Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Digigit Semut


__ADS_3

Maaf ya author baru bisa up ceritanya malam dan juga cuma satu aja. Soalnya author ingin bermalam minggu dulu 🤣


Terima kasih juga atas dukungannya kalian semua🙏


Selamat membaca ❤


...****************...


Di kantor, Aldo baru saja mendapat telepon dari Kayla yang membicarakan tentang kedatangan Tasya dan juga Andre.


Senyuman terbentuk dibibirnya, setelah mendengar bahwa Tasya dan Andre sangat kesal karena rencana mereka gagal untuk menguras harta Aldo.


Bagus itu, honey. Setidaknya untuk sekarang mereka sangat kesal dan akan menjadi miskin kembali. Orang seperti mereka pasti tidak akan pernah jera, nantinya mereka akan kembali membuat onar. Aku ingin sekali menjebloskan mereka ke penjara tapi aku mengingat keadaan Revan nantinya. Bagaimana pun dia adalah ibu kandung Revan. Ucap Aldo.


Iya aku mengerti, bee. Intinya selama mereka berdua tidak mencelakakan siapa pun, kita biarkan saja dulu. Kata Raisa, dari seberang telepon.


*Iya, hon. Tunggu aku di rumah ya. Sebentar lagi aku akan pulang.


Siap suamiku. Cepat pulang ya, dede bayinya udah rindu.


Dede bayinya atau Mamanya nih yang rindu*?. Tanya Aldo.


Dua-dua dong. Jawab Kayla.


Hahaha oke, honey. Sampai jumpa. Jangan lupa pakai baju seksi ya nanti malam. Goda Aldo.


Dasar om-om mesum.


Aldo tertawa ngakak, kemudian mematikan sambungan teleponnya.


"Duh istriku lucu banget deh, jadi pengen cepat-cepat pulang" ucapnya, kemudian mencium layar hp nya, yang ada foto Kayla dan juga Revan.


Ya, Aldo kembali dengan hp baru setelah acara banting-banting hp yang dilakukannya waktu itu.


Saat sedang mencium layar hp nya, tiba-tiba Raffa masuk kedalam ruangan Aldo tanpa mengetuk terlebih dahulu. Hal itu membuat Aldo melonjak kaget dan mencoba memperbaiki sikapnya menjadi berwibawa kembali.


Tetapi usaha Aldo sia-sia, Raffa sudah melihat kelakuan bosnya itu dan mencoba menahan ketawanya.


Ternyata Tuan Aldo bucin banget sama Nyonya Kayla. Batin Raffa.


"Ngapain kamu masuk-masuk nggak ketuk pintu dulu? Sudah bosan kerja kamu?" bentak Aldo.


Wajah Aldo kini merah padam karena menahan malu. Image berwibanya sebagai bos seketika hancur di depan asistennya Raffa.


"Maaf, Tuan. Saya ingin memberitahukan jadwal pertemuan yang harus Anda lakukan besok"


"Cepat bilang" kata Aldo, tanpa menatap ke arah Raffa.


Raffa mulai menyebutkan satu persatu jadwal yang harus dilakukan Aldo.


"Sudah semuanya?"


"Sudah, Tuan"


"Oke kamu balik kerja lagi" perintah Aldo.

__ADS_1


"Baik, Tuan"


Saat Raffa hendak keluar, Aldo tiba-tiba menyuruhnya berhenti.


"Ada apalagi, Tuan?" tanya Raffa.


"Kamu kemarin kan sudah bantu saya. Jadi ada bonus untuk kamu, sebagai ungkapan terima kasih" jawab Aldo.


"Serius Tuan? Alhamdulillah rezeki anak soleh"


"Saya penasaran satu hal sebenarnya dari kamu. Kamu kan sudah banyak uang. Bisa dibilang gaji kamu nggak sedikit. Tapi kenapa kamu masih jomblo sampai sekarang?"


"Saya hanya ingin fokus kerja dulu, Tuan"


"Kalau saya jodohkan kamu dengan ibu satu anak, kamu mau nggak? Masih muda loh" tawar Aldo.


"Ibu satu anak dan masih muda? Maksudnya istri Anda ya, Tuan?" tanya Raffa dengan polosnya.


"Gila apa kamu? Mau cari mati hah? Nggak mungkin istri saya, mau saya jodohin sama kamu. Maksud saya disini, yaitu adik dari istri saya. Mau nggak?"


"Ohh yang namanya Kiara ya, Tuan? Saya kira dia masih SMA"


"Memang. Tapi dia hamil diluar nikah. Pacarnya nggak mau tanggung jawab. Kamu mau nggak dikenalin sama dia?"


"Hmmm...Maaf Tuan, akan saya pikirkan lagi nanti" kata Raffa.


"Iya jangan lama-lama mikirnya. Kamu juga cuma 2 tahun lebih muda dari saya. Udah seharusnya cari pendamping hidup"


"Baik Tuan"


"Benar juga apa yang dibilang Tuan Aldo tadi. Umur udah 29 tahun gini masa belum nikah juga sih. Tapi masa aku harus nikah sama anak SMA"


.


.


.


Aldo pulang dari kantor dan langsung disambut okeh Kayla dan juga Revan.


"Wah bau wangi kue nih kayaknya. Mami dan Revan lagi masak kue ya?"


"Iya dong. Aku dan Mami Kay lagi baru selesai buat kue brownies" kata Revan.


"Mantap itu. Kesukaan Papa tuh" ucap Aldo.


"Brownies sudah siap. Ayo sini makan" panggil Kayla.


Aldo dan Revan langsung menghampiri Kayla, lalu duduk mengapit disamping kiri dan kanan, kemudian memeluk tubuh Kayla.


"Loh ada apa ini? Kenapa tiba-tiba dipeluk?" tanya Kayla, bingung.


"Terima kasih Mami Kay" ucap Aldo dan Revan kompak.


Mereka berdua bersamaan mencium pipi kiri dan kanan Kayla, membuat Kayla sangat terharu dengan keluarga kecilnya itu.

__ADS_1


"Dua priaku ini memang so sweet banget ya. Oke sebagai balasannya, Mami Kay akan suapin kalian berdua"


"Horeeee" teriak Revan dan juga Aldo, kembali kompak.


Kayla memotong kue browniesnya menjadi beberapa bagian, kemudian mulai menyuapi satu per satu kemulut Revan dan juga Aldo secara bergantian.


"Kamu juga makan dong, hon. Sini aku suapin"


Aldo meraih sendok yang dipegang Kayla, kemudian mulai menyuapi brownies untuk istrinya itu dengan ukuran yang cukup besar, membuat Kayla kesusahan mengunyah dan jadinya belepotan kemana-mana.


"Bee, kenapa banyak banget sih? Aku susah ngunyahnya loh" kata Kayla.


"Hehe maaf istriku. Eh itu di atas bibir kamu, ada sisa brownies" tunjuk Aldo.


"Hah? Dimana?" Kayla mencoba mencari sisa brownies yang dimaksud Aldo, namun tidak menemukannya.


Karena gemas Kayla tidak menemukannya, Aldo langsung bergerak membersihkan sisa brownies di atas bibir Kayla. Ia membersihkannya bukan menggunakan tangan, melainkan menggunakan bibirnya. Alhasil, bukan hanya membersihkan sisa brownies yang dilakukan Aldo, melainkan sekalian juga mencium serta menggigit kecil bibir istrinya yang sangat membuatnya candu.


Untung saja Revan makan sambil menonton kartun kesukaannya di hp, sehingga matanya fokus menonton saat ini dan tidak melihat perbuatan orang tuanya disampingnya itu.


Setelah sudah puas mencium bibir Kayla, Aldo langsung melepas ciumannya. Akibat giginya kecil yang dilakukannya, bibir Kayla menjadi lebih merah dari sebelumnya.


Ternyata karena melihat bibir Kayla, membuat hasrat Aldo menjadi bangun dan ingin segera menuntaskan hasratnya itu kepada istrinya saat ini juga.


"Honey, kita ke kamar yuk. Aku nggak tahan lihat bibir kamu" bisik Aldo ke telinga Kayla.


Kayla terkejut dengan perkataan Aldo dan memberi isyarat apa alasan yang harus diberikan kepada Revan.


Aldo mulai mencari cara agar Revan mau berhenti makan dan kembali masuk ke kamarnya.


"Revan, udah ya makan browniesnya. Kamu kembali ke kamar aja terus lanjutin nontonnya" kata Aldo.


"Nggak mau, Pa. Aku masih mau makan brownies" tolak Revan.


"Makannya dilanjut sebentar aja atau kamu mau makan sendiri di kamar? Kan udah gede"


"Nggak mau, Pa. Aku maunya disuap Mami Kayla" ucap Revan, tetap bersikeras.


"Tolong Papa dong sayang. Kamu ke kamar ya" mohon Aldo, yang sudah sangat tidak tahan.


Revan belum menjawab, tetapi pandangannya sudah ke tempat lain.


"Celana Papa kenapa besar kayak gitu?" tunjuk Revan ke arah bagian bawah milik Aldo.


Ternyata milik Aldo sudah tegang di bawah sana.


"Astaga, bee" kaget Kayla.


Kayla menjadi bingung harus menjelaskan bagaimana kepada Revan yang masih sangat kecil.


"Eh ini, digigit semut mungkin. Aku ke atas dulu ya"


Aldo lari terbirit-birit menaiki tangga menuju ke kamar, sedangkan Kayla tampak tertawa ngakak melihat kejadian itu. Lain halnya dengan Revan yang masih kecil, wajahnya kelihatan bingung dengan ucapan Papanya tadi.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan rate5 ya. Biar author tambah semangat lagi 😊


__ADS_2