
Laura yang melihat dari kejauhan langsung merasakan sakit di hatinya. Keputusannya untuk berpisah semakin jelas dipikirkannya.
Padahal saat itu, dirinya berencana untuk menemui Kiara karena ingin memperbaiki hubungan pertemanan mereka yang sempat merenggang.
Laura memilih untuk pulang ke rumah dan tidak jadi menemui Kiara.
Kembali kepada Raffa dan Kiara. Keduanya yang saling menatap satu sama lain selama beberapa detik pun akhirnya tersadar.
"Hmmm maaf Kiara, apa Nyonya Kayla ada di dalam?" tanya Raffa.
"Eh iya ada. Untuk apa Kak Raffa mencari Kak Kayla?"
"Aku disuruh Tuan Aldo untuk ke sini"
"Baiklah. Silahkan masuk Kak" ucap Kiara, mempersilahkan masuk.
Raffa masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu. Tidak lama kemudian, Kayla terlihat turun menuruni tangga dan menatap tajam ke arah Raffa, disusul oleh Kiara di belakangnya.
Tentu saja tatapan dari Kayla, membuat Raffa sedikit ketakutan.
"Mau apa kamu? Mas Aldo yang menuyuruhmu ke sini?" tanya Kayla.
"Iya Nyonya. Revan sudah sadar dan dia ingin bertemu dengan Anda dan juga Aurel. Jadi Tuan Aldo menyuruh saya untuk menjemput Anda, Nyonya" ujar Raffa.
"Syukurlah kalau Revan sudah sadar. Tapi kenapa bukan dia yang datang ke sini dan menjemput kami?"
"Saya kurang tau Nyonya. Tuan Aldo hanya menyuruh saya untuk ke sini dan menjemput Nyonya dan juga Aurel"
Kayla terlihat menghela napas dan membuangnya dengan kasar.
"Bilang ke Bos kamu itu untuk berhenti mencariku. Waktu itu aku mau ke sana dia malah menolaknya. Sekarang apa? Dia mau aku ke sana dan bahkan bukan dia yang menjemput tapi menyuruh kamu untuk datang? Tolong Raffa, bilang ke Mas Aldo, siapkan surat-surat perceraian kami"
"Apa? Saya tidak salah dengar Nyonya?" tanya Raffa, mengira pendengarannya yang kurang baik.
"Tidak" jawab Kayla dengan sangat singkat dan langsung berlalu pergi ke dalam kamarnya.
Raffa yang melihat hal itu bingung harus berbuat apa.
"Bisa Kakak pergi sekarang? Sepertinya masalahnya sudah sangat jelas" ucap Kiara, begitu dingin.
"Baik. Saya permisi" pamit Raffa.
Cukup lama Kiara menatap kepergian Raffa dari balik jendela. Namun lagi-lagi dirinya sadar, rasa yang masih dipendamnya selama ini harus segera hilang.
__ADS_1
Saat ini Raffa kembali ke rumah sakit tempat Revan sedang dirawat. Sesampainya di sana, ia melihat Aldo yang sedang menemani Revan menonton film Avenger kesukaan anaknya itu.
"Permisi Tuan. Apa saya bisa bicara sebentar?"
Revan yang melihat asisten Ayahnya itu tidak bersama Ibu dan Adik tirinya, menjadi bingung.
"Om Raffa, mana Mami Kay dan Aurel?" tanya Revan.
"Iya. Mana istri dan anak saya? Kamu nggak jemput mereka?" sambung Aldo.
"Hmm maaf. Tapi ada sesuatu yang penting harus saya beritahu Tuan. Mungkin bisa bicara di luar sebentar"
Aldo yang merasa ada yang tidak beres langsung mengiyakannya.
"Kamu lanjut nonton ya sayang. Papa keluar sebentar" ucap Aldo.
"Iya Papa"
Aldo dan Raffa akhirnya keluar dari ruangan, menjauh dari Revan.
"Ada apa sebenarnya?"
Raffa mulai menceritakan semua yang dikatakan Kayla tanpa ada yang terlewati sedikit pun.
"Apa? Kenapa dari kemarin dia terus membahas cerai? Apa dia sudah gila? Kalau memang tidak suka dengan kehadiran Revan harusnya dia bilang dari awal" kesal Aldo.
"Apa? Apa maksud kamu?"
"Sejak Nyonya Kayla melahirkan, Tuan langsung menyalahkan Nyonya begitu saja lalu yang saya dengar, kali ini Tuan lagi-lagi menyalahkan Nyonya. Apakah Tuan tidak merasa kalau diri Tuan memiliki salah juga? Menurut saya, Tuan harusnya intropeksi diri, sebelum Nyonya Kayla benar-benar pergi dari kehidupan Tuan" ujar Raffa.
Perkataan Raffa seakan membuka pikiran Aldo. Ia baru menyadari, kalau selama ini dirinya memang belum pernah ada waktu untuk istri dan anaknya itu.
"Kamu bisa jaga Revan sebentar saja? Aku ingin menemui Kayla sekarang" ucap Aldo.
"Baik Tuan"
Aldo langsung bergegas pergi menemui Kayla. Pikirannya campur aduk saat ini. Ada rasa bersalah yang teramat sangat dirasakannya karena sudah tidak memperdulikan Kayla dan juga Aurel.
Selama ini apa yang kamu pikirkan sih Aldo. Anak kamu bukan cuma Revan saja sekarang, tapi sudah ada Aurel juga. Kamu juga sudah mempunyai istri yang sangat baik dan sabar tapi kenapa kamu jadi bodoh begini dan malah membiarkan mereka. Aldo membatin dan merutuki dirinya sendiri.
Mobil pun telah sampai di depan rumah keluarga Kayla. Tanpa menunggu lagi, Aldo langsung membunyikan bel rumah dan berharap Kayla bisa memaafkannya.
Saat pintu terbuka, ternyata yang membuka pintu adalah Kiara.
__ADS_1
"Mau apa Kakak kesini? Nggak puas udah nyakitin Kakak aku?" bentak Kiara.
"Maaf Kiara. Tapi bisakah aku bicara dengan Kayla?"
"Tidak. Orang seperti Kakak nggak pantas berada di kehidupan Kak Kayla lagi. Pergi sana" usir Kiara.
"Aku mohon Kiara. Kasih aku kesempatan, aku ingin bicara dengan Kayla dulu. Ini demi rumah tangga aku dan dia, aku mohon" ucap Aldo, tidak ingin pergi.
"Rumah tangga apa maksud kamu Mas?"
Kayla muncul tiba-tiba, membuat Kiara dan Aldo menoleh seketika.
"Honey, aku minta maaf"
Aldo menuju ke arah Kayla dan ingin memeluknya
Namun dengan cepat, Kayla menghindar.
"Pergi kamu"
"Aku mohon maafin aku honey. Kamu tau kan betapa aku sangat sayang ke Revan, waktu itu aku terlalu stres. Maafin aku ya. Aku baru menyadari kesalahan aku sekarang. Aku minta maaf"
Aldo menggenggam tangan Kayla, berharap Kayla mau memaafkannya.
"Siapa itu Kayla, Kiara?" tanya Sinta yang baru muncul, setelah mendengar suara ribut-ribut dari arah ruang tamu.
"Orang yang menelantarkan anak dan istrinya, Ma. Usir aja dia, aku nggak mau ketemu dan nggak butuh penjelasan dia"
"Dan satu lagi, siapkan semua surat perceraian kita Mas. Aku serius" lanjutnya.
Kayla menghempaskan genggaman tangan Aldo dan segera masuk ke dalam kamar.
"Makanya jadi orang jangan cuma tau menyalahkan istri aja" celetuk Kiara, kemudian berlalu pergi.
"Mama aku.."
"Mama kecewa sama kamu Aldo. Harusnya kamu bisa membagi perhatian kamu dengan adil. Mama sedih melihat anak Mama menangis. Maaf, sebagai mertua, Mama nggak bisa bantu apa-apa lagi. Silahkan pergi" potong Sinta.
"Ma, aku mohon izinkan aku bicara dengan Kayla lagi. Aku ingin menjelaskan semuanya"
"Apa yang perlu dijelaskan lagi? Kamu saja tidak sopan menyuruh asisten kamu untuk menjemput Kayla dan juga Aurel tadi. Terus sekarang tiba-tiba kamu datang dan minta maaf? Kemana saja kamu selama ini? Awalnya Mama masih mendukung kamu untuk bersama dengan Kayla, tapi semenjak kejadian tadi, Mama sadar ternyata kamu bukan orang yang baik dan tidak menghargai kami semua. Pergi! Bentak Sinta.
Aldo terus memohon agar bisa dipertemukan dengan Kayla. Namun, Sinta tidak memperdulikannya dan tetap mengusir Aldo agar pergi dari rumahnya.
__ADS_1
Saat itu juga Aldo sadar, karena sifatnya yang seperti itu, semua orang yang berada di dekatnya mulai menghilang satu per satu dari kehidupannya.
Maafkan aku Kay. Aku salah. Gumamnya, mulai meneteskan air mata.