Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Masih Dihukum


__ADS_3

Hubungan rumah tangga Aldo dan Kayla sudah lebih baik, meskipun Kayla masih belum juga memberikan jatah kepada Aldo. Ya, itu adalah hukuman untuk Aldo yang diberikan oleh Kayla. Entah sampai kapan hukuman itu akan berakhir, Kayla sengaja tidak memberitahukannya sehingga membuat Aldo menjadi stres.


"Honey kapan hukumannya selesai? Masa kamu tega biarin aku tahan nafsu kayak gini sih"


"Tahan aja bee. Hitung-hitung kamu harus berpuasa dulu. Ya kurang lebih sebulan doang"


"Apa? Sebulan? Kamu mau nyiksa aku? Jangan gitu dong. Susah banget honey" rengek Aldo.


"Udah kamu pergi kerja aja bee. Nanti telat loh" kata Kayla, sambil merapikan dasi Aldo.


"Kan aku bosnya nggak masalah kalau aku telat"


"Maka dari itu seorang bos tidak boleh terlambat, biar pegawainya nggak ngikutin" balas Kayla, kemudian berjinjit mengecup bibir Aldo dengan singkat.


"Kok cuma dikecup?" tanya Aldo.


"Terus mau gimana?"


"Harusnya gini dong"


Aldo menarik tengkuk Kayla, kemudian ******* bibirnya dengan sangat dalam. Hingga akhirnya Kayla sudah hampir kehabisan napas dan mulai memukul dada suaminya.


"Bee, aku hampir mati gara-gara kamu" kesal Kayla.


"Siapa suruh kamu nggak kasih jatah ke aku. Kan aku jadinya sedih. Kalau nanti ada perempuan yang nawarin gimana?"


Aldo sengaja memanas-manasi Kayla agar mau memberikannya jatah secepatnya.


"Kalau sampai kamu berani dekat dengan wanita lain, aku akan benar-benar pergi dari hidup kamu"


"Wah..wah aku cuma bercanda honey. Jangan serius dong. Iya aku tunggu sampai kamu maafin aku ya. Aku ke kantor dulu. Dadah istriku, dadah Aurel sayang"


Aldo mengecup pipi Kayla dan juga Aurel, secara bergantian.


Revan yang sudah kembali bersekolah hari ini, terlihat kesal karena lama menunggu Aldo untuk mengantarkannya ke sekolah.


"Anak Papa kenapa cemberut sih? Masih pagi loh"


"Papa lama banget nanti Revan telat"


"Maaf ya. Mami kamu rindu banget sama Papa jadi lama deh"


"Sengaja banget pakai nama aku, biar nggak dimarahin Revan" ledek Kayla.


Aldo hanya tersenyum, kemudian mengedipkan sebelah matanya.


Saat Kayla ingin masuk ke dalam rumah, ia melihat nama Laura terpampang di layar hp nya.


Laura? Tumben dia telfon. Ada apa ya?

__ADS_1


Kayla memutuskan mengangkatnya dan mulai berbicara dengan sahabatnya yang sudah lama tidak terdengar kabarnya itu.


Assalamualaikum Laura. Akhirnya kamu nelfon. Udah lama ya?


Waalaikumsalam. Iya Kay aku rindu kamu. Boleh aku ke rumah kamu nggak? Ada yang mau aku ceritain.


Boleh. Datang aja. Kapan mau ke sini?


Hari ini. Tungguin ya, aku otw.


Oke ditunggu.


Kayla mematikan sambungan telepon dan terlihat mulai berpikir dengan perkataan Laura. Ia takut Laura akan membahas perceraiannya dan menceritakan kekesalannya terhadap Kiara.


Kalau sudah begitu, tentu saja Kayla tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak tahu cara menyelesaikan masalah mereka.


1 jam kemudian


Terdengar suara klakson mobil dari luar rumah. Tidak lama kemudian, keluar lah Laura dan Faris dari dalam mobil.


Keduanya kemudian mengetuk pintu rumah Kayla dan akhirnya dibuka oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu.


"Maaf Mbok, Kaylanya ada?" tanya Laura


"Iya ada. Silahkan masuk"


Laura dan Faris akhirnya memasuki rumah dan duduk di ruang tamu. Tidak lama setelah itu, nampak Kayla yang sedang menggendong Aurel, mulai menuruni tangga.


"Hmm.. Laura, kenapa bisa ada Faris ya di sini?"


"Tenang Kay. Dia nggak macam-macam kok. Aku ke sini bareng dia, karena mau kasih tau kamu sesuatu hal" ujar Laura.


"Apa itu?" tanya Kayla.


"Kami akan menikah 3 bulan lagi" ungkap Faris.


"Apa?" kaget Kayla.


"Eh maaf. Aku senang dengarnya. Tapi bagaimana bisa? Dan kapan kalian menjalin hubungan?" selidik Kayla.


"Baru beberapa hari. Kami bertemu setelah sama-sama menerima penolakan dari orang yang kami cintai" ucap Laura.


"Sudah kuduga. Kalian tuh memang jodoh tau nggak. Wajah kalian tuh lama-lama dilihat mirip loh"


"Alah alasan kamu" kata Laura sambil tertawa.


"Hahaha. Jadi kalian ke sini mau kasih tau info bahagia ini ke aku lebih dulu? Aku terharu banget sama kalian. Kirain aku udah dilupain"


"Nggak mungkin lah. Kamu orang pertama yang kami beritahu, selain keluarga tentunya" ucap Faris.

__ADS_1


"Uhhh kalian so sweet banget. Makasih ya. Aku pasti datang kok. Hmm..Tapi ngomong-ngomong, Kiara dan Raffa kalian juga undang kan?" tanya Kayla, dengan hati-hati.


"Iya. Kami pasti mengundang mereka. Mantan bukan berarti jadi musuh kan?"


Kayla lega, akhirnya tidak ada lagi permasalahan diantara mereka.


"Oke kalau begitu, aku senang dengarnya. Kalian mau minum apa?"


"Nggak usah repot-repot. Kita harus milih gedung pernikahan sekarang, udah ditungguin. Nanti kapan-kapan aku main lagi ke sini ya, Kay" ucap Laura.


"Wah gercep banget nih calon pengantin. Oke, lain kali main lagi ke rumah ya" kata Kayla.


"Iya. Kami pergi dulu. Bye Kayla" ucap Laura, melambaikan tangan.


Kayla balas melambaikan tangan kepada Laura dan Faris dan menatap kepergian kedua calon pengantin itu.


Akhirnya mereka berjodoh juga. Takdir memang unik. Guman Kayla, sambil tersenyum.


Di kantor, Aldo duduk di kursi kerjanya dengan wajah yang murung. Raffa yang melihat wajah bosnya terlihat sedih, merasa penasaran.


"Mohon maaf Tuan, wajah Tuan kenapa kelihatan murung?"


"Kamu bisa dipercaya nggak? Nanti pas saya curhat, kamu bocorin lagi" ucap Aldo.


"Tenang Tuan. Rahasia akan aman di saya" kata Raffa.


"Istri saya masih marah dan dia nggak mau kasih jatah. Jadi pusing gimana cara bujuknya"


"Ohh jadi itu masalahnya. Memang susah sih kalau sudah masalah perempuan"


"Menurut kamu, saya harus apa?" tanya Aldo.


"Sabar aja Tuan. Mungkin sudah nasib Tuan jadi kayak begini" jawab Raffa, membuat Aldo kesal.


"Keluar kamu dari ruangan saya kalau tidak bisa memberikan solusi. Tambah bikin emosi aja"


"Saya cuma bercanda Tuan, biar Tuan nggak terlalu tegang. Kalau menurut saya, sebaiknya Tuan berhenti merayu atau membujuk Nyonya Kayla"


"Kamu gila apa? Mau buat saya tambah dimarahin Kayla?" bentak Aldo.


"Bukan seperti itu Tuan. Tapi siapa tau kalau Tuan cuek, Nyonya Kayla pasti jadi penasaran dan mau memaafkan Tuan" ujar Raffa.


"Wah kamu mentang-mentang sudah berbaikan dengan Kiara jadi santai banget ya. Udah keluar sana, solusi kamu nggak membantu sama sekali


"Baik Tuan. Tapi siapa tau kalau mau ikut saran saya, mungkin bisa dicoba. Permisi"


Raffa keluar dari ruangan dengan tersenyum puas.


"Apa aku harus ikut perkataan dia ya? Tapi perkataannya belum tentu bisa dipercaya. Raffa kan diam-diam iblis, suka menjerumuskan orang" kata Aldo, terlihat pusing memikirkan perkataan asistennya itu.

__ADS_1


Raffa yang diam-diam mengintip dari balik pintu, menahan ketawanya karena melihat wajah Aldo yang sangat lucu saat stres.


Selamat berjuang bos bucin. Gumam Raffa.


__ADS_2