
Hari ini, tepat 1 minggu Kayla dan Kiara berada di kota Y, untuk memulai kehidupan mereka yang baru.
Toko roti yang mereka buka bersama langsung menjadi terkenal di kota itu berkat kerjasama dengan Dirga dan juga Arkan. Ya, mereka memutuskan untuk menerima ajakan kerjasama dengan kedua pria tersebut.
Meskipun baru satu minggu berkenalan, tetapi Kayla yakin Dirga dan Arkan orang yang sangat baik dan mau membantu ia dan adiknya dalam berbisnis.
Kedua pria itu juga tidak segan lagi untuk mendatangi rumah Kiara dan Kayla. Entah itu datang untuk memgobrol ataupun menjaga anak, saat Kayla dan Kiara sedang sibuk membuat roti.
"Dirga, kamu bisa jagain Aurel bentar kan? Aku mau buat adonan rotinya dulu"
"Aku juga titip Kenzo ya, Kak Arkan" sambung Kiara.
"Oke" jawab Arkan.
Dirga tidak menjawab dan malah menunjukkan wajah betenya.
"Kenapa wajah kamu kayak gitu? Aku nggak bisa minta tolong ya?" tanya Kayla.
"Bukan begitu. Tapi kamu nggak dengar, Kiara aja manggil Arkan dengan panggilan Kakak, masa kamu nggak mau panggil aku Kakak juga sih? Padahal kan aku 4 tahun lebih tua dari kamu" ujar Dirga.
"Ya ampun aku kirain kenapa. Iya deh iya, Kak Dirga. Tolongin jaga Aurel ya" ucap Kayla.
"Nah gitu dong. Ayo sini Aurel, nanti Daddy ajak main ya, Mommy kamu masak dulu"
Mendengar lelucon Dirga, lagi-lagi Kayla memukul lengannya.
"Jangan mulai deh" kesal Kayla.
"Mommy kamu marah-marah mulu ya. Daddy dipukulin terus nih"
Dirga lagi-lagi membuat Kayla kesal dan hampir saja memukulnya dengan panci. Beruntungnya Dirga langsung lari sambil menggendong Aurel agar menjauh dari Kayla.
"Kode tuh kayaknya, Kak" kata Kiara sambil tertawa.
"Kode apa? Jangan mulai lagi deh"
"Ihh Kakak mah kesal mulu, nggak bisa diajak bercanda dikit deh. Slow dong Kak"
"Udah nggak usah dibahas lagi, ayo mulai buat adonannya. Hari ini kan banyak pesanan" ucap Kayla.
__ADS_1
Kayla, Kiara dan Bu Lastri sedang sibuk membuat adonan kue. Sedangkan Dirga dan Arkan, bagian mengurus anak.
Setelah semuanya sudah siap, Dirga dan Arkan mulai pamit untuk pulang dan membawa seluruh roti-rotinya ke restoran mereka.
"Makasih ya udah dibuatin semua kuenya" kata Dirga.
"Sama-sama. Makasih juga udah jagain anak-anak kami" balas Kayla.
"Tidak masalah. Kalau butuh untuk jagain anak kalian lagi, hubungi kami aja" ucap Dirga sambil menyenggol lengan Arkan.
"Iya benar itu. Oh iya, kami pamit dulu ya"
"Iya hati-hati" kata Kiara, sambil tersenyum.
"Kalau begitu Ibu pamit juga ya, Non" pamit Bu Lastri.
"Oh iya Bu, makasih udah bantuin. Besok lagi ya, Bu"
"Baik Non Kayla, Non Kiara"
Sekarang, Kayla dan Kiara sudah bisa bersantai sejenak karena telah selesai membuat kue. Mereka memang memutuskan untuk membuka toko roti pada saat malam hari dan siang hari dilakukan untuk membuat roti pesanan Dirga yang akan dijual di restorannya.
Kayla bisa tahu bahwa sapu tangan itu milik Dirga, karena tangan Dirga selalu berkeringat, sehingga dia selalu membawa sapu tangan.
Ia memutuskan untuk mengirimkan sms kepada Dirga tentang barangnya yang ketinggalan itu. Dirga pun membalas pesan Kayla dengan cepat dan mengatakan akan mengambilnya nanti malam.
Malam harinya, Kayla dan Kiara bersiap untuk membuka toko mereka. Namun, ketukan pintu membuat mereka menghentikan aktivitas mereka saat ini.
"Kak, ada tamu tuh kayaknya" kata Kiara.
"Sepertinya Dirga mau ambil barangnya yang ketinggalan. Kakak buka dulu ya"
Kayla mengambil sapu tangan yang ditinggalkan Dirga, mengira bahwa tamu yang datang adalah Dirga. Ternyata, saat ia membuka pintu alangkah terkejutnya ia saat melihat sosok pria yang berdiri dihadapannya bukanlah Dirga, melainkan Aldo. Suaminya, yang sudah seminggu lebih ini ia jauhi. Sapu tangan yang dipegangnya lantas jatuh ke lantai.
Tangan dan bibir Kayla bergetar melihat suami yang masih dicintainya itu berdiri dengan wajah lesuh dan rambut yang berantakan, seperti tak terurus.
Ternyata Aldo tidak datang sendirian, dirinya datang bersama Raffa yang juga ingin menemui Kiara. Kini bukan hanya Kayla saja yang gemetaran, tetapi Kiara yang melihat Raffa juga ikut gemetar.
"Aku mau bicara dengan kamu, Kiara. Bisakah kamu izinkan aku bicara?" tanya Raffa.
__ADS_1
"Jangan bicara di sini. Ayo bicara di luar" jawab Kiara.
Raffa dan Kiara mulai berbicara di luar rumah dan tinggal lah Aldo dengan Kiara di depan pintu.
"Bisa kita bicara di dalam, honey?"
Kayla diam beberapa saat, kemudian mengangguk mengiyakan. Setelah mereka duduk di ruang tamu, Aldo mulai kembali berbicara.
"Kenapa kamu lari sejauh ini dariku, Kay? Aku hampir gila mencarimu"
Aldo mulai berkaca-kaca, lalu meneteskan air matanya. Hatinya kini merasakan sakit yang teramat sangat karena perasaan bersalah atas perbuatannya yang sudah menelantarkan istri dan anaknya.
"Darimana kamu tau aku di sini, Mas?" tanya Kayla.
"Aku ingat kamu pernah tinggal di sini selama beberapa tahun sewaktu kecil. Jadi aku memutuskan untuk ke sini" jawab Aldo, menyeka air matanya yang terus bercucuran.
"Bagaimana kabar Revan?"
"Baik. Dia sangat merindukan kamu dan Aurel. Kamu mau ya pulang bersamaku. Kita perbaiki hubungan kita seperti dulu lagi, sebagai keluarga utuh. Kita berempat honey. Kamu mau kan?"
Kayla tampak berpikir, apakah ia harus semudah itu memaafkan Aldo atau tidak. Hatinya masih terlalu sakit untuk memaafkan Aldo semudah itu dan juga dirinya sudah merasa nyaman tinggal di kota yang ia tempati saat ini.
"Honey, kenapa kamu tidak menjawab? Apa kamu benar-benar mau pisah denganku? Sungguh aku tidak mau itu terjadi dan itu tidak akan pernah terjadi" ucap Aldo.
"Aku sudah merasa nyaman tinggal di sini, Mas. Aku juga sudah membuka toko roti bersama Kiara dan aku bahagia. Aku dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik dan peduli, maka dari itu aku senang tinggal di sini. Begitu pun dengan Aurel"
Belum sempat Aldo menjawab, Dirga langsung menyelonong masuk ke dalam rumah tanpa permisi.
"Kayla sapu tangan aku ma....na?"
Suara Dirga terhenti karena melihat seorang pria sedang bercerita dengan Kayla.
"Upss maaf mengganggu pembicaraan kalian. Oh iya Kay, sapu tangan aku mana?"
"Oh iya maaf Dirga. Itu jatuh di samping kamu" tunjuk Kayla.
"Kok sapu tangan aku dibuang-buang sih. Oh iya Aurelnya mana, Kay? Bilang ke dia Daddy rindu nih"
Kayla terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna karena mendengar perkataan Dirga. Apalagi dia berbicara tepat di depan Aldo yang notabenya ayah kandung Aurel.
__ADS_1
Kayla sangat gugup melihat rahang Aldo yang mengeras dan tangannya yang terkepal.