Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 37 // Kuliah Part 2


__ADS_3

***Hevanly Sutopo


Jika didunia ini ada satu wanita yang beruntung,


Itu ialah "aku",


Bagaimana tidak? Aku mengalami berbagai macam cobaan hidup yang mampu membuatku menjadi wanita yang lebih kuat,


Bahkan hingga berada di titik ini, aku pun masih tidak menyangka!


Takdir membawaku untuk hidup bersamamu hingga malaikat maut menjemputku kelak. Tapi aku tidak pernah menyesalinya, bahkan aku sangat bersyukur diberi lelaki yang mampu menerima sifat cerewet, dan kekanak-kanakan yang aku punya.


Tuhan hanya satu yang kuminta, Berikan Aku kesempatan untuk hidup bersamanya jauh lebih lama❤***


----


Vanly mengendarai motornya masuk ke dalam are kampus. Ia segera memarkirkan motornya dan berjalan menuju kelas. Ketika hendak menaiki tangga, Vanly berpapasan dengan Angga ketua BEM di kampusnya.


"Hai Van!" Sapa Angga.


"Hai kak!" Jawab Vanly dengan menampilkan senyum manisnya.


"Ada kelas di lantai dua nih?" Tanya Angga penasaran.


"Iya kak" Jawab Vanly singkat.

__ADS_1


"Baiklah, ayo! Aku juga ada kelas dilantai dua" Ajak Angga dengan tersenyum.


Vanly pun hanya menganggukkan kepalanya tanda ia setuju. Selama perjalanan menuju lantai dua, banyak mata tertuju kepada Vanly dan Angga. Bagaimana tidak? Selama ini Angga terkenal jarang berduaan dengan seorang cewek, baru sekali ini Angga terlihat berjalan berdua bersama lawan jenisnya.


Vanly merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang-orang disekitarnya, ia merasa mata-mata yang sedang memandangnya itu sangat tidak suka jika ia berjalan dengan Angga si Ketua BEM kampis itu.


"Emm.. Kak, sebaiknya kakak duluan aja! Gak enak dilihat sama temen-temen" Ucap Vanly jujur.


"Sudah biarkan saja" Sahut Angga singkat.


"Maaf kak, tapi aku rasa kakak harus jalan duluan. Tapi kalo kakak gak mau biar Vanly aja yang jalan terlebih dahulu" Sanggah Vanly dengan cepat.


Vanly pun segera mempercepat jalannya. Ia meninggalkan Angga di belakang karena tidak tahan dengan sorot tajam yang mengarah pada dirinya.


Ketika sampai di depan kelas, Vanly di sambut oleh Oliv yang sedari tadi berdiri di depan pintu bak seorang satpam.


Vanly pun membalas sapaan Oliv dengan menganggukan kepalanya. Ia segera duduk disamping Asila dan Gina. Tidak lama kemudian, Dosen memasuki kelas tersebut dan dimulailah kuliah hari pertama ini.


Kelas hari ini hanya di isi dengan perkenalan antara dosen dan mahasiswa. Ketika perkenalan satu sama lain sudah selesai mahasiswa pun diperbolehkan pulang, karena memang hari ini hanya ada satu mata kuliah saja.


Vanly pun segera bergegas pulang. Ia mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Tak lupa ia singgah ke minimarket untuk membeli beberapa cemilan dan suatu untuk menemani harinya.


----


Sedangkan di Kantor, Gustaf dan Ziko sedang memeriksa laporan keuangan yang telah di buat oleh bawahannya. Sesekali Ziko memecah keheningan mereka akibat terlalu fokus memeriksa laporan-laporan yang membosankan itu.

__ADS_1


"Bro" Panggil Ziko singkat.


Gustaf pun hanya menoleh tanpa menjawabnya. Sesekali Gustaf melirik kearah laporan keuangannya agar tidak salah dalam memeriksanya.


"Letakkan saja laporannya, mari kita berbicara!" Perintah Ziko dengan mengambil laporan yang ada di tangan Gustaf.


"Ada apa bro?" Tanya Gustaf penasaran.


"Apakah you tidak ada niat untuk mengajakku liburan? Sia-sia aku kembali ke Indonesia jika hanya memeriksa laporan-laporan yang membuat mataku sakit" Ucap Ziko dengan nada tinggi.


"Wah.. Ide Ziko mantap juga! Aku akan ajak Vanly ikut serta dalam liburan ini" Gustaf berdecak dalam hati.


"You mau liburan kemana?" Tanya Gustaf santai.


"Kemana saja! yang penting Indah untuk di abadikan" Jawab Ziko dengan tersenyum membayangkan tempat-tempat berlibur yang ada di Indonesia.


"Baiklah, akan ku tanyakan pada Vanly nanti. Ia sangat tau tempat-tempat yang Indah di Indonesia" Sahut Ziko sembari tersenyum.


----


Motor yang Vanly kendarai sudah memasuki halaman rumah. Ia segera memarkirkan motornya itu dan bergegas masuk kedalam rumah. Vanly melepas pakaian kuliahnya dan berganti baju santai. Tidak lupa ia mencuci wajahnya agar terlihat lebih fresh kembali.


Vanly segera turun ke lantai satu untuk menyantap makan siangnya. Tak lupa ia mengajak bi Piah untuk ikut serta dengannya.


"Bi, ayo makan!" Ajak Vanly sembari menarik satu kursi untuknya.

__ADS_1


"Baik non" Sahut Bi Piah singkat.


Mereka menyantap makan siangnya dengan lahap. Setelah menghabiskan makan siangnya, Vanly segera berjalan menuju kamarnya. Ia memutuskan untuk tidur siang terlebih dahulu sembari menunggu suaminya pulang.


__ADS_2