Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 68 // Dinner


__ADS_3

***Hevanly Sutopo


Jika cinta hanya bisa diukur oleh umur,


Mungkin aku akan mendapatkan seorang lelaki yang egois dan kekanak-kanakan sepertiku.


Jika bahagia hanya diukur dengan harta,


Mungkin aku tidak butuh dengan Cinta.


Tuhan sudah menciptakan semuanya sesuai dengan takarannya.


kita sebagai umatnya hanya diminta bersyukur atas semua nikmat yang Tuhan beri***.


-------


Tiga hari selang keputusan Gustaf untuk merestui Asisten Jun ke Singapura, Gustaf dan keluarganya mengadakan makan malam dirumahnya. Tak lupa, malam itu ia mengundang Asisten Jun untuk ikut serta dengannya.


Terlihat Gustaf menghampiri Asisten Jun yang baru keluar dari dalam mobilnya.


"Jun!" Sapa Gustaf.


"Selamat malam tuanku!"


"Wajahmu terlihat jauh lebih cerah, apakah kau sangat menyukai keputusanku?" Tanya Gustaf.

__ADS_1


"Jika saya disuruh memilih, saya tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi asisten pribadi tuanku. Jika diberi kesempatan saya ingin sekali hubungan percintaan dan pekerjaan bisa saya lakukan dengan bersamaan." Sahut Asisten Jun penuh makna.


"Tentu saja Jun. Tapi Tuhan pasti mempunyai rencana Indah dibalik semua ini." Jawab Gustaf.


"Ayo masuk, istriku sudah menyiapkan semuanya." Sambung Gustaf.


Gustaf dan Asisten Jun berjalan memasuki ruangan. Terlihat rumah Gustaf di dekorasi dengan Indah hari ini. Banyak makanan terletak dimeja. Semua ini Gustaf lakukan hanya untuk Asisten Jun seorang. Ia begitu menyayangi asistennya yang sudah seperti anaknya sendiri.


"Wow! apakah tuan mengundang semua klien sehingga mendekor rumah ini dengan sebegitu indahnya?" Tanya Asisten Jun tampak tak mengerti.


"Itu semua hanya untukmu, Asisten Jun. Mas Gustaf ingin merayakan dinner perpisahan spesial untukmu." Sahut Vanly yang mendengar pertanyaan Asisten Jun tadi.


"Tuan? Apakah kau sedang bermimpi?" Goda Asisten Jun.


"Apakah semua kasih sayang dan Cinta yang kuberikan dimatamu hanyalah mimpi?" Tanya Gustaf kembali.


"Tapi tuan, hari ini kau begitu romantis. Aku bahkan merasa menjadi seorang wanita hingga dibuatkan perayaan seperti ini." sambung Asisten Jun dan diakhiri tawa Vanly.


"Sudah, kau jangan banyak bicara. Ayo duduk dan mari kita makan." Ujar Gustaf.


Gustaf, Vanly, dan Asisten Jun pun menyantap makanan yang telah dihidangkan. Terdengar sesekali canda tawa keluar dari bibir mereka. Vanly tersenyum lepas melihat Gustaf dengan Asisten Jun tertawa. Memang mereka terlihat seperti anak dan bapak pada umumnya. Biasanya, Gustaf dan Asisten Jun selalu membicarakan pekerjaan yang serius. Tapi kali ini berbeda, mereka membicarakan sesuatu hal yang tidak penting dan mampu membuat mereka tertawa.


"Dimakan dulu makanannya, kalau ketawa terus kenyang makan angin nanti." Ucap Vanly dengan lembut.


"Nona, mana mungkin makan angin bisa mengenyangkan?" Sahut Asisten Jun.

__ADS_1


"Iya sayang, itu tidak mungkin" Tambah Gustaf.


"Anak sama bapak sama-sama kompaknya ya," Sahut Vanly menyerah.


ehmm.. ehhm..


"Tuan, Nona muda, apakah kalian bersedia datang ke pernikahanku nanti?" Tanya Asisten Jun mengalihkan topik pembicaraan.


"Tentu saja, dengan senang hati aku dan mas Gustaf akan menghadiri pernikahanmu." Jawab Vanly polos.


"Tidak.. tidak. Kamu sedang hamil. mana mungkin kita pergi ke Singapur?" Sanggah Gustaf.


"Indonesia ke Singapura kan hanya sebentar mas, ga sampek puluhan jam." Jawab Vanly sewot.


"Tapi kan.."


"Pokoknya aku mau datang ke pesta pernikahan Asisten Jun!" Ucap Vanly dengan keras kepala.


Seketika Gustaf melirik tajam kearah Asisten Jun. Namun Asisten Jun pun hanya senyum terpaksa menatap tatapan tajam Gustaf.


----


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI


bagi para readers yang menunaikan,

__ADS_1


maaf lahir batin ya:)


stay save man teman❤


__ADS_2