
Saat Kayla dan Kiara sedang sibuk membuat roti, tidak lama kemudian datang Dirga dan juga Arkan ke rumah mereka.
"Assalamualaikum Kay. Gimana nih? Udah jadi belum rotinya?" tanya Dirga.
"Belum, bentar lagi ya. Kamu tunggu aja dulu, udah nggak lama lagi kok" jawab Kayla.
"Boleh nggak kita berdua masuk ke dalam rumah kamu? Sekalian mau ajak bermain Aurel dan Kenzo" ucap Dirga.
"Boleh, masuk aja. Di dalam udah ada Mas Aldo dan Raffa sih yang jagain mereka"
"Ohh gitu. Ya udah nggak apa-apa. Nanti kita berempat jagain, kalian berdua tenang aja. Ayo masuk Arkan"
Dirga dan Arkan masuk ke dalam rumah dan menemukan Aldo dan juga Raffa yang sibuk mengurus para bayi.
"Ngapain kamu ada di sini? Terus di samping kamu itu siapa lagi?" bentak Aldo, saat melihat Dirga dan Arkan.
"Santai dong. Ini teman saya Arkan. Kami di sini lagi nunggu pesanan roti yang dibuat Kayla dan juga Kiara, sekalian mau jagain anak mereka" ujar Dirga, sambil tersenyum sinis.
"Tidak perlu. Saya sudah menjaga anak saya dengan baik dan juga anak Kiara sudah dijaga oleh Raffa"
"Iya itu benar saya sudah menjaga anak Kiara. Kalian pergi aja sana" usir Raffa.
"Tunggu, dari tadi kalian bilang anak Kiara? Jangan bilang kalian belum tau nama anaknya Kiara, terutama kamu yang berbaju biru" tunjuk Dirga ke arah Raffa.
"Ehh itu..."
Raffa gelagapan, tidak tau harus menjawab apa. Pasalnya ia memang tidak tahu nama anaknya Kiara. Sejak kemarin ia sama sekali belum menanyakan namanya.
"Berisik banget kamu! Apa urusannya denganmu hah? Mending kalian berdua pergi tunggu di luar atau aku habisi kalian satu per satu" ucap Aldo, mulai geram.
Aurel yang berada di gendongan Aldo, terus tertawa melihat ayahnya yang marah-marah.
"Ya ampun nak, kamu senang ya liat Papa marah-marah kayak gini? Memang benalu kayak mereka pantas untuk dimarahi" kata Aldo, sambil mengelus pipi putrinya itu.
Kayla yang mendengar suara ribut-ribut dari arah ruang tamu pun merasa terganggu.
"Kalian ada apa sih? Kok ribut banget. Aku tuh suruh kalian jaga anak bukan malah bertengkar" sewot Kayla.
"Ini nih Kay, masa laki-laki baju biru itu nggak tau nama anaknya Kiara. Aku pikir dia calon Ayahnya Kenzo. Mendingan Arkan sih memang yang lebih tau" ejek Dirga.
Mata Raffa melotot sempurna seakan ingin membunuh Dirga saat itu juga.
"Eh jangan berantem dong. Kalian berdua mending tunggu di luar. Rotinya udah jadi. Cepetan!" perintah Kayla kepada Dirga dan Arkan.
__ADS_1
"Siap Nyonya cantik"
Dirga kembali memanas-manasi Aldo. Menurutnya, melihat Aldo emosi itu sangat lah seru.
Saat menunggu di toko, Kayla mulai mengomeli Dirga.
"Kamu kenapa sih suka ngeselin orang? Nanti Mas Aldo benar-benar emosi terus kamu ditonjok baru tau rasa"
"Ya ampun Kay. Orang aku cuma main-main kok. Suami kamu sih gampang kesal, jadinya aku suka gangguin kan. Persis kayak kamu"
"Ada-ada aja deh" kata Kayla.
"Kamu masih cinta sama suami kamu ya, Kay?" tanya Dirga, tiba-tiba.
"Duh mulai kambuh nih anehnya. Jangan di gubris deh Kayla. Lagi koslet dia" ucap Arkan.
"Apaan sih? Aku serius nanya ke Kayla. Kamu diam aja deh"
"Terlepas dari sifatnya yang sudah membuat aku kecewa, aku masih cinta. Kenapa memangnya?"
"Nggak. Bagus aja kamu cinta sama suami kamu. Menurut aku dia juga baik dan cocok kok untuk kamu. Buktinya dia nggak mukul aku waktu aku panas-panasin dia kemarin dan juga hari ini" ujar Dirga, tertawa kecil.
"Itu artinya Kak Aldo masih tahan emosinya. Kalau nggak mungkin udah di pukul kamu, Kak" celetuk Kiara.
"Loh kok gitu sih? Aku sudah nyaman tinggal di sini. Terus kerjasama kita gimana?" tanya Kayla.
"Udah kamu santai aja. Kita kan teman. Nggak usah dipikirin soal kerjasama" jawab Dirga.
"Kenapa sih Kak? Aku curiga Kakak nggak mau sampai kalah saing ya dengan toko roti kami?" duga Kiara.
"Iya benar. Makanya plis ya berhenti. Iya kan Arkan? Kamu juga setuju kan?"
Dirga mengisyaratkan Arkan untuk setuju dengan perkataannya. Namun, Arkan sepertinya tidak mengerti dengan maksud temannya yang satu ini.
"Setuju tentang apa?"
Saking kesalnya karena isyaratnya tidak dipahami. Dirga langsung menginjak kaki Arkan, membuat pria itu meringis kesakitan.
"Awww. Iya-iya aku setuju dengan Dirga. Mending kalian pindah aja"
Kayla dan Kiara saling pandang, merasa ada yang aneh dengan dua orang pria di depan mereka saat ini.
"Plis oke? Mau ya? Kita kan teman Kay. Masa tega sih. Kamu buka toko rotinya di kota kamu aja, jangan di sini" ucap Dirga, memohon.
__ADS_1
"Iya aku nggak akan buka lagi. Aneh banget sih kalian. Nih rotinya"
Dirga diam-diam tersenyum samar, seperti ada sesuatu yang disembunyikannya.
"Makasih Kay. Kita pamit dulu ya. Salam sama Aurel, bilang salam dari Daddy" teriak Dirga.
Dirga sengaja membesarkan suaranya agar didengar oleh Aldo. Benar saja, Aldo langsung menuju ke toko setelah mendengar teriakan dari Dirga.
Wajah yang sudah merah padam dan mata melotot, menatap ke arah Dirga dengan masih mengendong Aurel.
"Suami kamu lucu ya, Kay. Mukanya sekarang ka'yak Bapak-bapak penagih hutang lagi gendong anak" ejek Dirga, kemudian tertawa terbahak-bahak.
Mendengar hal itu, Kayla, Kiara, Raffa dan juga Arkan ikut tertawa. Beda halnya dengan Aldo yang sudah sangat geram.
"Gendong Aurel, honey. Aku harus membuat laki-laki itu masuk rumah sakit dulu biar dia sadar sedang berhadapan dengan siapa"
"Udah bee, jangan berantem lagi. Dia cuma bercanda kok"
Wah tanda-tanda udah mulai baik nih. Panggilan kesayangannya udah kembali. Batin Aldo, merasa sangat senang.
"Oke aku tidak akan memukul kamu. Kalau bukan karena istriku yang tercinta ini yang melarangnya, mungkin sudah dari tadi wajah kamu tidak berbentuk lagi"
"Hoeeeekkk. Ayo kita pergi Arkan. Mau muntah aku dengar dia bicara kayak gitu" ucap Dirga, pura-pura muntah.
Aldo lagi-lagi ingin menghajar habis-habisan mulut Dirga yang tidak terkontrol itu. Tetapi langsung dicegah oleh Kayla.
"Jangan gampang emosi. Dia itu emang ngeselin orangnya"
"Iya honey. Aku akan ikuti perintah kamu. Besok kita jadi pulang kan?"
"Iya"
"Kamu beneran mau kita tinggal di sini?"
"Nggak. Aku akan pulang dan tinggal di sana"
"Serius? Makasih honey. Aku sangat mencintaimu"
Aldo mencium bibir Kayla begitu dalam, tepat di depan Raffa dan juga Kiara.
"Ehem...Ingat-ingat kami juga dong yang belum muhrim" kata Raffa.
"Makanya cepetan di halalin dong" ledek Aldo.
__ADS_1
Raffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa canggung.