
Hari ini merupakan hari dimana acara pernikahan Raffa dan juga Laura akan dilangsungkan. Jika kebanyakan pasangan berbahagia saat akan menikah, berbeda halnya dengan kedua pasangan ini, yang sama sekali tidak ada senyum terukir di wajah mereka.
Kayla yang turut hadir lebih awal sebelum ijab kabul dilaksanakan, merasa sedih melihat sahabatnya yang tidak bahagia dengan pernikahannya, begitu pun dengan adiknya yang ditinggal nikah.
Tok tok tok
"Aku boleh masuk nggak nih?"
Kayla membuyarkan lamunan Laura yang sedang menghayal, menatap kosong ke arah cermin.
"Eh kamu Kay. Ayo sini masuk" panggil Laura.
"Kamu kenapa cemberut gitu? Kan udah mau nikah" kata Kayla.
"Kamu kan tau aku cuma dijodohin" ucap Laura, sambil tertunduk.
"Jadi selama ini kamu suka Faris? Kenapa nggak jujur aja dari dulu? Kan aku bisa bantuin kamu"
"Tapi dia suka banget ke kamu Kay. Dia tidak pernah memberikan celah sedikit pun untuk aku masuk kedalamnya. Menurutnya, aku hanya sebatas teman. Itu aja"
"Maafin aku ya"
"Kenapa harus minta maaf? Kamu nggak salah kok. Yang salah itu aku, karena terlalu bodoh. Aku juga merasa bersalah ke adik kamu, Kay. Padahal aku udah kenal dekat dengan Kiara, tapi sekarang aku malah rebut pacar dia. Aku takut dia marah"
"Kamu tenang aja, dia nggak marah kok. Dia juga udah ikhlasin semuanya. Kiara juga bilang, dia mau datang ke acara resepsi kamu nanti. Jadi nggak usah khawatir oke?"
"Iya. Makasih ya udah tenangin aku"
"Siap. Aku tunggu di luar ya. Mas Aldo dan Revan bisa-bisa bete nungguin aku terlalu lama"
"Oke. Salam sama Om Aldo dan Revan ya"
Kayla mengangguk, kemudian keluar dari kamar Laura. Ya, akad nikah hari ini dilangsungkan di kediaman Laura.
"Gimana honey? Laura baik-baik aja?" tanya Aldo.
"Ya begitulah bee. Dia masih agak sedih. Tapi semoga aja semua baik-baik saja"
__ADS_1
"Amin. Eh itu keluarga Raffa sudah datang" tunjuk Aldo.
Karena keluarga sudah tampak hadir dan penghulu juga sudah datang, akad nikah pun dimulai.
Laura yang berada di kamar, mulai menuruni tangga ditemani oleh ibu dan ayahnya di sisi kanan dan juga kirinya.
Balutan kebaya putih, dengan rambut yang disanggul indah, serta tidak lupa polesan make up yang tidak terlalu tebal, membuat aura kecantikan Laura menjadi bertambah.
Semua orang terkagum-kagum menatap kecantikan pengantin wanita, berbeda halnya dengan sang pengantin pria, yang wajahnya tampak datar seakan calon istrinya itu tidak membuatnya terkesan sama sekali.
Ijab kabul pun akhirnya dimulai. Raffa terlihat sangat lancar saat mengucapkan ijab kabul tanpa ada kesalahan sedikit pun. Meskipun dia memang tidak menyukai Laura, akan tetapi dia tidak pernah main-main saat mengucapkan sebuah janji. Apalagi janji kepada Allah.
Akhirnya, mereka telah sah menjadi suami istri seutuhnya. Kayla menangis haru melihat sahabatnya itu, akhirnya telah menikah.
"Bee, aku senang banget deh ngeliat Laura akhirnya nikah juga. Apalagi saat Raffa ucapin ijab kabul, aku terharu banget" ucap Kayla, menyandarkan kepalanya di bahu Aldo.
"Kok dulu kamu nggak terharu sih pas aku ucapin ijab kabul?"
"Kan suasananya beda. Dulu kita nikah suasananya mencekam, kalau mereka kan nggak"
"Maaf beb. Jangan diungkit lagi masalah dulu" ucap Aldo.
"Mulai sekarang kamu harus panggil mereka Aunty Laura dan Uncle Raffa, mereka kan udah nikah. Oke?"
"Siap Papa"
Kayla, Aldo, dan juga Revan akhirnya mengabadikan momen kebersamaan mereka dengan pasangan baru yaitu Laura dan Raffa.
Selesai acara sesi foto bersama keluarga dan tenan-teman dekat, Raffa dan Laura harus segera bersiap untuk acara resepsi yang akan dilangsungkan di hari yang sama juga, di tempat yang berbeda yaitu di gedung pernikahan.
Kayla, Aldo dan Revan memutuskan untuk pulang lebih dulu ke rumah dan akan kembali saat acaranya sudah mau dimulai.
Acara resepsi dilakukan saat malam hari. Sudah banyak tamu undangan yang mulai berdatangan, termasuk Kiara sudah tampak hadir di acara itu dengan perut yang membesar, sehingga sedikit membuatnya kesusahan saat berjalan.
"Kamu nggak apa-apa dek? Ayo duduk aja jangan banyak gerak, nanti capek loh" ucap Kayla kepada Kiara.
"Iya Kak"
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Laura dan Raffa akhirnya telah tiba di gedung pernikahan. Semua tamu undangan tampak menyambut kehadiran kedua mempelai.
Raffa dan Laura membalas dengan senyuman atas sambutan hangat dari para tamu undangan. Mereka menyembunyikan kesedihan mereka dengan sangat baik, sehingga orang-orang yang tidak tahu permasalahan mereka, akan mengira bahwa mereka adalah pasangan yang paling bahagia pada malam hari ini.
Saat sedang berjalan menuju ke tempat duduk pengantin, Raffa tidak sengaja bertatapan dengan Kiara.
Melihat hal itu, Kiara langsung cepat-cepat membuat muka dan tidak ingin melihat wajah Raffa. Tentu saja hal itu membuat Raffa sangat sedih, karena sekarang Kiara mulai menghindarinya.
Acara berjalan dengan cukup lancar, sampai akhirnya sesuatu hal terjadi di sesi acara terakhir yaitu saat tamu undangan memberikan salam dan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Aldo, Kayla dan juga Revan lebih dulu memberikan ucapan selamat kepada Raffa dan Laura. Kemudian setelah itu, disusul oleh orang tua Kiara dan terakhir adalah Kiaranya sendiri.
"Selamat ya Kak"
Untuk terakhir kalinya, Kiara bisa merasakan sentuhan terakhir dari tangan Raffa. Sekuat tenaga, ia mencoba menahan tangisnya saat berjabat tangan. Kemudian, ia beralih ke Laura.
"Selamat ya Kak Laura"
Kali ini Kiara memeluk Laura. Selama berpelukan, Laura membisikkan sebuah kalimat.
"Maafin Kakak ya"
Kiara melepaskan pelukannya, kemudian tersenyum.
"Tidak apa-apa Kak. Aku selalu doakan yang terbaik untuk hubungan kalian. Permisi"
Kiara berjalan keluar gedung pernikahan setelah memberikan selamat kepada kedua pengantin. Ia merasa hatinya perlu ditenangkan lebih dulu untuk sementara waktu.
Sebenarnya bukan itu hal yang tidak terduga telah terjadi, melainkan kehadiran Faris di acara pernikahan itu, menjadi hal yang sangat mengagetkan untuk Raffa dan juga Laura.
Bagaimana tidak, yang Laura tahu, saat ini Faris sedang berada di luar negeri dan akan segera menikah.
"Selamat ya untuk suaminya Laura. Selamat juga Laura. Jahat banget deh kamu nggak bilang-bilang kalau mau nikah. Aku taunya dari grup alumni doang loh. Jadi cepat-cepat kesini deh" ucap Faris, bersikap santai.
Raffa yang diam. Sedangkan Laura yang melihat kedatangan Faris di pernikahannya merasa sangat syok.
"Kamu kenapa ada disini? Aku pikir kamu mau nikah. Katanya tetangga kamu, kamu ke luar negeri karena udah mau nikah" kata Laura.
__ADS_1
"Ohh itu. Bukan aku yang nikah, tapi saudara aku. Mungkin tetangga aku salah kasih informasi. Aku barusan hadirin acaranya kemarin, terus langsung balik ke Indo deh" ujar Faris.
"Kenapa Faris? Kenapa kamu baru bilang sekarang saat aku sudah menikah?" teriak Laura, membuat seisi ruangan menatap ke arahnya.