Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 31 // Indonesia Part 1


__ADS_3

Gustaf Ardiansyah Sutopo


Hai Indonesia!


Aku rindu padamu,


Lebih tepatnya pada istriku♥


Entah mengapa aku merasa kembali muda lagi setelah menikah, Merasakan jatuh Cinta, Menyayangi seseorang yang setiap bangun tidur ada dia di sampingku, melatih kesabaran di hujani rindu, dan masih banyak lagi.


Jangan biarkan rasa ini luntur seiring berjalannya waktu, Aku harap aku akan tetap mencintaimu seperti ini sayang❤


----


Sekarang tepat pukul 11 siang di Australi, Gustaf, Ziko, dan Asisten Jun sedang bersiap-siap sebelum menuju ke bandara. Hari ini mereka akan kembali ke negeri tercintanya yaitu Indonesia. Mereka harus boarding past sekitar jam 1 siang nanti. Ini sungguh hal yang sangat mereka tunggu-tunggu, lebih tepatnya waktu yang di tunggu oleh Gustaf. Tentu saja Gustaf ingin segera kembali ke Indonesia karena ada seseorang yang sangat ia rindukan. Baginya meninggalkan istrinya selama seminggu lebih sama seperti meninggalkannya selama sebulan lamanya. Mungkin terlalu berlebihan, tapi itulah yang dirasakan oleh setiap pengantin baru.


Gustaf memulai packing yang dibantu oleh Asisten kesayangannya itu. Tak lupa ia membawa oleh-oleh yang sudah ia beli untuk istrinya. Ia sungguh tak sabar ingin bertemu dan memeluk istri kecilnya.


"Sekarang sudah jam berapa Jun? Jangan sampai kita ketinggalan pesawat." Ucap Gustaf dengan wajah datar.

__ADS_1


"Tuan sekarang masih pukul 11 lewat, bersabarlah sedikit. Kita tidak akan ketinggalan pesawat" Sahut Asisten Jun terheran dengan ucapan tuannya.


"Kau tau kan, nona mu pasti sudah menunggu kita. Aku tidak ingin ketinggalan pesawat kali ini. Aku benar-benar rindu padanya" Ujar Gustaf sembari memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.


"Kau sungguh tidak sabaran sekali tuan setelah menikah, apakah kau tak sadar jika semalam nona masih marah padamu?" Goda Asisten Jun sontak membuat wajah Gustaf berubah menjadi murung.


"Benar juga kata si Jun, semalam Vanly marah padaku. Apakah ia akan bahagia jika aku pulang ke Indonesia sekarang? Bagaimana reaksinya nanti? Apakah nanti malam aku akan tidur diluar karena dia marah?" Batin Gustaf dan otaknya membayangkan yang tidak-tidak.


Asisten Jun yang melihat tuannya terpengaruh dengan ucapannya pun segera tertawa lepas. Gustaf pun langsung tersadar dari lamunannya yang sudah berlarian kemana-mana.


"Sudah Jun, kau pergi saja. Kau hanya mengacaukan pikiranku" Sahut Gustaf dengan nada tinggi.


"Lalu kopermu bagaimana tuan?" Tanya Asisten Jun polos.


----


Di rumah, Vanly dan Bi Piah sibuk memasak makanan yang Gustaf suka. Mereka akan memasak Udang saus padang, Sayur asam di sertai ikan asin sebagai pelengkapnya, ikan bakar dan es buah sebagai hidangan pencuci mulut.


Jangan tanya mengapa hari ini Vanly tidak masuk kuliah, kemarin baru saja melaksanakan penutupan ospek tentu saja hari ini mahasiswa baru akan diliburkan dan akan masuk kembali ketika hari senin. Maka dari itu hari ini Vanly bisa membantu bi Piah memasak makanan untuk suaminya itu.

__ADS_1


"Bi, coba rasakan udang saus padang ini. Apakah menurut bibi rasanya sudah pas?" Tanya Vanly penasaran.


"Iya non, ini sudah pas dan sangat enak" Ucap bi Piah sambil mengangkat jempolnya.


"Bibi yakin? Coba cicip sekali lagi bi!" Perintah Vanly seakan ia sedang memasak makanan untuk seorang Raja saja sehingga tidak boleh ada satupun kesalahan yang dibuat.


"Non, itu sudah sangat enak. Non harus yakin dengan masakan non Vanly, tuan pasti sangat menyukainya" Ucap bi Piah meyakinkan Vanly.


"Dulu bibi juga gitu, waktu memasak untuk suami bibi, bibi pun merasa tidak percaya diri apakah masakan ini enak atau enggak, kurang garam, gula, atau bumbu yang lainnya. Tapi seiring berjalannya waktu pasti perasaan itu akan berubah non" Sambung Bi Piah.


"Oh gitu ya bi" Sahut Vanly dengan menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Mereka pun melanjutkan memasak, Vanly dan bi Piah bekerja sama dalam memasak beberapa menu yang sudah mereka rencanakan untuk di masak hari ini.


-----


Australia


"Ayo, kita berangkat ke Bandara. Sekarang sudah jam 12 siang. Jangan sampai kita ketinggalan pesawat" Ucap Gustaf sembari berjalan menuju mobil

__ADS_1


Ziko dan Asisten Jun pun hanya membuntutinya dari belakang. Mereka meletakkan koper dan barang bawaannya di garasi sebelum berangkat. Ketika semua sudah siap mobil pun di lakukan oleh sopir pribadi Ziko.


.


__ADS_2