama-lama di rumah sakit. Nanti besok aku susul kamu ya ke rumah sakit di sana.


Nggak usah Kayla. Kamu di rumah aja dengan Aurel. Nanti aku jagain Revan. Nanti aku nggak fokus rawat Revan kalau kamu ke sini.


Ucapan Aldo benar-benar membuat Kayla sangat kecewa. Ternyata alasan Aldo tidak mengizinkannya menemui Revan karena Aldo merasa istrinya itu hanya akan mengganggu dan tidak membuatnya fokus merawat Revan.


Padahal anaknya tidak hanya Revan saja, melainkan ada Aurel yang jelas-jelas darah dagingnya sendri.


Jadi aku dan Aurel hanya jadi pengganggu bee? Padahal ini pertama kalinya aku mengurus anak. Aku ingin mengurusnya bersama kamu. Kita juga bisa mengurus Revan bersama-sama juga kalau kita ketemu. Tapi ternyata kamu nggak mau ya? Baik, terserah kamu. Aku tidak akan pulang ke rumah.


Kamu jangan egois Kayla. Revan sedang koma sekarang dan dia sedang di operasi. Aku hanya ingin fokus menjaganya sampai dia pulih kok. Ini semua kan terjadi juga gara-gara kamu yang nggak bisa jagain Revan dengan benar.


Berapa kali aku harus bilang sih Mas? Aku benar-benar nggak ada niat buat biarin Revan seperti itu.


Sudah lah Kayla. Kalau kamu tidak ingin merawat Revan bilang aja yang jujur. Daripada dia harus mengalami hal seperti ini. Jangan mentang-mentang sudah ada Aurel kamu jadi berubah kayak gini.


*Benar-benar keterlaluan kamu Mas. Aku sudah menganggap Revan sebagai anak aku sendiri. Tapi kenapa kamu malah nyalahin aku? Aku baru melahirkan Mas, kamu harusnya mengerti kondisi aku juga.


Sudah lah. Nanti kita bicarakan lagi kalau ada waktu*.


Nggak perlu. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi saat ini. Aku benar-benar kecewa banget sama kamu. Mulai sekarang, kamu tidak usah pedulikan aku dan juga Aurel.


*Te*rserah kamu. Aku capek bertengkar.


Iya. Aku juga begitu.


Kayla langsung mematikan sambungan telepon, membuat Aldo semakin stres karena mereka akhirnya menjadi bertengkar.

__ADS_1


"Kenapa malah jadi bertengkar dengan Kayla sih? Padahal kan dia yang salah. Dasar kekanak-kanakan" kesal Aldo, sambil mengacak-acak rambutnya karena frustasi.


__ADS_2