Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 48 // Bertemu Nenek


__ADS_3

Setelah drama yang terjadi hari ini Gustaf dan Vanly pun berencana untuk makan siang hanya berdua saja tanpa mengajak Ziko. Makan siang ini di adakan untuk membangun keharmonisan satu sama lain.


Mereka berencana untuk makan siang didekat hotel yang mereka tempati.


Ketika berjalan menuju restauran, Ada seorang nenek dengan wajah yang kusam sedang kelaparan. Ia meminta sumbang kasih dari seluruh pejalan kaki yang ikhlas memberinya uang, walaupun itu hanya 100 rupiah. Vanly pun merasa iba, ia pun memberi beberapa lembar uang untuk nenek itu.


"Ini nek, jangan lupa beli makan ya!" Ucap Vanly sembari memberi uang tersebut.


"Terimakasih nak, semoga kebaikanmu berdampak kepada kebahagiaan keluarga dan anakmu kelak" Sahut nenek itu dengan sedikit susah payah.


"Aamiin, semoga ya nak" Ujar Vanly sembari memegang perut ratanya.


Nenek itu pun memegang perut Vanly dengan lembut.


"Kamu sedang mengandung nak?"


"Iya nek, istri saya sedang hamil nek" Sahut Gustaf sumringah.


"Suatu saat, anak ini akan menjadi seseorang yang paling disegani di negara ini! Karirnya akan sukses, jagalah dia nak.. Banyak bahaya diluar sana" Jawab Nenek itu yang sedari tadi masih tetap mengelus perut Vanly.

__ADS_1


"Aamiin,terimakasih nek atas wejangannya. Kami permisi dulu nek" Ucap Vanly.


Gustaf dan Vanly pun berjalan menuju restaurant. Sesampai di restauran mereka memesan beberapa makanan yang mereka suka.


Sembari menunggu makanan di sediakan, Gustaf dan Vanly pun berbincang-bincang.


"Mas, nenek itu sepertinya tulus banget ya" Ucap Vanly mengingat nenek yang dijumpai tadi.


"Iya sayang, mas kasihan.. Kenapa nenek yang sudah tua renta seperti itu malah dibiarkan untuk mengemis? Keluarganya pada kemana coba? Seharusnya anak-anaknya merawat nenek itu dimasa tuanya" Sahut Gustaf merasa tersentuh oleh nenek yang ia temui tadi.


"Iya mas, semoga nenek itu senantiasa sehat" Jawab Vanly tulus.


"Ziko!" Ucap Gustaf lirih sembari menunjuknya.


Vanly yang mendengar ucapan suaminya itu langsung menoleh ke arah yang Gustaf tunjuk.


Deg..


"Please Tuhan, jangan beri aku masalah lagi" decak Vanly dalam hati memohon agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan.

__ADS_1


"Kenapa Ziko tidak makan di hotel saja? Padahal aku mengajak Vanly makan di luar agar kami tidak bertemu dengan Ziko. Ah sial!" Umpat Gustaf dalam hati.


Tak lama kemudian pelayan datang memberikan makanan yang telah di pesan.


"Mas, sebaiknya kita fokus makan saja" Sahut Vanly memberi pengertian.


"Baiklah" jawab Gustaf pasrah.


Gustaf menyantap makanannya dengan sangat cepat. Ia ingin segera pergi dari restauran ini. Vanly melihat cara makan suaminya itu sangat terheran. Karena yang ia tau Gustaf selalu menikmati setiap makanan yang ia santap tanpa terburu-buru.


"Pelan-pelan suamiku sayang" Ucap Vanly sedikit menggoda.


"Coba ulangi sekali lagi" Pinta Gustaf yang hanya di balas oleh uluran lidah Vanly.


Selesai menyantap makanannya, mereka pun bergegas kembali ke hotel. Di jalan yang sama, mereka tidak menemukan sosok nenek yang bertemu dengan mereka tadi. Gustaf dan Vanly pun heran melihatnya.


"Mungkin sudah pindah ke tempat lain sayang" Ujar Gustaf dengan tersenyum


Vanly pun mengerti dengan ucapan suaminya itu. Mereka melanjutkan perjalanan. Sekarang mereka berjalan dengan bergandengan tangan. Hubungan mereka semakin erat dengan kejadian hari ini.

__ADS_1


.


__ADS_2