Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 23 // Ospek


__ADS_3

Sudah 5 hari Gustaf berada di Australi, ia masih belum berani mengabari Vanly karena terakhir kali ketika ia telpon istrinya sedang marah, ia masih menunggu istrinya menghubunginya terlebih dahulu.


Sedangkan di Indonesia, Vanly mulai terbiasa tanpa adanya Gustaf disisinya. Ia berusaha hidup mandiri tanpa bergantung pada suaminya.


Hari ini Vanly sudah memasuki hari pertama ospek yang di adakan di kampusnya. Vanly mengenakan baju putih dan rok selutut berwarna hitam, sedangkan rambutnya digerai begitu saja. Vanly bertemu banyak teman dari berbagai macam daerah, diantaranya Asila, Oliv dan Gina.


Selama masa ospek mereka selalu bersama-sama, tentu saja mereka memang berasal dari fakultas dan jurusan yang sama.


Ketika waktu ishoma, mereka berempat segera ke taman depan kampus. Mereka beristirahat di sana sebelum melanjutkan ospek hari ini.


"Jadi mama papamu masih tetap di Ambon Liv? Tanya Vanly penasaran.


"Iya, mama papa masih disana semua. Tapi lebih enak jauh dari orang tua, kita jadi lebih mandiri" Sahut Oliv bangga.


"Lah kalo elu bukannya asli orang sini ya Van?" Tanya Asila.


"Iya Sil" Sahut Vanly singkat.


"Lalu tinggal sama mama papa juga?" Sambung Asila.


"Enggak, mama papaku sudah tiada." Sahut Vanly dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Emm sorry ya gua ga tau" Ujar Asila merasa bersalah.


"It's okay Sil, aku mencoba biasa aja sebenernya, tapi gatau kenapa masih belum bisa sampai sekarang." Ucap Vanly dengan menghela nafas panjangnya.


"Ya namanya juga kan orangtua tidak akan ada yang bisa menggantikan kasih sayangnya, kami faham kok apa yang kamu rasakan." Sahut Gina menenangkan Vanly .


Tiba-tiba suara ponsel Vanly berbunyi, ia segera mengangkatnya.


Asisten Jun


Halo Nona..


Kenapa Asisten Jun menelponku? Apakah mas Gustaf sedang tidak baik-baik saja? Apakah ada masalah? Tuhan.. Lindungi suamiku. Tubuh Vanly bergetar seketika, ia membayangkan hal yang tidak-tidak tentang suaminya. Vanly mengeluarkan keringat di sekujur tubuhnya. Teman-teman nya yang melihat Vanly seperti orang yang sedang sakit pun mulai mengkhawatirkan keadaannya.


Vanly tidak bergeming, ia mencoba menenangkan pikirannya, dan lagi-lagi Asisten Jun memanggilnya.


Asisten Jun


Halo Nona, apakah kau baik-baik saja?


"Iy.. "

__ADS_1


Tut.. Tut.. Tut..


Belum sempat Vanly melanjutkan perkataannya Tiba-tiba signal dalam ponsel Vanly hilang.


"Sial..! Hari ini sungguh tidak bersahabat." umpat Vanly dalam hati


Terlihat ada laki-laki yang menghampiri Vanly, Asila, Oliv dan Gina. Ternyata laki-laki itu adalah kakak tingkat mereka yang berstatus sebagai anggota BEM di kampus.


"Dek kok kalian masih disini? Ini sudah hampir jam 1, segeralah kembali. Jika kalian sampai telat pasti akan dihukum oleh kakak-kakak yang lain."


Vanly dan teman-teman nya pun segera berlari untuk masuk ke dalam kampus. Untung saja mereka tidak terlambat, jika sampai terlambat pasti mereka akan di cap sebagai mahasiswa terburuk saat ospek ini.


----


Hari pertama Ospek berakhir jam 4 sore, saat ini waktunya para mahasiswa baru untuk kembali kerumahnya masing-masing. Vanly sedang menunggu Mang Ujang untuk menjemput nya, sedangkan teman-teman nya yang lain sudah pamit terlebih dahulu untuk pulang.


Selang beberapa menit Mobil Yang dikendarai mang Ujang berhenti di depan halte bus tempat Vanly menunggu sopir pribadinya itu. Mang Ujang segera meminta maaf karena terlambat menjemputnya, Vanly pun mengerti, ia segera bergegas masuk kedalam mobil.


.


***jangan lupa like, komen, Dan vote ya❤

__ADS_1


oh iya.. apa perlu author kasih visualnya Ziko, Asisten Jun Dan beberapa teman baru Vanly?


komen di bawah ya♥***


__ADS_2