
**Gustaf Ardiansyah Sutopo
Mencintaimu merupakan tujuan akhir hidupku,
Tujuan yang tak terkendali oleh waktu,
Nyatanya, aku memilikimu diusiaku yang bisa dibilang hampir empat dasawarsa ini,
Namun pepatah menyatakan,
Bahwa cinta itu tidak mengenal usia,
Usia bukan menjadi patokan untuk seseorang melabuhkan pilihannya
Namun, Cinta itu berlabuh atas dasar rasa, tujuan, dan komitmen yang sama**
----
Gustaf buru-buru memasuki ruangannya. Di dalam sana sudah ada Asisten Jun yang menunggunya.
"Apa yang terjadi?" Bentak Gustaf pada Asisten Jun.
"Entahlah tuan, saya tidak mengerti mengapa tiba-tiba Nyonya Anita bercerai dengan Pak Wisma, dan beredar kabar jika desas desus perceraian keluarga Nyonya Anita itu menyangkut pautkan nama tuan" Ucap Asisten Jun dengan segala informasi di otaknya.
"Kurang ajar! Bagaimana bisa berita itu tersebar secepat ini? Jangan sampai Vanly tau, atau dia akan kaget mendengarnya" Teriak Gustaf pada Asisten Jun.
---
FLASHBACK
Ketika di pesawat Gustaf menerima pesan singkat dari Asisten kesayangannya itu. Asisten Jun memberitahukan Kabar yang membuat Gustaf naik darah seketika, namun ia berusaha untuk menahan amarahnya karena ia sedang berada di dalam pesawat.
Asisten Jun
Maaf tuan, ada kabar berhembus menyangkut nama baik tuan
Gustaf
Kabar apa?
Asisten Jun
Perceraian Nyonya Anita dan Pak Wisma, dalam berita tersebut disebutkan bahwa perceraian itu terjadi karena tuan menjadi orang ketiga di hubungan mereka.
__ADS_1
Gustaf
Kurang ajar! Selidiki siapa yang menyebar kabar itu pertama kali. Suruh anak buahmu untuk menghentikan Kabar yang beredar secepat mungkin. Jika nona muda tau, itu pasti akan mempengaruhi kandungannya.
Asisten Jun
Baik tuan!
"Apapun yang terjadi, berita ini harus segera dibenarkan. Maaf kan aku sayang, kali ini mas belum bisa jujur kepadamu" Ucapnya sembari melirik Vanly yang masih tertidur nyenyak.
----
"Jun, lakukan press conference besok! Hari ini carilah segera penyebar berita hoax itu!" Ucap Gustaf penuh amarah.
"Baik tuan, saya dan tim akan berusaha semaksimal mungkin" Jawab Asisten Jun dengan penuh keyakinan.
"Aku mengandalkanmu Jun" Ujar Gustaf sembari menepuk-nepuk pundaknya.
Setelah itu Asisten Jun pergi meninggalkan Gustaf di ruangan, Gustaf pun segera mengambil kunci mobilnya. Ia berjalan menuruni lift menuju parkiran mobil. Ia bergegas untuk pulang melihat keadaan istrinya. Ia berharap Vanly tidak mendengar hal apapun tentang kabar yang beredar ini.
Selama di perjalanan Gustaf sama sekali tak melepas pikirannya pada berita hoax yang menyangkut pautkan dirinya itu. Jelas-jelas ia tidak pernah sama sekali mengusik kehidupan rumah tangga Anita sama sekali. Bahkan kebalikannya, justru diawal pernikahannya dengan Vanly, Anita pernah berusaha untuk mengganggu keharmonisan rumah tangganya itu.
Karena sibuk memikirkan masalah yang bertubi-tubi datang menghampirinya, Gustaf tak sadar jika sedari tadi lampu lalu lintas sudah berganti warna hijau.
Suara klakson mobil yang berada di belakang Gustaf. Tentu saja mobil-mobil itu memprotes Gustaf dengan membunyikan klaksonnya karena Gustaf tak melajukan mobilnya ketika lampu telah berganti warna.
"Sial! Pikiranku jadi kemana-mana" Gerutu Gustaf lirih.
Ia pun melajukan mobilnya dengan cepat. Tak sampai 15 menit, mobil yang dikendarai Gustaf memasuki halaman rumahnya. Ia segera memarkirkan mobilnya dan berlari masuk ke dalam rumah.
Bi Piah melihat tuannya sedang tergesa-gesa,
"Sudah pulang tuan?" Tanya Bi Piah basa-basi.
"Iya Bi, dimana Vanly?" Jawab Gustaf dengan wajah sedikit kusut.
"Nona berada di kamar tuan" Jawab Bi Piah sembari tersenyum.
"Baiklah saya ke atas dulu Bi" Ujar Gustaf yang berlalu menaiki anak tangga.
Cklekk..
"Ternyata ia sedang tidur. Syukurlah" Batin Gustaf yang melihat Vanly terbaring diatas ranjang sedang bermanjakan mimpi indahnya.
__ADS_1
Gustaf pun berjalan mendekati Vanly, ia pun mengusap lembut pucuk kepala istrinya itu. Tidak lupa ia memberi beberapa ciuman di kening Vanly.
Cup..
Vanly menggeliat geli merasakan sesuatu yang panas di keningnya. Vanly berusaha mengerjapkan kedua matanya perlahan. Penglihatannya belum begitu jelas, namun Vanly sudah mengetahui jika yang berada di sampingnya adalah Gustaf.
"Mas sudah pulang?" Tanya Vanly dengan suara serak khas bangun tidur.
Cup..
Satu ciuman lagi mendarat di bibir mungil Vanly.
"Sudah sayang.. " Jawab Gustaf lembut.
Gustaf pun merengkuh tubuh istrinya itu dengan erat. Vanly merasa bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah seperti ini.
"Mas rindu.. " ucap Gustaf sembari mencium aroma tubuh Vanly.
"Perasaan setiap hari kan ketemu, kok gak biasanya mas kayak gini" Sahut Vanly sedikit menduga-duga.
"Enggak sayang, mas benar-benar rindu"
"Pasti ada maunya nih.. " Sahut Vanly dengan tersenyum.
"Tentu saja" Jawab Gustaf semakin menjadi-jadi.
"Nanti malam ya sayang.. " sambungnya.
Vanly pun tersenyum mendengar ucapan Gustaf. Mereka berpelukan dengan erat. Gustaf saat ini memang sedang membutuhkan Vanly sebagai penyemangatnya. Gustaf membutuhkan pelukan istrinya untuk menenangkannya. Gustaf hanya mencari alasan untuk memeluk Vanly, semata-mata ia hanya menginginkan itu. Ingin rasanya ia bercerita, berbagi semuanya kepada Vanly, namun ia tidak ingin membuat Vanly berpikir keras akan masalahnya, karena itu bisa membahayakan ibu hamil di usia kandungan yang masih muda.
------------
**Hai guys!
hari ini, hari terakhir kesempatan kalian ikut giveaway ya..
besok giveaway akan author umumkan jam 11 siang lewat "GRUB CHAT" dan Intagram pribadi author @nandirand
jadi but kalian yang belum ikutan, masih ada kesempatan sampai pukul 24.00 WIB ya💪
oh iya..
JANGAN LUPA BERI LIKE, KOMEN, DAN VOTE SETELAH KALIAN MEMBACA PERBABNYA❤😊**
__ADS_1