
"Gimana? Laki-laki itu udah kamu usir kan?" tanya Kayla, yang baru saja mengganti popok Aurel.
"Udah dong Kak. Aku udah hempaskan dia sejauh mungkin" jawab Kiara.
"Hahaha bagus-bagus. Soalnya malas banget liat dia"
"Jangan gitu, Kak. Nanti kalau jadi suka gimana?"
"Jangan aneh-aneh, Dek. Biar bagaimana pun aku kan udah punya suami, meskipun dia juga sama menyebalkannya" ucap Kayla.
"Pasti Kakak rindu banget ya sama Kak Aldo. Udah telfon aja dia, daripada nahan-nahan. Aku kasihan juga liat Aurel"
"Nggak. Aku mau dia sendiri datang kesini. Bisa aja dia masih nggak peduli sampai sekarang ke aku dan Aurel"
"Baiklah Kak, semua terserah dari Kakak aja. Oh iya kita tutup tokonya 2 jam lagi ya. Udah pegel semua badan ini"
Kayla mengangguk, menyetujui permintaan Kiara.
Setelah 2 jam berlalu, akhirnya toko roti mereka pun telah tutup. Kayla dan Kiara memutuskan untuk tidak membukanya pada malam hari, karena merasa sangat kelelahan.
"Kayaknya kita perlu karyawan deh Kak. Encok semua badan aku kalau tiap hari kayak gini"
"Gimana kalau kita ajak Bu Lastri aja jadi karyawan? Biar pekerjaan kita sedikit lebih mudah" saran Kayla.
"Ide yang bagus Kak, aku setuju"
Keesokan harinya, Kayla dan Kiara mulai membuka toko roti mereka kembali. Tentu saja dengan tambahan personil yaitu Bu Lastri, istri dari Pak Jono.
Kayla dan Bu Lastri bertugas untuk membuat roti, sedangkan Kiara menyiapkan minuman yang akan dijual dan juga menjaga Kenzo dan Aurel secara bersamaan.
Setelah semua persiapan telah dilakukan, akhirnya toko roti yang diberi nama Lianzo itu pun dibuka. Nama Lianzo sendiri diambil dari gabungan nama Aurel dan juga Kenzo.
Para pelanggan mulai berdatangan untuk membeli. Rasa roti yang sangat lembut, membuat orang-orang jadi ketagihan untuk membelinya lagi.
Alasan mereka sangat mahir dalam membuat roti karena Kayla sendiri diajari oleh ibu angkatnya dalam membuat roti, sedangkan Kiara dari kecil sangat suka memasak, sehingga membuat roti adalah hal yang mudah menurutnya.
Dari kejauhan, Kayla melihat Dirga beserta temannya Arkan seperti sedang menuju ke arah toko mereka.
"Dek, lihat tuh di sana. Itu bukannya 2 laki-laki yang di supermarket itu ya? Ngapain mereka ke sini lagi sih?"
"Oh iya itu mereka. Jangan-jangan mau ngajak perang lagi, Kak"
Kayla terus menatap ke arah kedua pria yang menuju ke arah mereka itu. Hingga Dirga dan Arkan akhirnya berhenti tepat di depan toko.
"Mau apa kalian? Kalau nggak mau beli dan cuma mau ngajak ribut, mending pergi dari sini" ucap Kayla, tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Kamu ngajak aku ke tempat dua angry bird ini? Ngapain?" kesal Arkan.
"Apa kamu bilang? Angry bird? Dasar onta punuk dua" balas Kiara.
Arkan sangat syok mendengar ejekan Kiara kepadanya dan juga Dirga. Pasalnya, ini pertama kalinya seorang perempuan mengejek dirinya, karena biasanya dia hanya mendapat pujian saja.
"Dibilangin onta kita, Ga. Gila ya nih cewek"
Mendengar suara ribut-ribut, Bu Lastri langsung muncul ke dalam toko dan sepert terkejut melihat kehadiran Dirga dan Arkan.
"Nak Dirga, Nak Arkan. Kalian datang ke sini juga ya. Wah udah lama Ibu nggak liat kalian"
"Ibu Lastri kerja sama 2 orang ini?" tanya Dirga.
"Nona Kayla dan Nona Kiara maksudnya? Iya, Ibu kerja di sini mulai hari ini"
Ohh perempuan menyebalkan ini namanya Kayla. Namanya nggak asing deh, pernah kenal dimana ya. Batin Dirga.
Ternyata adiknya ini namanya Kiara. Cantik sih, tapi nyebelin kayak singa. Batin Arkan.
Kedua pria itu membatin masing-masing dengan wanita yang sedang dipikirkan mereka.
"Bu Lastri kenal mereka berdua ini?" tanya Kayla.
Mendengar penuturan Bu Lastri, Kayla mulai mengingat momen-momennya saat masih kecil. Ia teringat di satu momen dimana ia pernah bertemu dengan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun lebih tua darinya yang sedang mengalami sakit jantung di sebuah taman bermain, dekat dari rumah.
"Sekarang aku ingat. Bukannya kamu anak laki-laki yang pernah aku tolongin waktu kamu sakit jantung?"
"Iya benar. Ohh jadi kamu perempuan itu. Beda banget sih sifat kamu dengan yang sekarang, pantas aja aku nggak kenal"
"Apa maksud kamu beda? Sama kok"
"Nggak. Dulu kamu baik dan ramah. Kalau sekarang suka marah-marah"
"Itu karena kamu yang nyebelin"
"Kenapa jadi berantem? Mendingan kalian ngobrol aja dulu. Nanti Ibu yang jagain toko, non" ucap Bu Lastri.
"Aku setuju dengan Bu Lastri. Sekalian kami berdua mau ajak kerjasama dengan kalian dalam berbisnis. Gimana?"
Penawaran Dirga, membuat Kayla dan Kiara mulai merasa tertarik.
"Penawaran seperti apa?" tanya Kayla.
"Kita bicarakan dulu sambil duduk. Masa berdiri terus sih" jawab Dirga.
__ADS_1
"Ya sudah. Silahkan masuk"
Mereka akhirnya masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
"Setelah dipikir-pikir aku jadi ingat rumah ini. Dulu aku sering ke sini. Kamu nggak ingat?" tanya Dirga.
"Nggak" jawab Kayla, dengan juteknya.
"Kak, aku buat minuman dulu ya untuk mereka" kata Kiara.
"Iya, makasih Dek"
Selepas kepergian Kiara, belum ada pembicaraan apapun diantara mereka.
Dirga malah terlihat menatap ke arah Aurel dan juga Kenzo yang berada di stroler mereka.
"Ngapain kamu liat anak saya dan ponakan saya?"
"Nggak kok. Aku cuma nggak nyangka aja kamu nikah muda. Suami kamu mana?"
"Nggak usah tanya suami. Disini kamu kan mau bahas kerjasama"
"Ohh udah cerai ya?"
"Gila kamu. Aku nggak mungkin cerai. Cepetan bilang apa yang mau kamu bahas" ucap Kayla, terlihat mulai kesal.
"Langsung ke intinya aja" bisik Arkan kepada Dirga.
"Jadi gini, aku dan Arkan kebetulan punya restoran. Gimana kalau roti kalian di jual di restoran kami? Restoran kami cukup terkenal di kota ini dan juga dengan menjual roti kalian, pastinya akan membuat roti kalian jadi lebih terkenal lagi"
"Memangnya terkenal kayak gimana sih restoran kalian? Aku nggak pernah dengar tuh" kata Kayla, tersenyum sinis.
"Wah, Ga. Belum tau dia seterkenal apa restoran kita" kata Arkan.
"Gini aja, kalau kalian penasaran seterkenal apa restoran kami. Besok aku akan mengundang kalian ke restoran kami dan silahkan cicipi masakan kami secara gratis. Gimana? Setuju nggak?" tawar Dirga.
Kiara yang baru saja muncul dari membuat minuman, langsung setuju dengan tawaran Dirga.
"Dek, kok kamu langsung setuju aja sih?"
"Kapan lagi kita dapat makanan gratis Kak. Kita setuju ya, besok kan? Terus, boleh bawa anak-anak kami nggak?" tanya Kiara memastikan.
"Iya tentu saja boleh. Besok sore kami tunggu kedatangan kalian"
Dirga tersenyum puas. Setelah mengetahui bahwa sebenarnya Kayla adalah teman semasa kecilnya, membuat perasaannya sangat bahagia.
__ADS_1