
Mohon maaf cerita hari ini sangat terlambat update. Author super sibuk hari ini dan besok. Jadi maaf juga kalau besok terlambat lagi ya 🙏🏻
Selamat Membaca ✨
...****************...
Raffa mengejar Kiara yang sudah berlari pergi. Saat dikejarnya, ia melihat pacarnya itu sudah menaiki taksi. Tanpa pikir panjang, Raffa segera masuk ke dalam mobil dan mengikuti taksi yang dinaiki Kiara.
Dalam perjalanan membuntuti kemana arah perginya Kiara, telepon Raffa berdering. Ia melihat nama bosnya tertera di layar ponsel.
Pasti dia mau marah-marah lagi nih. Gumam Raffa.
Raffa segera mengangkat panggilan telepon Aldo dengan menjauhkan ponselnya dari telinganya.
Sesuai dugaan, Aldo berteriak memarahi Raffa yang belum juga datang ke kantor. Untung saja Raffa menjauhka ponselnya agar gendang telinganya tidak pecah.
Dimana kamu? Memang sudah gila! Asisten macam apa yang membuat bosnya menunggu? Cepat kesini sekarang juga. Dalam 5 menit kamu belum sampai, semua barang-barang kamu di kantor akan aku buang! ancam Aldo.
Maaf Tuan. Saya akan segera ke kantor setelah saya memastikan kemana arah tujuan Kiara.
Apa maksud kamu? Bukannya kamu memang lagi dengan Kiara?
Tadinya begitu. Tapi sekarang nggak. Dia marah, Tuan.
Kamu kelamaan jomblo sih jadi nggak tau perasaan perempuan bagaimana. Ya sudah, pastikan Kiara baik-baik saja dan kamu segera kesini.
Baik Tuan.
Raffa kembali fokus ke arah taksi yang sedang diikutinya saat ini. Setelah cukup lama diikuti, ternyata taksi itu berhenti di depan rumah Kiara.
Dia pulang ke rumah ternyata. Syukurlah kalau begitu. Aku akan kembali lagi kesini sepulang dari kantor nanti.
Setelah mengetahui keberadaan Kiara, Raffa segera memutar balik mobilnya dan menuju ke kantor.
Sesampainya di kantor, ia segera menuju ke ruangan Aldo dan langsung menatap tatapan horor dari bosnya itu.
"Jadi kenapa kamu dan Kiara? Belum lama pacaran sudah ada masalah aja. Aneh banget" ucap Aldo.
"Tadi saya membawanya ke rumah orang tua saya untuk mengenalkan Kiara ke mereka. Rencananya saya ingin menikahinya sebelum dia melahirkan, tapi sepertinya itu sulit dengan keadaan saat ini" ujar Raffa.
"Sulit kenapa?"
__ADS_1
"Mama saya nggak setuju saya menikah dengan perempuan yang sedang hamil anak orang lain, Tuan"
"Tunggu. Jadi kamu kasih tau ke Mama kamu yang sejujurnya?"
"Iya Tuan. Memangnya kenapa ya?" tanya Raffa, bingung.
"Memang anak mama banget ya kamu. Salut sih saya. Tapi di umur kamu yang sudah hampir kepala tiga, harusnya pintar dikit dong. Wajar aja kalau Mama kamu nggak setuju kamu nikah dengan Kiara. Harusnya kamu bilang aja kalau Kiara hamil anak kamu. Kan gampang langsung dinikahin. Ini maunya pakai drama dulu, ya wajar nggak diterima"
"Tapi saya nggak bisa bohong ke orang tua saya tentang hal seperti ini, Tuan"
"Anak berbakti memang beda ya. Ya sudah balik kerja aja sana" kata Aldo.
Raffa akhirnya keluar dari ruangan Aldo dan mula melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Sementara itu di kampus, Kayla sedang bersama dengan sahabatnya Laura. Karena dosen mereka terlambat masuk hari ini, jadinya mereka mengisi waktu kosong itu untuk nengobrol.
"Kay, aku mau curhat nih" kata Laura, dengan raut wajah sedih.
"Curhat aja. Kamu kenapa memangnya? Kok kayak sedih gitu?" tanya Kayla.
"Masa aku mau dijodohin sama teman Mama aku. Terus katanya cowoknya itu berumur 29 tahun, kan tua banget. Masa aku nikah sama om-om"
"Memangnya kenapa kalau dengan om-om? Suami aku malah lebih tua lagi dari cowok yang mau dijodohin sama kamu. Pesona om-om itu sangat luar biasa loh. Harusnya kamu senang"
"Makanya ketemu aja dulu, siapa tau cocok. Kamu juga kan setahu aku udah jomblo dari kita masih SMA, jadi nggak ada salahnya lah Laura. Masa mau nutup hati terus ke cowok sih"
"Aku tuh kayak gini karena..."
Laura menghentikan perkatannya, membuat Kayla menjadi bingung.
"Karena apa?"
"Eh itu maksudnya karena aku pengen ketemu orang yang sifatnya benar-benar cocok sama aku"
"Ohh gitu. Kamu sih pemilih banget" celetuk Kayla, membuat Laura menjadi malu.
"Hehe ya begitulah"
.
.
__ADS_1
.
Raffa yang baru saja sehabis bekerja, langsung menuju ke rumah Kiara kembali. Ia ingin meminta maaf kepada Kiara atas perkataan ibunya tadi.
tok tok tok
"Assalamualaikum"
Tidak ada jawaban. Raffa kembali mengetuk pintu dan mengucapkan salam dengan suara sedikit lebih besar dari sebelumnya.
Pintu rumah akhirnya terbuka. Raffa berharap orang yang membukakan pintu adalah Kiara. Namun, ternyata ia salah. Orang yang membukaka pintu ternyata adalah Sinta.
"Nak Raffa. Pasti mau ketemu Kiara ya?"
"Iya Tante. Kiaranya ada?"
"Ada kok. Tapi katanya dia nggak mau ketemu kamu. Ayo silahkan masuk dulu, ada yang mau Tante bicarakan"
Raffa merasa sedih karena Kiara tidak ingin menemuinya. Tetapi ia tetap masuk ke dalam rumah, atas ajakan Sinta.
"Silahkan duduk Nak Raffa. Mau minum apa?"
"Nggak usah repot-repot Tante. Saya juga nggak bisa lama"
"Baiklah. Jadi begini, Tante sudah dengar semuanya dari Kiara. Menurut Tante, apa yang dibilang Mama kamu itu ada benarnya. Kalau Tante diposisi Mama kamu, pasti Tante juga mau anak Tante dapat jodoh yang baik. Tante juga nggak mau lebih menyakiti perasaan Kiara lagi meskipun Tante tau dia salah. Jadi sebaiknya Nak Raffa silahkan cari wanita lain, sesuai yang diinginkan ibu Nak Raffa" ujar Sinta, panjang lebar.
"Tapi saya benar-benar serius dengan Kiara, Tante. Meskipun saya belum lama berpacaran dengan dia, tapi saya sudah merasa sangat cocok dengannya"
"Kalau kalian berjodoh, kalian pasti akan ketemu. Percayalah Nak"
Kiara yang diam-diam mendengarkan pembicaraan ibunya dengan Raffa, mulai menangis sesegukan. Dirinya juga sebenarnya sangat menyukai Raffa. Namun apa boleh buat, takdir berkata lain. Kiara harus bisa mengikhlaskan Raffa, karena dirinya tidak ingin merusak hubungan Raffa dengan ibunya yaitu Beka.
Mendengar perkataan Sinta, Raffa hanya bisa tertunduk lesu. Hubungan yang baru saja dijalaninya belum lama ini, secepat itu harus berakhir karena tidak mendapat restu dari ibunya sendiri.
"Baik Tante, saya terima keputusannya. Salam untuk Kiara. Maaf kalau saya tidak bisa menepati janji untuk menikahinya. Saya permisi dulu, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Raffa keluar dari rumah Kiara dengan terus menundukkan kepalanya. Ada rasa sakit dihatinya yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.
Semoga kita berjodoh Kiara.
__ADS_1
...****************...
Yang kangen part Kayla dan Om Aldo besok ya. Hari ini tentang Raffa dan Kiara dulu hehe ✌🏻