Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 40 // Aroma Tubuhmu Menggoda


__ADS_3

Gustaf membawa air minum kedalam kamar. Ia meletakkan air yang berada di dalam gelas itu di atas laci samping tempat tidur. Sedangkan Vanly baru saja keluar dari kamar mandi sehabis membersihkan diri. Aroma tubuh Vanly tercium dari kejauhan menusuk indra penciuman Gustaf.


"Ahh.. " Umpat Gustaf dalam hati karena merasakan pengerasan di tengah selakangannya. Hasratnya itu datang sangat tidak tepat di jam makan malam seperti ini.


"Sayang.. " Gustaf memanggil istrinya yang sedang sibuk mengoleskan body lotion di tangannya.


"Iya mas" Jawab Vanly singkat yang masih fokus dengan body lotionnya.


Melihat Vanly yang sedikit cuek dengannya, Gustaf pun memutuskan untuk berjalan mendekati istrinya itu.


"Sayang, dia bangun" bisik Gustaf penuh makna.


"Dia siapa?" Tanya Vanly polos.


Gustaf pun menempelkan dirinya ke tubuh Vanly, seketika Vanly tersadar dengan maksud suaminya itu.


"Apakah kau merasakannya?" Tanya Gustaf dengan suara serak.


"Mas, ini jam makam malam" Jawab Vanly mengalihkan pembicaraan.


Tanpa pikir panjang Gustaf segera mengangkat tubuh ringan Vanly menuju ke atas ranjang.


Bruk...

__ADS_1


Gustaf pun menindih Vanly dan mencium semua lekuk tubuh istrinya dengan lembut.


"Aroma tubuhmu itu sangat menggoda sayang, mana bisa aku melepaskanmu begitu saja"


"Mas, jangan sekarang" Ucap Vanly memohon.


"Apakah kau akan membiarkan ku menahan sakit ini?" Sahut Gustaf yang masih tetap mencumbu setiap lekuk tubuh iatrinya.


"Baiklah" Jawab Vanly pasrah.


Vanly dan Gustaf pun melakukannya dengan penuh hasrat yang membakar keduanya. Tanpa mereka sadari, Ziko telah menunggunya di meja makan namun Gustaf dan Vanly tak kunjung turun dari lantai dua.


"Lama banget sih kedua sejoli ini" Gerutu Ziko lirih.


"Ahhh.. Mas" desah Vanly memenuhi ruangan.


"Ayo sayang kita selesaikan" Ucap Gustaf dengan membenamkan wajah di dada Vanly.


Vanly masih tetap meraung-raung dengan kencang. Gustaf pun semakin bersemangat untuk mengakhiri aktivitasnya. Hingga akhirnya mereka mencapai klimaksnya masing-masing.


Keringat masih bercucur ditubuh Vanly dan Gustaf. Mereka segera membersihkan tubuhnya ke dalam kamar mandi. Untuk mempersingkat waktu mereka mandi bersama untuk yang kesekian kalinya.


Setelah merasa segar kembali, Gustaf dan Vanly pun mengganti bajunya dan segera turun kelantai satu. Dilihatnya Ziko sudah menunggu dengan wajah kesal. Gustaf dan Vanly pun mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Ziko terheran-heran dengan sahabatnya itu karena jam segini rambutnya basah, karena yang ia tau tadi Gustaf sudah rapi ketika mengambilkan minum untuk istrinya.


"Kenapa you lama sekali?" Protes Ziko.


"Sorry bro masih ada urusan dikit" Jawab Gustaf sembari melirik istri kecilnya.


"Ya sudah, mari kita makan. Aku sudah lapar sekali" Sahut Ziko dengan mengambil nasi di piringnya.


"Kenapa you tidak makan duluan?" Tanya Ziko penasaran


"You tuan rumahnya, tamu tidak sopan mendahului tuan rumahnya" Jawab Ziko tanpa memandang ke arah Gustaf.


Akhirnya mereka pun makan dengan lahapnya. Apalgi Gustaf dan Vanly yang baru saja melakukan olahraga malam, perut mereka terasa kosong setelah aktivitasnya tadi.


Setelah selesai menyantap makanannya, Ziko pun segera kembali ke kamarnya. sedangkan Vanly dan Gustaf masih tetap berada di meja makan.


"Mas sih, kan gak enak sama Mas Ziko" Vanly pun menyubit lengan suaminya beberapa kali.


"Sakit sayang" Jawab Gustaf jujur.


"Biarin, itu hukuman buat mas" Sahut Vanly dengan menjulurkan lidahnya.


Gustaf pun hanya tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan istrinya itu. Bahkan ia merasa gemas dengan semua tingkah Vanly. baginya Vanly adalah candu yang telah membuatnya jatuh Cinta.

__ADS_1


__ADS_2