
Gustaf berjalan mendekat kearah ranjang. Vanly melihat wajah suaminya tidak seperti biasanya. Ia terlihat begitu murung. Vanly pun penasaran dengan apa yang terjadi pada Gustaf.
"Mas," Panggil Vanly lirih.
Gustaf pun hanya menoleh tanpa menjawab panggilan dari istrinya.
"Ada apa mas? lagi ada masalah ya?" Tanya Vanly penasaran.
Gustaf pun duduk disebelah Vanly. Ia menggenggam tangan istrinya dengan erat.
"Sayang, jika kamu mencintai seseorang, apakah kamu akan berkorban begitu besar untuknya?" Tanya Gustaf menyimpan teka teki.
"Tentu saja mas, Cinta itu bukan hanya tentang perasaan saja. Melainkan kepercayaan dan pengorbanan juga perlu. Jika memang dalam suatu hubungan diperlukan untuk berkorban, maka aku akan melakukannya." Jawab Vanly.
"Sebenarnya ada apa mas?" Tanya Vanly penasaran.
"Si Jun mau resign dari pekerjaannya." Jawab Gustaf singkat.
"mengapa?" Tanya Vanly.
"Ternyata, diam-diam ia sudah menambatkan hati kepada seorang wanita yang begitu ia cintai. Ia ingin menikahi gadis itu. Namun masalahnya, gadis itu sedang menempuh pendidikannya di Singapura." Jawab Gustaf.
"Mas bingung harus bagaimana. Di satu sisi mas juga tidak ingin mengambil kebahagiaan Jun, ia sudah banyak menderita saat kecil. Ia sudah seperti anakku sendiri Van. Aku begitu menyayanginya. Disisi lain, aku akan kehilangan asisten pribadiku, orang yang sangat aku percayai." Sambung Gustaf.
Vanly pun merasakan apa yang Gustaf rasakan. Ia sudah mendengar cerita Gustaf sebelumnya tentang Asisten Jun. Ia tahu bahwa Gustaf begitu menyayangi Asisten Jun sedari kecil. Maka tak salah jika Gustaf sangat berat untuk melepas Asisten Jun.
"Mas, keadaanlah yang membuat Asisten Jun harus melakukan ini. Jika orang yang ia cintai sedang tidak melanjutkan pendidikannya di Singapura, mungkin ia tidak akan resign sebagai asisten pribadimu. Tidak mungkin kan sepasang suami istri harus melakukan hubungan jarak jauh? itu sangat berat mas. Jadi itulah yang mengharuskan Asisten Jun untuk pindah ke Singapura. Dia bertanggung jawab atas orang yang akan dinikahinya. Seharusnya mas bangga dong dengan Asisten Jun. Didikan yang selama ini mas berikan telah ia gunakan untuk hidupnya." Ucap Vanly berusaha menghibur suaminya.
Setelah mendengar ucapan istrinya, Gustaf langsung memeluk Vanly dengan erat. Mungkin disinilah tugas istri sangat dibutuhkan. Untuk memberi ketenangan pada semua masalah yang sedang dihadapi seorang suami.
__ADS_1
"Izinkan dia untuk pergi mas, berikan Asisten Jun restu untuk menikahi orang yang sangat ia cintai." Sahut Vanly.
Gustaf pun mengangguk lirih. Ia segera melepas pelukannya dan mengambil ponselnya. Ia pun menelpon Asisten Jun.
Asisten Jun
Halo tuanku,
Gustaf
Halo Jun!
sebenarnya aku sudah memiliki keputusan untukmu dan masa depanmu.
Asisten Jun
Iya tuanku, saya sudah siap untuk mendengarnya. Apapun yang menurut tuan baik, saya akan lakukan.
Gustaf
Hari ini kau meminta izin untuk melepas jabatanmu dan pergi menikah dengan gadis yang begitu kau cintai.
Kau tahu betapa hancurnya hatiku Jun. Aku tidak pernah menayangkan akan kehilangan sosok sepertimu dalam hidupku. Aku pribadi, mengucapkan terimakasih karena kerja kerasmu di perusahaan.
Pergilah Jun, kejar cintamu! bangunlah rumah tangga yang harmonis.
Asisten Jun
Tuan..
__ADS_1
Gustaf
Pergilah nak, aku mengizinkanmu untuk resign dari pekerjaanmu. Aku dan Vanly juga memberi restu untukmu.
Asisten Jun
Terimakasih tuanku, terimakasih
Vanly meneteskan air mata mendengar percakapan yang terjadi antara anak dan ayah. Bukan antara bos dan asisten. Vanly begitu yakin jika Gustaf sangat mencintai anak-anaknya, sekalipun itu hanya anak angkat.
"Ajaklah makan malam bersama kita mas, sebelum ia berangkat ke Singapura." Bisik Vanly kepada Gustaf.
Gustaf
Datanglah untuk makan malam Jun, sebelum kau berangkat ke Singapura.
Asisten Jun
tentu saja tuanku, sengan senang hati saya akan datang.
sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak tuan,
Gustaf
Ya Jun, berbahagialah..
Setelah itu panggilan pun diakhiri. Gustaf kembali memeluk Vanly dengan erat. Terlihat sesekali ia mencium perut Vanly yang membuncit.
----
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN,VOTE