
Spesial untuk para readers tercinta, episode kali ini akan lebih panjang dari sebelum-sebelumnya ❤
...****************...
Beberapa hari yang lalu, Aldo sudah memberikan sejumlah uang kepada Tasya dan juga Andre agar mereka bisa menutup mulut mereka dan tidak membeberkan rahasia itu kepada Kayla.
Tasya dan Andre yang memang mata duitan, tentu saja langsung kalap setelah melihat uang yang cukup banyak diberikan kepada mereka. Keduanya langsung menghambur-hamburkan uangnya dengan melakukan hal yang tidak penting dan dalam beberapa hari, uang itu langsung ludes begitu saja.
"Tasya, minta lagi uangnya ke Aldo. Uangnya udah habis nih" kata Andre.
"Ngapain nyuruh-nyuruh. Papa lagi dong yang minta kok aku terus sih" sungut Tasya, yang tengah berbaring di sofa depan TV.
"Kamu nggak sadar apa? Kan Papa yang kasih informasi ini ke kamu, kalau bukan karena Papa hidup kita sudah melarat. Cepat minta!" bentak Andre.
"Iya, iya aku minta. Bawel banget sih"
Tasya langsung meraih hp nya yang berada diatas meja, kemudian mulai menghubungi Aldo.
Cukup lama Aldo tidak mengangkat panggilan Tasya, membuat Tasya mulai jengkel.
"Kok lama banget diangkat sih" kata Tasya.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya telepon diangkat oleh Aldo.
Ada apa lagi? tanyanya, dari seberang telepon.
Halo Mas Aldo sayang. Jangan lupa kirimin lagi uang ya untuk aku dan Papa. Masih mau rahasianya aman kan? tanya Tasya, mulai mengancam.
Aku kan sudah kasih uangnya beberapa hari lalu. Kamu itu nggak berubah ya, lihat uang aja langsung kalap pengen habisin. Ingat Tasya, kamu bukan orang kaya lagi. Harusnya uangnya ditabung.
Nggak usah sok nasehatin deh. Uangnya gimana ini? Cepetan kirim. Aku tnggu oke?
Nggak. Tolak Aldo
Tasya terkejut karena Aldo berani mengabaikan ancamannya.
Kamu kira aku sedang main-main, Mas? Aku beneran akan kasih tahu ke Kayla semua rahasia yang selama ini kamu tutupi sama dia. Kamu mau lihat dia menderita dan membenci kamu setelah itu? Hati-hati kamu, Mas.
Aku nggak takut dan aku nggak peduli lagi. Aku nggak mau uang aku habis hanya untuk dikasih ke orang mata duitan kayak kamu dan Papa kamu.
Aldo langsung mematikan sambungan teleponnya, membuat Tasya semakin meradang.
"Aldo sialan. Berani-beraninya dia macam-macam denganku"
Tasya kembali menghubungi nomor Aldo. Namun, nomor Aldo tidak bisa tersambung.
"Kurang ajar dia. Sekarang dia berani blok nomor aku! Akan aku bongkar semuanya" teriak Tasya.
"Kenapa Tasya? Dia nggak mau kirimin kita uang?" tanya Andre.
"Nggak. Ayo kita ke rumah Kayla sekarang dan kita beberkan semua rahasianya" ujar Tasya.
"Oke, kita pergi sekarang" kata Andre.
Keduanya langsung bergegas ke rumah Kayla. Saat itu, Kayla memang hanya bersama para asisten rumah tangga yang lain. Karena Aldo sedang berada di kantor dan Revan yang sudah mulai bersekolah lagi.
Sesampainya di rumah Kayla, mereka langsung dipersilahkan masuk oleh satpam rumah yang berjaga. Padahal biasanya, mereka berdua tidak diizinkan masuk. Tapi kali ini satpamnya memberi jalan untuk masuk tanpa melarang sedikit pun.
Andre langsung mengetuk pintu bahkan membunyikan bel banyak kali karena sudah tidak sabar.
Pintu terbuka dan kebetulan yang keluar adalah Kayla. Keberuntungan berpihak kepada mereka, begitu pikir Tasya maupun Andre.
"Kayla adikku. Ternyata kamu adikku Kayla. Aku kaget saat tahu kamu adik aku. Kamu belum tahu kan? Sebenarnya kamu anak kandung Tante Sinta dan Papa Andre. Aku sangat terharu kita ternyata saudara kandung, meskipun berbeda ibu"
Saat melihat Kayla, Tasya memang langsung memeluknya dan mulai berakting menangis didepan Kayla. Bahkan, Andre pun ikut-ikutan masuk kedalam akting Tasya dan mulai berusaha untuk terlihat sesedih mungkin.
Anehnya, wajah Kayla tampak tidak terkejut sama sekali. Yang ada wajahnya sangat datar dan terlihat cuek, saat Tasya memberitahukan informasi itu.
"Kamu kenapa diam aja Kayla? Kamu nggak senang dengar informasi ini? Kita masuk dulu yuk, terus kita bicarakan didalam" kata Tasya.
"Nggak. Kalian nggak boleh masuk" ucap Kayla, dengan cepat.
"Kenapa nggak boleh? Atau jangan-jangan kamu sudah tahu ya?" curiga Tasya.
"Iya aku sudah tahu. Sayang sekali ya, kalian terlambat. Aku sudah mengikhlaskan semua yang terjadi dan aku juga merasa lega, karena hal ini aku tidak merasa cemas lagi dengan keadaan anakku, karena aku ternyata tidak ada hubungan darah dengan Mas Aldo. Dan untuk Om Andre, maaf ya, meskipun kamu Papa aku, tapi gara-gara kamu akhirnya aku dan Mama Sinta jadi terpisah. Jadi, jangan berharap aku tersentuh saat tahu kamu ayah aku. Sudah mengerti semua? Silahkan pergi sekarang juga" tegas Kayla.
"Apa? Nggak. Kamu jangan berani-berani mengusir aku atau Papa. Kamu ingat Kayla, kita saudara" teriak Tasya.
__ADS_1
"Pak Satpam, bawa pergi mereka dan jangan kasih izin untuk masuk lagi. Oh iya ada yang lupa, tadi aku sengaja kasih izin kalian menginjakkan kaki sampai di halaman rumah ini, cuma untuk membuat kalian malu. Karena aku tahu kalian pasti akan datang. Jangan berharap kalian berdua bisa masuk kedalam rumah, oke?" kata Kayla, tersenyum penuh kemenangan.
Kayla menutup pintu rumah, kemudian kedua satpam mulai menarik paksa Andre dan Tasya untuk keluar dari halaman rumah.
"Arrrrrgghhhh Kayla, Aldo sialan! Sampai aku mati, aku nggak akan berhenti menghancurkan kalian" teriak Tasya begitu frustasi.
Andre juga terlihat mulai uring-uringan dan sangat geram. Karena lagi-lagi, dia harus kalah dari Aldo dan juga Tasya.
Flashback on
Aldo sedang bingung apakah dia harus percaya dengan perkataan Tasya barusan atau tidak.
"Tuan, bisa saya kasih saran?" tanya Raffa.
"Iya. Apa itu?"
"Tuan kirimkan saja uang yang diminta Ibu Tasya tadi"
"Kamu gila apa? Saya nggak sudi kasih uang saya ke dia dan Papanya yang laknat itu" kata Aldo.
"Anggap saja sedekah bagi orang yang nggak mampu, Tuan. Itu juga bisa mengulur waktu, agar Tuan bisa bertanya terlebih dahulu ke Ibu Sinta tentang kebenarannya"
"Benar juga kamu. Kalau memang itu benar, saya harus mengajak Tante Sinta untuk membicarakan ini semua kepada Kayla. Kayla harus tahu sebelum dia dengar dari Tasya" ucap Aldo.
"Benar itu, Tuan"
"Oke, kita ikuti permainannya saat ini. Transfer sejumlah uang ke rekening Tasya dan Andre sekarang juga"
"Baik, Tuan"
Raffa segera melaksanakan perintah Aldo, kemudian Aldo bergegas menuju ke rumah Sinta untuk mencari tahu kebenarannya.
Sesampainya di rumah Sinta, ternyata orang yang membukakan pintu adalah Kiara.
"Kak Aldo, ada apa ya?"
"Hai Kiara. Mama kamu ada nggak?"
"Ada. Kenapa cari mama aku?" tanya Kiara, bingung.
"Silahkan masuk"
Aldo masuk dan duduk di ruang tamu, sambil menunggu kedatangan Sinta. Tidak lama kemudian, Sinta terlihat keluar dari kamar, setelah dipanggil oleh Kiara.
"Nak Aldo. Ada apa ya?"
"Maaf, Tante. Saya bisa bicara berdua saja dengan Tante?" tanya Aldo, sambil melirik ke arah Kiara.
"Kiara, boleh kamu ke kamar dulu?" pinta Sinta.
"Memangnya ada apa ini?"
"Bukan apa-apa hanya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan saja" kata Aldo.
"Ya sudah kalau begitu" Kiara berlalu pergi menjauh dari Aldo dan juga Mamanya.
Aldo langsung menceritakan semua yang dia dengar dari Tasya dan juga meminta kejelasan dari Sinta tentang kebenarannya. Sinta terkejut mendengar perkataan Aldo, dia tidak menyangka Andre akan sekejam itu.
"Andre benar-benar keterlaluan. Dia belum berubah dari dulu. Hanya uang yang dipedulikannya" kata Sinta.
"Jadi itu benar, kalau kalian adalah orang tua kandung Kayla?" tanya Aldo.
"Iya benar"
Sinta juga mulai menceritakan awal kejadian sampai dia harus berpisah selama 18 tahun dengan Kayla seperti saat ini.
"Maaf, Tante. Bisakah Tante membantuku untuk menceritakan semua ini kepada Kayla? Aku takut dia mendengarnya dari Tasya"
"Maaf, sepertinya Tante nggak bisa" ucap Sinta.
"Kenapa begitu?"
"Tante takut Kiara marah kalau mengetahui hal ini"
"Aku mohon Tante" kata Aldo.
"Maaf, tapi.."
__ADS_1
"Aku nggak marah kok" potong Kiara.
Kiara tiba-tiba saja muncul dan mengagetkan Aldo dan juga Sinta.
"Kiara? Kamu sudah dengar semuanya?" tanya Sinta.
"Iya, Ma. Aku malah senang karena tahu Kak Kayla saudara aku, meskipun berbeda ayah. Aku juga yakin Papa nggak akan keberatan dengan semua ini"
"Makasih sayang. Maafkan Mama selama ini menyembunyikan semuanya dari kamu"
Sinta langsung memeluk Kiara begitu erat. Ternyata anak satunya ini sangat mengerti dengan keadaannya.
"Baiklah. Ayo kita temui Kayla sekarang" ucap Aldo.
Ketiganya langsung bergegas pergi menemui Kayla, untuk mengatakan yang sebenarnya.
Setelah sampai di rumah, Aldo langsung memanggil Kayla.
"Honey, sayang. Kamu dimana?"
"Di halaman belakang, bee. Kamu sudah pulang ya?"
Kayla berjalan masuk kedalam rumah dan ternyata menemukan Aldo tidak sendirian, melainkan bersama Kiara dan juga Sinta.
"Tante, Kiara. Kalian kesini ternyata? Kamu yang jemput mereka, bee?"
"Iya"
"Senang banget aku. Apa kabar kalian? Maaf ya, waktu itu aku nggak sempat ngobrol saat acara resepsi" kata Kayla.
"Nggak apa-apa kok" ucap Sinta.
"Ada yang mau kami bicarakan dengan kamu Kayla" lanjut Sinta.
"Oh kebetulan aku juga mau tanya sesuatu ke Tante"
"Tanya apa?"
"Waktu acara resepsi aku lihat Tante sekilas bicara dengan Om Andre. Apa itu benar?"
Sinta langsung menatap ke arah Kiara dan juga Aldo. Mereka mengisyaratkan agar Sinta bisa mengatakan yang sejujurnya. Sinta akhirnya mulai bicara.
"Itu benar. Sebelumnya, Tante minta maaf Kay. Sebenarnya kamu adalah anak kandung Tante dan juga Andre" lirih Sinta.
"Apa? Maksudnya apa ini? Orang tua aku sudah meninggal"
Aldo perlahan mulai menceritakan semua kebenarannya. Mulai dari Kayla yang sebenarnya adalah anak angkat dan juga orang tuan kandungnya yang sebenarnya.
"Bagaimana aku bisa percaya itu semua? Ini seperti tidak masuk akal bagiku"
Sinta langsung menyodorkan hp nya dan memperlihatkan fotonya dan Kayla.
"Ini memang aku. Tanda lahirnya juga sama. Apa benar aku anak Tante?"
Sinta mengangguk, kemudian mulai menangis.
"Maafkan aku, Kayla. Aku memang bukan ibu yang baik untuk kamu. Maaf dulu aku meninggalkan kamu di panti asuhan" ucap Sinta, masih menangis.
"Kenapa begitu? Apa alasannya?" tanya Kayla.
Sinta mulai menceritakan semuanya dan juga Aldo ikut bercerita tentang Tasya dan Andre yang mengurasnya saat ini.
"Kenapa mereka berdua tidak pernah kapok? Aku sangat benci mereka. Apalagi saat tahu, kalau nereka adalah keluargaku" kata Kayla.
"Jujur aku masih syok mendengar hal ini. Mama dan Papa angkatku sangat menyayangiku, sampai-sampai aku tidak tahu kalau ternyata aku bukanlah anak kandung mereka. Tapi, aku juga bersyukur karena bukanlah anak kandung mereka, karena dengan itu aku bisa menikah dengan Mas Aldo saat ini, tanpa ada rada khawatir. Aku juga senang, meskipun memilik ayah yang sifatnya buruk, tetapi aku memiliki ibu kandung yang sangat baik dan juga saudara yang baik. Terima kasih kalian sudah jujur ke aku" ujar Kayla.
"Kamu nggak marah kan, Honey?"
"Iya nggak, bee. Mulai sekarang jangan kirim uang lagi ke mereka ya"
"Iya nggak lagi, hon. Tapi pasti mereka akan mendatangi kamu nanti"
"Biarkan saja. Aku yang akan bicara dengan mereka. Kamu nggak usah khawatir" ucap Kayla, sambil tersenyum.
Rahasia yang ditutupi selama ini, akhirnya bisa diutarakan tanpa ada amarah ataupun kesedihan.
Flashback off
__ADS_1