
Sudah setengah tahun Gustaf dan Vanly menikah. Sekarang usia kandungannya sudah menginjak lima bulan. Selama hamil, Gustaf rutin mengantarkan istrinya untuk check up ke dokter kandungan. Hari ini Gustaf dan Vanly akan kembali kedokter kandungan untuk memeriksa kesehatan bayinya.
"Sayang, sudah siap apa belum?" Teriak Gustaf dari luar kamar.
"Iya sebentar lagi mas, masih pakai pelembap nih." Sahut Vanly santai.
"Jangan lama-lama, nanti antrinya panjang."
"Iya.. Iya." Teriak Vanly.
Vanly pun mengerucutkan bibirnya. Ia merasa kesal karena Gustaf menjadi orang yang tidak sabaran kalau menunggunya berdandan. "Lihatlah daddymu nak, dia menjadi orang yang cerewet jika melihat mama berdandan. Dia selalu tidak sabaran. Ingatlah nak, jika suatu saat kamu sudah dewasa jangan seperti daddymu. Kamu harus sabar menghadapi istrimu ya!" Ucap Vanly sembari mengusap pelan perutnya yang mulai membuncit.
Vanly menuruni anak tangga dengan pelan. Gustaf yang melihatnya pun langsung berlari menuju kearah tangga dan menggendong Vanly ala bridal style. Vanly hanya membelalakkan matanya melihat tingkah Gustaf.
"Mas, turunin!" Teriak Vanly memenuhi seluruh ruangan.
"Diam dulu sayang, nanti jatuh."
__ADS_1
Setelah sampai di lantai satu, Gustaf segera menurunkan Vanly dari gendongannya. Ia menggandeng tangan istrinya erat seakan hendak menyebrangi zebra cross. Vanly terkekeh melihat tingkah suaminya yang sangat protektif selama ia hamil.
"Kenapa kamu ketawa?" Tanya Gustaf bingung.
"Gak." Sahut Vanly singkat sembari menutup mulutnya demi menahan tawa.
Gustaf dan Vanly bergegas memasuki mobil yang sudah terparkir diarea halaman rumah. Gustaf melajukan mobilnya dengan pelan, hingga Vanly merasa bosan didalam mobil. Ia pun mudah merasa lelah jika terlalu lama duduk.
"Mas, cepetan dikit bisa gak? Udah pegel semua ini badan." Ucap Vanly dengan mengerucutkan bibir mungilnya.
"Siap tuan Putri!" Jawab Gustaf.
"Apa kabar tuan? Nona?" Sapa dokter Nisha yang melihat Gustaf dan Vanly memasuki ruang.
"Baik dok," Jawab Gustaf dengan ramah.
"Apakah mau langsung diperiksa?" Tanya Dokter Nisha meminta persetujuan.
__ADS_1
"Iya dok, langsung saja." Jawab Vanly.
Dokter Nisha pun melakukan pemeriksaan. Ia melakukan ultrasonografi pada Vanly. Ia melihat semua perkembangan kandungan Vanly.
"Jagoan tuan Gustaf dan nona Vanly sangat sehat." Ucap dokter Nisha dengan tersenyum.
"Terimakasih Tuhan!" Decak Gustaf dalam hati.
"Detak jantung bayi juga normal. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nona Vanly hanya harus menjaga kesehatan, makan makanan yang bergizi." Sambung dokter Nisha.
Vanly tersenyum mendengar semua analisis yang dokter Nisha sampaikan. Ia bersyukur bayi yang sedang ia kandung sehat. Begitupula dengan Gustaf, ia tak henti-hentinya tersenyum setelah mendengar perkembangan jagoannya itu. Bahkan setelah keluar dari ruang pemeriksaan, senyumnya tak memudar sedikitpun. Bahkan ia terkesan seperti orang yang sedang jatuh Cinta untuk yang pertama kalinya karena senyumnya merekah diwajahnya.
Setelah melakukan pemeriksaan, Gustaf dan Vanly bergegas untuk kembali kerumah. Tanpa berhenti dimanapun, Gustaf melajukan mobilnya dengan cepat, karena Vanly sudah tidak bisa diam karena merasa pegal disekujur tubuhnya.
----
BACA NOVEL BARU AUTHOR "**GERAI PENGANTIN KAISAR"
__ADS_1
setelah baca novel ini jangan lupa LIkE, KOMEN, VOTE❤**