
***Gustaf Ardiansyah Sutopo
Jika waktu bisa di putar,
Aku berharap bisa bertemu denganmu di masa mudaku,
Agar aku bisa menikmati hidup lama bersamamu,
Terkadang aku takut takdir menghianati ku,
Hari ini aku bisa mendekapmu entah dua sampai tiga hari lagi,
Jika hal itu yang terjadi, sebelum Tuhan memanggilku aku hanya ingin membuatmu tersenyum bahagia❤***
-----
Pip.. pip..
Terdengar suara klakson mobil Gustaf yang berjalan menuju halaman rumah. Bi Piah pun segera menuju ke depan untuk membukakan pintu. Gustaf dan Ziko berjalan beriringan dengan tersenyum sepanjang jalan. Bi Piah yang melihatnya pun terheran dengan sikap tuannya itu.
"Wahh den, lagi dapat rezeki nomplok ya?" Tanya Bi Piah dengan sedikit bercanda.
"Ah enggak Bi! Hanya lagi senang saja.
Emm.. Nona kemana Bi? Kok kelihatan sepi" Sahut Gustaf
__ADS_1
"Non Vanly sedang tidur di kamar tuan" Jawab Bi Piah dengan tersenyum.
"Baiklah, kalau gitu saya kekamar dulu ya Bi" Jawab Gustaf yang langsung pergi menuju lantai dua. Sedangkan Ziko pun berjalan di belakang Gustaf dan segera menuju ke kamarnya.
Sesampainya di depan kamar, Gustaf segera membuka pintu dan masuk kedalamnya. Dilihatnya Vanly sedang tertidur dengan nyenyaknya di atas ranjang. Gustaf pun langsung mengganti bajunya dengan baju santai dan langsung naik ke atas ranjang. Ia merebahkan dirinya di samping istrinya.
---
Setelah mendapat goncangan di atas kasur, Vanly pun segera terbangun. Ia melihat Gustaf sedang berbaring di sampingnya tanpa memejamkan matanya.
"Loh.. Udah pulang mas?" Tanya Vanly penasaran.
"Iyaa sayang" Jawab Gustaf sembari tersenyum dengan manisnya.
"Banyak mas! Ada Pulau Karimunjawa, Raja Ampat, Bali juga bagus kok. Kenapa mas?" Sahut Vanly penasaran.
"Mas sama Ziko ada rencana untuk berlibur lagi sayang, Kasihan si Ziko, dia ingin berlibur di Indonesia." Jawab Gustaf dengan terduduk dari posisinya.
"Berdua doang nih? Aku gak diajak?" Sanggah Vanly cemburu mendengar jawaban Gustaf.
Gustaf pun tertawa mendengar ocehan istri kecilnya itu. Padahal kenyataannya ia setuju berlibur itu bukan hanya karena Ziko, melainkan ia ingin mengajak Vanly ikut bersama mereka.
"Enggak dong! Tentu saja aku akan mengajak istriku ini. Hitung-hitungan bulan madu untuk yang kedua kalinya"
Vanly tersipu malu mendengar ucapan suaminya. Terlintas di pikirannya ketika bulan madu sebelumnya itu adalah hari pertama Gustaf meminta haknya sebagai seorang suami, tentu saja mahkotanya hilang ketika bulan madu di Labuan Bajo waktu itu.
__ADS_1
"Jadi, kita akan kemana? Menurutku Bali lebih cocok, karena banyak wisatawan asing yang sering mengunjungi Pulau Dewata itu" Sahut Vanly setelah membayangkan kejadia di Labuan Bajo yang lalu.
"Jika menurutmu Bali adalah tempat yang cocok, maka aku akan meminta Asisten Jun untuk memesankan tiket pesawat untuk kita bertiga" Jawab Gustaf sembari mengambil ponselnya.
Gustaf
Jun, pesankan tiga tiket pesawat untuk penerbangan dua hari lagi ke Bali
Asisten Jun
Siap tuan!
Setelah menghubungi Asisten Jun, Gustaf meminta Vanly untuk mengemasi barang pribadinya dan tentu saja barang-barang Gustaf. Sedangkan Gustaf meminta Bi Piah untuk membantu Ziko mengemasi barang-barangnya.
---
Selamat pagi guys!
author minta maaf karena hari ini hanya up satu bab aja🙏 Karena author harus mengerjakan tugas deadline hari ini.
Maaf author mengecewakan kalian🙏
sebenarnya author ga mau up, tapi author ngerasa ngecewain kalian kalo ga up,
jadi mohon maaf jika bab ini sedikit berantakan bahasanya, dan mungkin banyak typo. maaf ya guys😭
__ADS_1