
"Aku harus mendapatkanmu Gustaf!" Ucap Anita diseberang jalan.
"Tapi konferensi pers yang dilakukan Pak Gustaf telah tersebar luas Nyonya, nama anda sudah tercoreng" Ucap Laki-laki berkacamata hitam.
"Aku tidak mau tahu, aku akan menemui cintaku dikantornya" Sahut Anita dengan senyum dibibirnya.
Anita pun langsung memasuki mobil mewahnya. Ia melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Ia terlihat tidak waras karena mengendarai mobil seperti seorang pembalap dijalan umum. Bahkan banyak orang yang mengatainya karena ulahnya itu.
"Apakah pengendara itu tidak mempunyai mata? Ia mengendarai mobil seakan sedang dikejar setan saja!" Ucap salah seorang pengguna jalan.
----
Mobil mewah Anita memasuki halaman perusahaan Gustaf. Ia segera memarkirkan mobilnya di sembarangan tempat. Ia berjalan memasuki kantor sesuka hatinya serasa kantor tersebut adalah miliknya.
Asisten Jun melihat Anita memasuki kantor tanpa meminta izin pada bagian administrasi terlebih dahulu. Ia pun segera menelpon tuannya.
Drrt.. drtt..
"Jun? Mengapa dia telpon? Padahal ruangannya bersebelahan denganku" Ucap Gustaf lirih.
Gustaf segera mengangkat panggilan dari Asisten kesayangannya itu.
Gustaf
Ada apa? Kenapa tidak langsung datang kemari?
__ADS_1
Asisten Jun
Maaf tuan, saya tidak sempat.
Saya hanya ingin memberitahukan bahwa Nyonya Anita datang kemari,
Gustaf
Kurang ajar! Aku akan segera turun ke lantai satu. Tahan dia, jangan biarkan ia naik ke atas!
Tut. tut.. tut..
Gustaf mematikan telpon dan berlari menuju lantai satu. "Berani-beraninya Anita datang kemari!" gerutu Gustaf.
Sedangkan di bawah Asisten Jun sedang menahan Anita, namun Anita tidak terima dengan apa yang dilakukan Asisten Jun.
"Kamu siapa berani melarangku?" Sahut Anita memberontak.
"Maaf nyonya, tapi tuan tidak mengizinkan anda masuk"
"Hei, kau berani melarang kekasih tuanmu untuk menemuinya? Asisten macam apa kau!"
"Tapi kekasih tuanku hanya satu, yaitu Nona Vanly" Sahut Asisten Jun dengan tegas.
"Siapa pun itu Vanly aku tidak peduli." Ucap Anita dengan tertawa.
__ADS_1
"Minggir, aku mau lewat!" Sahut Anita lagi.
"Siapa yang mengizinkanmu datang kemari?" Ucap seorang laki-laki yang berjalan mendekat dengan nada dingin.
"Gustaf sayang.. " Anita berlari berusaha untuk memeluk Gustaf, namun Gustaf menolak pelukannya.
Para pegawai menyaksikan drama nyata antara bosnya dan mantan kekasihnya. Bagaimana tidak? kedatangan Anita membuat kantor gempar dengan teriakannya.
"Aku mohon Anita, jangan kau ganggu hidupku lagi. Aku sudah berumah tangga. Perbuatanmu ini tidak benar, apakah kamu tidak malu dengan kelakuanmu? Kamu seharusnya menjadi contoh yang baik untuk anakmu, tapi apa? Kamu melakukan hal yang sangat memalukan." Ucap Gustaf dengan wajah datar namun menusuk.
"Ya, kau benar. Aku adalah ibu yang bodoh, ibu yang tidak bisa memberi contoh yang baik untuk anakku, tapi aku akan berubah setelah mendapatkanmu!" Ucap Anita dengan tertawa.
"Kau sudah tidak waras!"
"Pergilah dari sini sebelum kesabaranku habis! Atau aku akan meminta satpam untuk mengusirmu dengan paksa" Sambung Gustaf.
"Apakah kau benar-benar sudah mencintaiku?" Tanya Anita.
"Aku sudah tidak mencintaimu sejak 20 tahun yang lalu. Aku hanya mencintai istriku Vanly" Sahut Gustaf dengan mengatupkan kedua tangannya.
Hati Anita benar-benar hancur. Setelah mendengar ucapan-ucapan Gustaf yang sangat menyayat hatinya. Lagi-lagi Anita berusaha untuk memeluk Gustaf namun Gustaf tetap menghindar. Gustaf geram dan memanggil satpam penjaga perusahaannya untuk mengusir paksa Anita.
"Satpam.. Tolong bawa wanita ini keluar" Teriak Gustaf tanpa menoleh pada Anita.
"Gustaaaaaf.. Tunggu" teriak Anita. Namun Gustaf tetap berjalan meninggalkannya.
__ADS_1
Anita pun terpaksa keluar dengan paksa, ia masuk ke dalam mobil mewahnya dengan menutup pintu mobilnya dengan sangat kencang. Hatinya sangat sakit mendengar dan melihat semua yang dilakukan Gustaf padanya. Ia mengendarai mobilnya tak tau arah. Entah kemana ia akan pergi.
"Maafkan aku Anita karena telah berbuat kasar pada wanita, tapi aku harap mulai hari ini kamu tidak akan pernah memasuki hubungan rumah tanggaku lagi" Ucap Gustaf dalam hati.