
Part kali ini masih belum ada Aldo dan Raffanya ya. Harap bersabar untuk menunggu kedatangan mereka.
Komen di bawah ya kalian pendukung Dirga atau Aldo 👇🏻👇🏻
...****************...
Kayla, Kiara beserta Aurel dan Kenzo pergi ke restoran milik Dirga dan Arkan.
Sesampainya ke alamat yang dituju, mereka langsung terpesona dengan nuansa restoran yang begitu klasik namun elegan.
"Wah bagus juga ya Kak restorannya. Kenapa kita nggak tau tempat ini dari awal ya?"
"Nggak terkenal. Buktinya kita nggak tau" ucap Kayla.
"Ehem...Bukannya nggak terkenal. Kalian aja yang kampungan. Ayo masuk, jangan bengong disitu aja" kata Dirga, tiba-tiba datang.
Mereka mulai duduk di satu ruangan yang sudah disiapkan oleh Dirga. Ternyata di sana sudah ada Arkan yang sedang menunggu.
"Hai akhirnya kalian datang juga. Jadi mau makan apa para gadis? Eh Ibu maksudnya kan udah ada anak hehe"
Perkataan Arkan, langsung mendapat pukulan dari Dirga.
"Silahkan duduk" kata Dirga, mempersilahkan.
"Kalian mau makan apa? Nanti aku dan Arkan yang akan masak" lanjut Dirga.
"Jadi selain pemilik restoran, kalian juga chef disini?" tanya Kayla.
"Iya dong" jawab Dirga, sambil tersenyum.
Kenapa dia jadi keseringan senyum sih. Jadi aneh deh. Batin Kayla.
"Baiklah. Kami berdua mau makanan yang paling spesial dan terlaris di restoran ini" kata Kayla.
"Oke. Silahkan ditunggu ya"
Dirga dan Arkan berlalu pergi ke area dapur untuk mulai memasak.
Kayla dan Kiara masih memandangi interior di restoran itu yang terlihat sangat menarik.
"Kak, kalau dipikir-pikir nggak salah juga kan kita ke sini? Kalau kita kerjasama dengan mereka, pasti akan terkenal toko kita. Buktinya ini sudah lewat jam makan siang, tapi masih rame aja restorannya" ucap Kiara, melihat para pelanggan yang cukup banyak di tempat itu.
"Iya sih. Tapi aku belum percaya sepenuhnya ke mereka. Bisa aja dong mereka bohong. Ingat, kita nggak boleh cepat terpengaruh"
"Oke Kak"
Kiara menoleh ke arah Kenzo yang sama sekali tidak rewel di strolernya.
"Uhhh sayangnya Mama udah nggak rewel sekarang. Ayo sini Mama peluk" ucap Kiara, mulai menggendong Kenzo.
Kayla juga terlihat mengambil Aurel dari stroler dan ikut menggendongnya.
"Tumben banget ya mereka nggak rewel. Biasanya rewel banget kalau di tempat rame" kata Kayla.
"Iya ya. Mungkin tempatnya bagus jadi mereka suka"
Kayla dan Kiara tertawa dengan candaan mereka.
Setelah menunggu sedikit lebih lama, akhirnya makanan pun disajikan.
__ADS_1
"Wah kelihatan enak nih" ucap Kiara, sambil menelan ludah.
"Oh iya dong pastinya enak. Silahkan dinikmati" kata Arkan.
Kayla dan Kiara terlihat kerepotan saat akan menaruh anak mereka kembali ke dalam stroler. Dirga yang melihat itu, langsung berinisiatif.
"Biar aku aja yang gendong kamu, selagi kamu makan. Arkan, kamu gendong anaknya Kiara"
"Hah? Aku?"
"Iya cepat. Bawel banget sih"
Arkan akhirnya mengikuti perintah Dirga dan langsung menggendong Kenzo.
"Tenang aja kalian nggak usah khawatir. Anak kalian aman kok. Ngomong-ngomong nama mereka siapa?" tanya Dirga.
"Aurel dan Kenzo" jawab Kayla.
"Ohh okeoke. Nah Aurel kamu main sama Om ya. Mama kamu makan dulu"
Dirga berbicara dengan Aurel, membuat Aurel tertawa menggemaskan.
"Duh imut banget deh. Jadi pengen punya anak"
Uhuk..Uhuk
Kayla terbatuk-batuk karena mendengar perkataan Dirga.
"Loh kamu kenapa, Kay?" tanya Dirga, dengan tampang polos.
"Nggak kenapa-kenapa"
Di dalam hati, Dirga tertawa karena merasa wajah Kayla sangatlah lucu saat diajak bercanda.
Kayla dan Kiara menghabiskan seluruh makanan tanpa sisa.
"Gimana? Enak kan?" tanya Arkan.
Kiara dan Kayla hanya mengacungkan jempol. Saking kenyangnya, mereka tidak mampu menjawab lagi.
Beberapa saat kemudian, Kenzo terdengar mulai menangis sangat kencang, membuat Arkan yang sedang menggendongnya menjadi bingung.
"Kenapa Kenzo nangis? Perasaan tadi baik-baik aja"
"Sini aku liat"
Kiara mulai menggendong Kenzo dan mengecek popok sang anak. Ternyata benar saja, popok Kenzo sudah full, sehingga dia menangis.
"Kak Arkan kamu bisa bantuin aku bawa tas itu ke kamar mandi? Soalnya aku mau ganti popok Kenzo di sana" ucap Kiara.
"Iya boleh"
"Kakak-kakak aku ke kamar mandi dulu ya" pamit Kiara
Kayla dan Dirga mengangguk secara bersamaan. Kini, tersisa mereka bertiga di tempat itu.
Dirga masih terlihat asyik menggendong Aurel dan bermain dengannya.
"Oh iya, nama panjang Aurel siapa, Kay?"
__ADS_1
"Aurelia Arsyila Febrian. Kenapa memangnya?"
"Febrian diambil dari marga Ayahnya?" tanya Dirga.
"Iya" jawab Kayla.
"Ohh gitu. Kalau namanya jadi Aurelia Arsyila Pratama gimana? Cocok nggak?"
"Kok Pratama?"
"Iya. Pratama itu marga aku" ucap Dirga.
Kayla langsung melotot dan memukul lengan Dirga.
"Awww kok dipukul sih?" pekik Dirga.
"Jangan sembarangan bicara kamu. Aurel masih punya Ayah. Aku juga masih berstatus istri orang" ucap Kayla.
"Kalau gitu Ayahnya dimana? Masalahnya aku cuma liat kamu sama Adik kamu doang dan kalian berdua seperti tidak mempunyai pasangan. Jadi wajar dong kalau aku bilang kayak gitu"
"Kiara memang belum punya pasangan. Kalau aku hanya pergi dari suami aku untuk sementara waktu, agar dia sadar kesalahan dia. Udah lah, jangan banyak tanya lagi"
"Ya iya sih aku nggak punya hak untuk cari tau"
"Kamu sendiri gimana?"
"Gimana apanya?"
"Penyakit jantung kamu udah sembuh sekarang?"
Dirga tersenyum singkat.
"Belum. Mana ada penyakit jantung bisa sembuh. Aku bertahan hidup sampai umur segini aja udah bersyukur banget. Aku hanya ingin menikmati hidup ini tanpa pasangan atau pun pernikahan"
"Kenapa begitu?"
"Karena aku tidak ingin orang yang aku cintai bersedih atas kepergianku"
"Tapi kan jodoh dan maut tidak ada yang tau, Dirga" ucap Kayla.
"Kalau begitu kamu mau nggak jadi pasangan aku?"
"Apa? Jangan gila kamu. Aku udah punya suami"
"Meskipun kamu belum punya suami tidak akan mungkin kamu mau denganku yang penyakitan begini"
Kayla hanya diam. Ia tidak ingin melanjutkan pembicaraan yang menurutnya akan semakin canggung nantinya.
Untung saja saat itu juga Kiara dan Arkan sudah kembali dari kamar mandi.
"Loh suasana macam apa ini? Kok canggung sih? Katanya teman lama" ledek Arkan.
"Diam kamu" kata Dirga.
"Oh iya Kay, ini Aurelnya. Makasih ya udah mampir ke sini. Lain kali jangan sungkan untuk mampir dna untuk masalah kerjasama kita, besok aja ya dibahas. Aku lagi kurang enak badan sekarang" ujar Dirga, sambil tersenyum.
"Iya. Makasih ya udah buatin makanan untuk kami. Makanannya enak kok"
Kayla dan Kiara akhirnya pamit dari restoran itu. Dirga terus menatap punggung Kayla yang sudah semakin jauh dari pandangannya.
__ADS_1
Kalau saja kamu tau, Kay. Orang yang pertama kali aku suka sejak kecil adalah kamu, orang yang sudah menyelamatkan nyawaku.