Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Ngambek


__ADS_3

Yang tanya kenapa Tasya muncul terus, itu karena Tasya perlu mencari uang demi sesuap nasi 🤣 tau kan karakternya yang gila harta, jadi dia nggak tega jualin barang-barangnya *ups lupa semua barang-barangnya milik Aldo kan ya ✌🏻✌🏻


Maafkan author yang julid ini. Ini hanya sebatas hiburan saja 🙏🏻


Selamat membaca ❤


...****************...


Selama perjalanan pulang, Kayla hanya menatap ke arah luar kaca mobil tanpa berbicara sedikit pun. Aldo yang tidak ingin melihat istrinya bersedih, mencoba mencari cara untuk menghiburnya.


"Honey, hari minggu kita jalan-jalan yuk? Nanti kita ajak Kiara dan Raffa juga untuk ikut. Kamu mau nggak?"


"Mau kemana?" tanya Kayla dengan ekspresi wajah tetap datar.


"Ke taman bunga yang besar itu loh, yang waktu kamu masih kecil aku pernah bawa ke sana"


"Oh taman bunga itu? Memangnya masih ada ya?"


Kayla mulai tertarik dengan penawaran Aldo. Ia ingat dengan tempat itu dan sudah lama ingin dikunjunginya.


"Masih dong. Kalau kamu mau nanti kita pergi hari minggu. Mau kan?" tanya Aldo.


"Iya mau banget" jawab Kayla, sangat bersemangat.


Syukurlah dia sudah tidak sedih lagi. Batin Aldo.


Perasaan Kayla sudah lebih baik sekarang. Ia tidak ingin terus-terusan larut dalam kesedihan. Jika begitu, maka Tasya akan merasa sangat bahagia karena tujuannya memang ingin menghancurkan rumah tangganya bersama Aldo.


Saat sedang menatap ke arah luar jendela mobil, tiba-tiba Kayla terlintas ide untuk menjahili Aldo.


"Bee, kamu lihat deh itu di pohon sana kayak ada si ocong" tunjuk Kayla ke sebuah pohon besar.


"Yang mana? Ah kamu jangan bercanda, hon. Nggak lucu loh ini" panik Aldo.


Kayla mencoba menahan tawanya. Wajah Aldo benar-benar sudah sangat ketakutan dan mulai pucat.


Ya, meskipun Aldo dikenal dingin dan pemberani tetapi itu semua hanya berlaku untuk sesama manusia. Jika sudah menyangkut makhluk halus, Aldo benar-benar sangat penakut.


"Beneran tadi ada di pohon itu loh. Jelas banget wajahnya"


Aldo tidak berkata apa-apa lagi, segera dia menancap gas dan mobil mulai melaju saat melewati pohon yang dimaksud Kayla.


"Saat tidur nanti jangan berani-berani kamu tinggalin aku, hon. Aku beneran takut banget sekarang" kata Aldo.


"Wahahaha. Ya ampun suamiku ini penakut banget sih. Dari dulu ternyata nggak berubah ya, padahal aku cuma bercanda doang loh tadi" ucap Kayla.

__ADS_1


"Apa? Jadi kamu cuma bercanda doang? Nggak lucu sumpah, hon. Kamu kan tahu aku takut banget" kesal Aldo.


"Iya maaf bee. Habisnya ekspresi kamu lucu banget kalau dengar kata hantu. Kenapa sih pakai takut segala"


"Memangnya kamu nggak takut? Jujur aku takut banget loh. Apalagi kalau liat Tasya dan Om Andre berulah"


"Loh memangnya mereka kenapa?"


"Mereka berdua kan titisan setan" ucap Aldo.


"Kalau mereka titisan setan berarti aku juga dong? Aku kan anaknya" kata Kayla, mulai cemberut.


"Eh bukan gitu maksudnya, bee. Maafin aku ya. Kamu malaikat kayak Tante Sinta, mereka berdua doang yang kayak setan"


"Tau ah"


Kayla kembali badmood karena perkataan Aldo dan memilih untuk tidak menatap suaminya yang terus-terusan meminta maaf.


Sesampainya di rumah, Kayla langsung ke luar dari dalam mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Yah ngambek lagi dia"


Aldo segera menyusul Kayla yang sudah berjalan masuk ke dalam rumah.


"Eh kebetulan Kak Kayla dan Kak Aldo sudah datang. Kami pamit pulang dulu ya" kata Kiara.


"Iya nih, soalnya Kak Raffa sudah ditelepon ibunya untuk pulang" jawab Kiara.


"Kayak anak kecil banget sih kamu. Masa jam segini sudah disuruh pulang" kata Aldo kepada Raffa.


"Maaf Tuan. Sepertinya ada hal penting di rumah, makanya saya disuruh pulang sekarang"


"Ya sudah. Kalian hati-hati ya. Ini dibawa siomaynya. Nanti mampir ke sini lagi ya" ucap Kayla.


"Iya kak makasih. Nanti lain kali aku ajak Mama juga ya ke sini. Assalamualaikum"


"Iya ditunggu. Waalaikumsalam"


Aldo, Kayla dan juga Revan mengantarkan Kiara dan Raffa sampai ke depan pintu. Setelah itu, mereka kembali masuk ke dalam rumah dan ekspresi Kayla kembali cemberut seperti tadi.


"Ayo Revan Mami temenin kamu tidur. Biarin Papa kamu tidur sendiri di kamarnya"


"Loh kok gitu? Masa aku tidur sendiri sih, hon"


"Biarin. Kan kamu takut tidur dengan setan"

__ADS_1


Kayla langsung mengajak Revan masuk ke dalam kamar. Ia memilih tidur di kamar bersama Revan daripada harus tidur dengan Aldo.


Aldo jadi pusing tujuh keliling memikirkan cara agar istrinya itu tidak marah lagi.


"Apa nanti malam pas mereka sudah tidur aku gendong aja ya Kayla? Tapi kalau dia tambah marah gimana? Duh jadi serba salah deh. Tapi nggak ada salahnya sih dicoba dulu"


Aldo terus berbicara sendiri, mencoba mencari cara.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Aldo mulai bergerak sambil mengendap-endap, masuk ke dalam kamar Revan.


Dilihatnya istri dan anaknya sudah tertidur pulas. Dengan sangat perlahan ia menggendong tubuh Kayla keluar dari kamar.


Baru saja beberapa langkah ia berjalan, tiba-tiba Kayla membuka matanya dan ingin berteriak. Namun, dengan cepat Aldo langsung membungkam mulut Kayla dengan ciuman.


Kayla terus berusaha memberontak, tetapi Aldo tidak perduli dan malah semakin ******* bibir tipis istrinya itu.


Selama berciuman, Aldo melanjutkan langkahnya dan membawa Kayla masuk ke dalam kamar tidur mereka. Setelah itu, barulah ia melepaskan ciumannya.


Hosshh...hosshh..hosshh


Kayla hampir kehabisan napas karena ciuman tadi. Matanya menatap tajam ke arah Aldo, sedangkan yang ditatap pura-pura tidak bersalah dan hanya tersenyum.


"Kenapa harus gendong tiba-tiba sih? Aku pikir kamu penjahat loh, bee. Apalagi pakai cium segala, aku hampir kehabisan napas" sungut Kayla.


"Maaf honey. Kamu mau teriak tadi jadi aku cium deh, kan kasihan kalau Revan bangun"


"Terus kenapa kamu gendong aku?"


"Karena aku mau kita tidur bareng. Masa kamu tega biarin suami kamu tidur sendirian"


"Kamu aja tega bilangin istri kamu setan"


"Kan bukan kamu yang aku bilang"


"Tapi tetap aja..."


Belum selesai Kayla bicara, Aldo langsung memotongnya dengan sebuah kecupan singkat.


"Maafin aku ya, jangan marah lagi. Aku nggak bisa biarin kalau kamu ngambek gini, hon"


Aldo membelai lembut wajah Kayla, kemudian menyingkap rambut panjang Kayla ke arah belakang.


Kayla menggeliat geli saat sentuhan Aldo semakin lama semakin berani meraba-raba tubuhnya.


"Aku nggak tahan, hon" bisik Aldo dengan suara berat.

__ADS_1


Kayla yang juga merasakan hal yang sama, kemudian mengangguk tanda mengiyakan.


Akhirnya malam itu, terjadilah penyatuan cinta diantara keduanya.


__ADS_2