Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Selalu Bahagia


__ADS_3

Setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya, selanjutnya Raffa meminta restu kepada orang tua Kiara.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Sinta.


"Maaf Tante. Tujuan saya kemari ingin meminta restu pada Tante dan juga Om" jawab Raffa.


"Restu? Apa maksud kamu?"


"Saya ingin menikahi Kiara, Tante"


"Bukannya orang tua kamu nggak setuju? Saya tidak mau melihat anak saya terluka untuk kesekian kalinya gara-gara kamu"


"Itu tidak akan terjadi Tante. Kemarin orang tua saya sudah merestui kami" ucap Raffa.


Sinta yang masih belum percaya, lantas segera memanggil putrinya itu.


"Kiara, kesini sebentar" teriak Sinta.


"Ada apa, Ma? Kok teriak-teriak sih"


Kiara berjalan menuju ke tempat ibunya berada dan terkejut setelah melihat Raffa yang datang ke rumahnya.


"Kak Raffa? Kok nggak bilang-bilang kalau mau datang?"


"Sengaja. Karena aku ingin minta restu kepada orang tuamu" kata Raffa.


"Ohh begitu"


"Kamu beneran sudah direstui oleh orang tuanya?" tanya Sinta pada Kiara.


"Iya, Ma. Kemarin aku ke rumah Kak Raffa dan kami sudah direstui" jawab Kiara, sambil tersenyum.


Kok aku merasa ada yang tidak beres ya. Seperti ada sesuatu hal yang telah direncanakan. Tapi semoga saja dugaanku salah. Batin Sinta.


"Baiklah kalau begitu. Atur pernikahan kalian mulai dari sekarang. Kasihan Kenzo, dia pasti sangat membutuhkan sosok Ayah"


"Baik Tante, akan saya atur secepatnya. Terima kasih sudah merestui kami"


Raffa dan Kiara merasa lega, karena kini hubungan mereka telah direstui oleh keluarga masing-masing. Meskipun dibalik semua itu, ada rencana jahat Beka yang tidak ingin menyatukan hubungan keduanya.


.


.


.


Kayla memutuskan untuk mengunjungi Aldo di kantor. Entah kenapa hari ini ia merasa ingin jalan-jalan keluar rumah dan tempat yang ingin ditujunya adalah kantor suaminya itu.


Karena Revan masih di sekolah, jadi ia hanya membawa Aurel bersamanya dan pergi ke kantor.

__ADS_1


Setelah melihat kantor milik Aldo, Kayla menjadi rindu saat dimana dulunya ia selalu berada di kantor ini ketika almarhum orang tua angkatnya masih hidup.


Perlahan, ia memasuki kantor itu sambil mendorong stroler bayi. Saat Kayla akan memasuki ruangan Aldo, ia dicegat oleh resepsionis.


"Maaf Nyonya Kayla. Tadi Tuan Aldo memberi pesan bahwa sekarang tidak ada yang boleh mengganggunya"


"Tapi saya Istrinya. Masa saya tidak boleh mengunjungi suami saya sendiri" ucap Kayla.


"Maaf Nyonya. Tapi ini pesan dari Tuan Aldo. Saya tidak berani membantahnya" kata wanita itu, tetap tidak mengizinkan.


Merasa kesal, Kayla mengambil hp nya dan berniat untuk menghubungi Aldo. Sayangnya, hp nya mati karena lupa dicas.


"Hp saya mati Mbak. Bisa saya pinjam hp nya untuk menghubungi suami saya? Saya sudah jauh-jauh loh kemari. Masa saya pulang begitu saja"


"Maaf Nyonya. Hp saya juga sedang dicas sekarang. Sekali lagi mohon maaf"


Kayla mengintip ke arah tempat colokan. Namun, ia sama sekali tidak melihat ada hp yang dicas disana. Itulah yang membuat Kayla tambah kesal lagi.


"Biarkan saya masuk ke ruangannya dan berbicara sebentar dengannya"


Kayla memaksa untuk masuk, tetapi tetap ditahan oleh wanita yang menjaga resepsionis. Bahkan wanita itu sampai memanggil satpam untuk mengusir Kayla.


Untung saja saat itu Aldo baru saja keluar dari ruangannya, sehingga dia bisa melihat istrinya yang ingin diseret oleh satpam.


"Berhenti menyeret Istri saya!" teriak Aldo.


Suaranya bergema keseluruh ruangan, membuat semua orang termasuk wanita resepsionis dan satpam menjadi terdiam.


Wajah Aldo kini merah padam.


"Tidak apa-apa, Mas. Aku tadi cuma bosan di rumah makanya mau jalan-jalan ke kantor kamu. Tapi katanya kamu sibuk dan tidak ingin diganggu, jadi aku memaksa untuk masuk. Ini salahku" ujar Kayla.


"Tidak kamu tidak salah honey. Ini peringatan untuk kalian semua yang ada di kantor ini. Sekali lagi saya melihat kalian berani mengusir Istri dan anak saya, maka kalian harus siap-siap dipecat dari kantor ini. Mengerti?!"


"Mengerti Tuan" ucap seluruh karyawan yang berada di ruangan itu.


"Ayo masuk"


Aldo menggenggam tangan Kayla dan membawanya masuk ke dalam ruang kerjanya bersama Aurel.


Resepsionis wanita yang sempat beradu mulut dengan Kayla tadi merasa lega, karena ternyata Kayla tidak memberitahukan kalau dia lah yang tidak mengizinkan masuk.


Di dalam ruangan, Aldo memeluk pinggang Kayla dan bersandar di bahunya sambil menghirup bau mint dari rambut Kayla yang baru selesai dikeramas.


"Mana Raffa, bee? Tumben dia nggak ada disini. Biasanya kan kalian selalu nempel kayak permen karet" ledek Kayla.


"Dia lagi minta restu di rumah Kiara. Cuma dia asisten yang berani mengurus urusan pribadinya saat jam kerja"


"Hahaha sabar bee. Jangan marah-marah dong. Untuk mendapat cinta memang perlu usaha dan perjuangan" ucap Kayla.

__ADS_1


"Iya honey. Seperti aku yang berjuang untuk kamu kan?"


Aldo ingin mencium bibir Kayla tetapi gagal dikarenakan Raffa yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.


"Berapa kali saya harus bilang untuk memgetuk pintu hah?" teriak Aldo, karena merasa kesal.


"Bee jangan teriak. Nanti Sore nangis" kata Kayla.


"Maaf Tuan. Saya tidak tau kalau ada Nyonya Kayla datang ke kantor" ucap Raffa, menundukkan kepalanya.


"Meskipun tidak ada Kayla kamu tidak bisa membuka pintu begitu saja. Bikin kaget aja"


"Maaf Tuan, Nyonya. Saya permisi kalau begitu"


"Eh tunggu" tahan Kayla.


"Ada apa Nyonya?"


"Bagaimana hubungan kamu dengan Kiara?"


"Alhamdulillah sudah direstui. Kami akan mempersiapkan pernikahan kami secepatnya"


"Alhamdulillah. Aku senang dengarnya. Makasih ya, jaga baik-baik Kiara"


"Siap Nyonya. Saya permisi. Oh iya Tuan, sebaiknya Anda mengunci pintu ruangan Anda. Bisa saja nanti saya khilaf dan tiba-tiba membukanya"


"Asisten nggak tau diri" teriak Aldo.


Raffa tertawa dan langsung berlari keluar setelah berhasil membuat bosnya marah.


"Bee, jangan marah-marah dong. Nanti tambah tua"


"Kamu udah nggak sayang aku kalau udah tua?" tanya Aldo.


"Tetap sayang kok"


Kayla memegang wajah Aldo dengan kedua tangannya, lalu mencium pipi kanan Aldo.


"Kenapa cuma kanan aja yang dicium? Nanti yang kiri cemburu loh" kata Aldo.


"Ihh gombal" Kayla tertawa lalu kembali memeluk Aldo.


Tiba-tiba terdengar suara Aurel yang menangis, saat Aldo dan Kayla sedang bermesraan.


"Ya ampun anak Papa nangis. Pasti dia sedih karena nggak diajak main. Ayo sini Papa gendong"


Aldo mengangkat Aurel dan mulai menggendongnya. Akhirnya Aurel pun berhenti menangis.


"Sekarang Aurel sudah nggak nangis lagi ya digendong kamu, bee"

__ADS_1


"Iya dong. Karena dia tau Papanya itu ganteng banget. Jadi nggak nangis lagi"


Seakan mengerti dengan perkataan ayahnya, Aurel tertawa setelah mendengar ucapan Aldo. Kayla dan Aldo yang melihat anaknya sangat lucu saat tertawa pun ikut tertawa juga dan mencium kedua pipi gembul Aurel.


__ADS_2