Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Misteri Semut


__ADS_3

Aldo berlari masuk ke dalam kamar dan segera menuntaskan hasratnya di kamar mandi.


Kayla yang masih berada di dapur, lanjut menyuapi kue brownies untuk Revan.


"Mami, memangnya ada ya semut yang gigit sampai sebesar itu?"


Ternyata dari tadi Revan masih penasaran dengan perkataan Papanya mengenai semut. Sontak saja Kayla terbatuk-batuk mendengarkan ucapan Revan yang sangat polos itu.


"Mami nggak apa-apa?"


"Iya nggak apa-apa kok. Tunggu Mami minum dulu" kata Kayla.


Ia meneguk segelas air sampai habis, karena tenggorokannya tiba-tiba kering.


"Jadi gini, semut yang gigit Papa itu namanya semut rangrang" ucap Kayla dengan asal.


"Semut rangrang? Besar ya, Mi?" tanya Revan.


"Nggak terlalu besar, tapi bisa menggigit dengan sangat ganas hingga membesar kayak punya Papa tadi jadinya" jawab Kayla, mulai dramatis.


"Ihh Revan takut. Semutnya ada dimana-mana ya, Mi?"


"Iya"


Kayla mencoba menahan tawanya dengan wajah yang berusaha tetap datar. Sedangkan Revan, terlihat mempercayai perkataan Kayla dan wajahnya berubah menjadi ketakutan.


"Sudah cukup makan yang manis-manis, besok dilanjut lagi ya. Kamu ke kamar aja sekarang, terus sikat gigi lalu tidur. Oke?"


"Iya, Mi. Revan pergi ke kamar dulu" kata Revan, kemudian berlari menaiki tangga.


Akhirnya ada alasan juga. Mudah-mudahan Revan nggak takut sih sama yang aku omongin tadi. Habisnya ekspresinya lucu banget. Gumam Kayla.


"Gimana kabarnya Mas Aldo ya di kamar. Pasti sengsara tuh adiknya tiba-tiba bangun kayak tadi"


Kayla kembali tertawa mengingat kejadian tadi. Setelah memasukkan kue brownies ke dalam kulkas, Kayla menuju ke kamar mereka.


Saat membuka pintu kamar, ternyata Aldo sudah duduk di atas kasur sambil membaca buku.


"Gimana adiknya, bee? Udah nggak memberontak lagi?" ledek Kayla.


"Udah aku kasih diam tadi di kamar mandi. Kamu sih lama ke kamar" kata Aldo.


"Maaf, tadi kan aku masih nemenin Revan makan. Kamu sih tiba-tiba tegang nggak tau tempatnya"


"Udah lah. Sekarang kamu harus bayar semuanya, honey. Malam ini kamu yang pimpin"


"Baiklah. Tunggu ya" ucap Kayla, kemudian menuju ke kamar mandi

__ADS_1


Setelah beberapa menit di kamar mandi, akhirnya Kayla keluar dengan menggunakan jubah mandinya.


Aldo yang melihat hal itu sedikit bingung dan bertanya-tanya apa maksud Kayla.


Kayla tiba-tiba membuka baju tidurnya dan menampilkan lingerie yang super minim dengan perutnya yang sudah agak membesar karena sedang hamil.


Tentu saja hal itu membuat birahi Aldo menjadi aktif lagi. Adiknya yang tadi turun, sekarang sudah menegang kembali melihat pemandangan dihadapannya itu.


Kayla bergerak perlahan mendekati Aldo yang berada di atas kasur. Kayla mencoba menggoda Aldo dengan menggigit kecil bibirnya sendiri.


Karena sudah tidak tahan lagi, ditariknya tubuh Kayla ke dalam dekapannya, kemudian mulai lah mereka berdua berciuman panas.


Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu, membuat aktivitas Kayla dan Aldo terhenti.


"Kenapa selalu ada mengacau sih. Padahal baru mau mulai" kesal Aldo.


"Lihat dulu, bee. Jangan sampai itu penting, kita kan nggak tau" ucap Kayla.


"Iya tunggu aku cek" kata Aldo dengan malas.


Aldo menuju ke pintu dan membukanya, ternyata itu pria kecilnya yaitu Revan yang datang sambil memeluk boneka kesukaannya.


"Revan? Kamu kenapa malam-malam ketuk pintu?"


"Revan mau tidur disini ya, Pa"


"Loh kok gitu sih Revan? Udah berapa kali nih kamu tidur disini. Papa kan udah buatin kamar yang bagus untuk kamu biar bisa tidur sendiri. Apa kamarnya kurang besar?" tanya Aldo.


"Bukan begitu, Pa. Tapi Revan takut sama semut rangrang yang dibilang Mami Kayla" jawab Revan.


"Hah? Semut rangrang apa maksudnya?"


Kayla mengalihkan pandangannya saat Aldo mulai menatap ke arahnya untuk meminta jawaban.


"Itu loh, Pa. Katanya Mami Kay tadi, kalau ada semut rangrang dimana-mana terus kalau gigit ganas banget dan akhirnya bisa buat bengkak kayak punya Papa tadi. Jadi, Revan takut di kamar sendirian"


"Wahahahaha" Kayla tidak bisa menahan tawanya lagi.


"Ya ampun, hon. Kamu ajarin apa ke Revan?"


"Soalnya Revan dari tadi tanyain semut apa, ya aku bingung jawab lah" ucap Kayla, masih tertawa.


"Udah Revan tidur aja sekarang. Nanti telat bangun ke sekolah besok loh. Hari ini kamu boleh tidur disini, tapi besok nggak boleh"


"Kalau semutnya ada gimana dong?" tanya Revan.


"Nanti Papa panggil pemberantas serangga biar bisa bersihin kamar kamu. Tenang aja"

__ADS_1


"Oke, tapi Papa dan Mami tidur bareng sama Revan. Revan takut tidur sendirian"


Padahal Aldo berniat untuk mengajak Kayla ke kamar lain untuk melanjutkan aktivitas yang tertunda tadi, tapi karena Revan merengek minta ditemani tidur, terpaksa Aldo dan juga Kayla menurutinya.


Cukup lama Aldo menunggu hingga akhirnya Revan tertidur. Setelah dirasanya anaknya sudah sangat pulas, ia beranjak dari tidurnya dengan sangat pelan agar tidak membangunkan Revan.


Saat ia menghampiri ke sisi lainnya di tempat Kayla berbaring, ternyata istrinya itu juga ikutan tertidur.


Ya ampun, nasib-nasib. Nggak tega lagi aku bangunin dia kalau udah tidur kayak gini. Ya sudah lah. Batin Aldo.


Ia mencium kening Kayla dan kembali berbaring di atas kasur.


Keesokan paginya, Kayla lebih dulu bangun dari tidurnya. Saat ia menoleh kesamping, Revan dan juga Aldo masih tertidur lelap.


Tiba-tiba matanya tertuju ke arah bibir Aldo yang membengkak dibagian kanan atas, seakan habis dipukuli seseorang


"Bee, bangun bee. Bibir kamu kenapa itu?"


Kayla mengguncang-guncangkan tubuh Aldo, tidak hanya membuat Aldo bangun tapi Revan juga ikutan bangun.


"Honey, ada apa sih? Kenapa dibangunin?" tanya Aldo dengan suara serak, khas orang baru bangun tidur.


"Itu bibir kamu bengkak sebelah" tunjuk Kayla.


"Hah?"


Dengan keadaan masih setengah sadar, Aldo menuju ke arah cermin untuk melihat bibirnya. Ternyata benar, bibirnya sudah sangat bengkak saat ini.


"Ya ampun bibir aku kenapa jadi gini?" kaget Aldo.


"Kamu habis makan atau minum apa gitu tengah malam, bee?"


"Nggak aku nggak makan dan minum apa-apa"


"Jangan-jangan ada semut rangrang disini? Hih takut, Revan nggak mau tidur lagi disini"


Revan berlari keluar kamar dan kembali ke dalam kamar tidurnya sendiri.


"Wah ternyata beruntung juga ya aku digigit gini, Revan jadi nggak mau tidur disini lagi" ujar Aldo.


"Ngomong-ngomong itu bibir kamu beneran digigit semut, bee?" tanya Kayla.


"Nggak tau, aku nggak sadar sama sekali. Apa jangan-jangan semut yang kamu maksud itu beneran ada ya, hon?"


"Mungkin"


"Harus beneran panggil pembasmi serangga nih kayaknya" kata Aldo.

__ADS_1


Kayla hanya tertawa melihat tingkah Aldo yang menurutnya sangat lucu, karena terlihat sangat serius berbicara dengan bibirnya yang bengkak.


__ADS_2