
Matahari telah menampakkan senyum hangatnya di bumi. Vanly membuka matanya perlahan. Dilihatnya Gustaf masih tidur dengan nyenyaknya. Banyak masalah yang telah menghampiri suaminya itu. Vanly mengusap pucuk rambutnya dengan lembut dan tak lupa memberi ciuman pagi di kening Gustaf.
"Masalah akan segera berlalu mas, tetaplah tersenyum. Aku mencintaimu"
Vanly pun bergegas membersihkan diri di dalam kamar mandi sebelum suaminya bangun. Vanly membersihkan tubuhnya menggunakan air hangat yang sudah di sediakan hotel. Sekitar 20 menit puas membersihkan diri, ia pun segera keluar sudah mengenakan baju di tubuhnya. Seperti biasa Vanly mengoleskan sedikit pelembab di wajahnya, tak lupa memberi sedikit body lotion di tubuhnya.
Ehemm..
Terlihat Gustaf sudah terbangun dari tidur panjangnya. Dilihatnya Vanly sedang sibuk memanjakan kulit indahnya itu. Ia pun berjalan menuju Vanly dengan cepat.
Cup..
"Selamat pagi istriku sayang" Ucap Gustaf sembari memeluk Vanly dari belakang.
"Pagi juga mas" Jawab Vanly yang masih fokus pada kulitnya.
"Mas berniat untuk menelepon Ziko, gimana menurutmu? Apakah dia akan mengangkatnya?" Tanya Gustaf meminta saran.
Vanly pun berbalik menatap suaminya. Ia menggenggam tangan Gustaf dengan erat.
"Tenanglah mas, aku yakin Mas Ziko akan mengangkat telponmu"
__ADS_1
Gustaf pun merasa yakin dengan ucapan Vanly. Seketika ia mengambil ponselnya. Ia mencari nomor ponsel Ziko dan menelponnya.
nomor yang ada tuju sedang berada di luar jangkauan.
cobalah beberapa saat lagi.
Setelah mencoba beberapa kali dan mendapatkan jawaban yang sama membuat raut wajah Gustaf berubah menjadi suram. Ia melempar ponselnya dengan kasar. Vanly pun berusaha menenangkannya.
"Sabar mas, cobalah mas kirimkan satu pesan singkat untuk Mas Ziko, siapa tau ia membalas" Rayu Vanly sembari tersenyum.
"Baiklah" Jawab Gustaf pasrah.
Gustaf
Setelah mengerimi Ziko pesan singkat, Gustaf pun bergegas untuk membersihkan diri. Hari ini ia akan melakukan baby moon bersama Vanly di Pantai Pendawa. Sedangkan Vanly masih melanjutkan memoles wajahnya.
----
Gustaf pun keluar mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Vanly melihat tubuh suaminya yang putih bersih, dadanya terlihat bidang. Ia sangat terpesona melihat ketampanan suaminya itu. Entah mengapa dari awal menikah sampai sekarang ia masih tetap terpesona melihat tubuh proporsional Gustaf.
"Sudah puas melihatku?" Goda Gustaf dengan mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Emm apa sih mas" Jawab Vanly salah tingkah.
Gustaf pun berjalan mendekati Vanly. Ia memeluk Vanly dengan erat.
"Apakah kau ingin melakukannya? Sampai-sampai menatapku seperti itu"
Vanly pun membelalakan matanya
"tidak mas", sahut Vanly cepat.
"Sejak kapan istri kecilku suka berbohong?" Goda Gustaf semakin menjadi-jadi.
Vanly pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia merasa salah tingkah mendengar ucapan suaminya.
"Tenanglah sayang, mas tidak akan melakukan nya tanpa seizin darimu. Jika kamu mengizinkan, mas akan sangat bersedia melakukannya. Jika tidak, mas akan berusaha meredam semua hasrat yang mas punya. Mas takut jika terjadi apa-apa dengan kandunganmu karena ulah mas sendiri"
Gustaf pun ******* bibir Vanly dengan lembut. Ia berusaha untuk tidak melukai istrinya itu. Sesekali Vanly membalas ciuman yang Gustaf beri. Setelah nafas Vanly terengah-engah, Gustaf pun melepaskan ciumannya. Mereka pun memeluk satu sama lain.
"Segeralah bersiap-siap, kita akan pergi ke pantai Pandawa untuk baby moon sayang" Ucap Gustaf dengan lembut yang masih tetap memeluk istrinya.
"Iya mas" Ucap Vanly sembari mengambil tas selempangnya.
__ADS_1
.
jangan lupa like, komen, dan vote ya guys!