
Gustaf menelfon seseorang dengan nada marah.
Gustaf
Jun, segera batalkan kontrak kerja dengan PT Wisma Kencana, dan segera siapkan foto keluarga Pak wisma dengan ibu Anita Kencana, buka file SMA yang ada di Laptop print kan juga foto-foto kami saat SMA. Dan jangan lupa kemari, Segera!"
Asisten Jun
Siap Tuan!
Sekitar 20 menit berlalu, Asisten Jun datang dengan membawa semua yang disebutkan Gustaf. Tanpa pikir panjang mereka langsung pergi mencari Vanly.
Asisten Jun melacak keberadaan Vanly melalui nomor ponselnya, setelah di ketahui keberadaannya Gustaf dan Asisten Jun segera melajukan mobil dengan kencang.
"Posisinya di pemakaman A tuan" Ucap asisten Jun.
"Dia pasti menemui papa dan mama nya, segera pergi kesana secepat nya" Jawab Gustaf.
"Van, maafin mas ya karena tidak jujur dengan kamu. Seharusnya dari awal mas harus menceritakan tentang Anita, agar tidak ada kesalahpahaman diantara kita. Betapa bodohnya diriku ini, maaf kan aku Bams karena gagal menjaga anakmu" gerutu Gustaf dalam hati.
Asisten Jun melihat wajah tuannya dari kaca, ia melihat betapa Gustaf sangat marah hari ini,
__ADS_1
Gustaf yang sadar diamati oleh Asisten Jun segera membentak Asisten Jun.
"Tidak usah perdulikan aku, lajukan mobil dengan cepat. Aku ingin segera menemui istriku"
-----
Mobil Gustaf sudah terparkir di parkiran dekat makam. Ia segera berlari ke arah Vanly dan tak lupa membawa bukti bahwa hubungan Gustaf dan Anita itu hanyalah masalalu. Asisten Jun hanya membuntuti nya dari belakang.
Dilihatnya Vanly sedang menangis di tengah makam. Gustaf pun menghampirinya. Ingin rasanya memeluk istrinya yang mungil itu.
"Sayang" panggil Gustaf Lirih.
"Sayang, kamu hanya salah faham. Mas itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Mas hanya mencintaimu, bahkan sejak papa mu masih sehat, mas sudah bilang ke Bams bahwa mas ingin menjadikanmu istri,bukan Bams yang mempunyai ide menikahkan kita, tapi aku Van. Mas hanya menyayangimu, Anita hanya masa laluku." Ucap Gustaf dengan meneteskan air mata.
"Mulut bisa berbohong mas, tapi fakta mengatakan bahwa kamu mempunyai kekasih lain" sahut Vanly dengan nada frustasi.
Tak putus asa Gustaf pun menjelaskan kembali tentang hubungannya dengan Anita.
"Van, Anita itu istri orang, dia itu istri dari klien mas. Ini foto keluarga nya (sambil menunjukkan foto yang dibawa oleh asisten Jun). Memang kami dulu pernah mempunyai hubungan spesial, tapi itu sekitar 20 tahun yang lalu ketika kami masih SMA. Ini foto mama papamu, aku dan anita. Kami sahabat baik. Itu hanya masalalu Van. Sekarang dia adalah istri orang, bahkan ia sudah memiliki anak, tidak mungkin aku mengganggu kebahagiaan orang lain. Sejak mama Anita tidak setuju denganku hubunganku dan Anita sudah berakhir, aku sudah melupakan semua rasa yang aku punya Van" Ucap Gusta dengan berlutut di hadapan istrinya.
"Mas" sapa Vanly lirih. Ia merasa bersalah karena marah tanpa mengetahui yang sebenarnya. Ia membuat Gustaf menangis dan berlutut kepadanya.
__ADS_1
"Mas berdirilah, maafkan aku" Sahut Vanly dengan mengangkat tubuh Gustaf yang berlutut di hadapannya.
Gustaf pun berdiri dan memeluk Vanly. Ia sangat menyesali karena tidak jujur dari awal. Hari ini banyak pelajaran yang Gustaf dapat.
"Mari kita kembali ke rumah" ajak Vanly sambil menggandeng tangan Gustaf.
Di dalam mobil Gustaf memeluk Vanly dengan erat. Vanly pun hanya diam melihat perlakuan suaminya itu. Asisten Jun melihat tuannya menjadi posesif kepada Vanly pun ikut tersenyum
"Van, jangan tinggalin mas ya. Mas takut. Mas cuman sayang kamu, i feel like a fool man if you leave my life"
Ucap Gustaf sambil mengeratkan pelukannya.
***halo guys!
jangan lupa tetap support karya author ya😊
jangan lupa di like dan komen, follow juga akun noveloon author.
enaknya author update tiap hari tapi hanya beberapa atau jarang update tapi sekali update banyak?
btw, stay save semua. tetap stay dirumah***.
__ADS_1