
Di Australia, Gustaf, Ziko, dam Asisten Jun sedang jalan-jalan mengelilingi kota Melbourne. Gustaf berhenti di suatu toko yang menyediakan pakaian wanita. Ia berfikir untuk membelikan beberapa baju untuk istri kecilnya itu. Tentu saja Ziko dan Asisten Jun menunggunya.
"Menurut mu ini bagus atau tidak?" Gustaf bertanya pada Ziko dan Asisten Jun sambil menunjukkan baju yang di pegang.
"Itu terlalu tertutup bro" Ujar Ziko santai.
"Tuan kenapa kau tidak membeli lingerie saja untuk nona muda?" Sahut Asisten Jun dengan tersenyum lebar.
"Hemm.. Ide Bagus Jun" Ucap Gustaf mendengar ide briliant dari asistennya.
"Eh tunggu dulu, bagaimana kamu bisa mengetahui tentang lingerie? Jangan-jangan kau sering melihat wanita menggunakannya" Sambung Gustaf tersadar dari ide Asisten Jun.
"Bukan begitu tuan, saya sering melihatnya di film tuan" Ucap Asisten Jun dengan lugu.
Ziko dan Gustaf tertawa mendengar pernyataan Asisten Jun. Bagaimana tidak? Asisten Jun terlihat lugu sekali, padahal untuk laki-laki normal itu adalah hal yang biasa.
Setelah selesai berbelanja mereka segera kembali ke apartemen. Gustaf pun tak lupa melakukan video call dengan istrinya. Ia sangat rindu pada Vanly.
Selang beberapa lama, Vanly pun mengangkat video call dari Gustaf. Mereka pun melepas rindu dengan melihat wajah satus sama lain di melalui layar ponsel.
Gustaf
Hai sayang
Terlihat Vanly hanya menyunggingkan senyuman dibibir mungilnya.
Gustaf
__ADS_1
Mas ga sabar untuk memelukmu kembali
Vanly
Segeralah pulang mas, aku kesepian di rumah.
Gustaf
Iya Nyonya Vanly Sutopo, bersabarlah.
Kenapa kurasa akhir-akhir ini kamu tida bisa bersabar? Apakah kau sangat rindu denganku? Atau kau merindukan peluk cium dariku? Eh tunggu.. Atau jangan-jangan kamu rindu si junior?
Vanly pun terbelalak mendengar ucapan Gustaf, ia segera mengalihkan pandangannya ke sebelah kirinya. Gustaf pun tertawa kecil melihat kelakuan istrinya itu.
Gustaf
Benarkan sayang? Kamu rindu sama juniorkan?
Vanly
Ih.. Apaan si mas, otaknya mesum.
Vanly pun semakin salah tingkah mendengar ucapan dari suaminya itu.
Gustaf
Sabar ya istriku, mas akan segera pulang dan melakukannya untukmu.
__ADS_1
Jelas saja Gustaf sangat menginginkannya, ia sangat rindu pada istrinya, rindu menyentuhnya. Apalagi tadi ia membeli lingerie untuk Vanly semakin menambah hasratnya untuk menyentuh istrinya saat ini, tapi apa boleh buat? Jarak telah memisah kan mereka sementara waktu.
Setelah selesai menggoda istrinya, Gustaf menemani Vanly tidur melalu video call, ia menunggu istrinya itu terlelap. Sesekali terlihat Gustaf mengusap-usap kamera ponselnya membayangkan jika sedang mengusap pucuk kepala istrinya.
Ketika Vanly sudah terlihat terlelap, Gustaf pun mematikan video call tersebut.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di luar kamar Gustaf.
Tok.. tok.. tok..
Gustaf pun segera membuka pintu kamar tersebut. Setelah di buka, tenyata asisten Jun lah yang mengetuk pintu kamar Gustaf.
"Tuan, tiket pesawat yang akan kita tumpangi tepat tanggal 29. Apakah kita tetap melanjutkan pemesanan?" Tanya Asisten Jun yang masih berdiri di depan pintu.
"Ya lanjutkan saja Jun, lebih cepat lebih baik. Aku sudah sangat rindu dengan nona mu" Jawab Gustaf sambil tersenyum.
"Ternyata tuan jadi seperti ini ya saat jatuh Cinta" Goda asisten Jun.
"Kau diam saja! Kau masih kecil, belum pernah merasakan lika liku Cinta. Suatu saat kau pasti akan merasakan hal yang sama." Ucap Gustaf dengan sewot.
Asisten Jun pun hanya tertawa dengan ucapan tuannya itu. Ia pun segera pergi dan meninggalkan Gustaf di dalam kamar.
"Dasar anak bau kencur! Dia belum mengerti apa itu Cinta. Hingga berani-berani nya dia menggodaku" gerutu asisten Jun semabri menatap punggung Asisten Jun yang hampir menghilang dari pandangannya.
----
hai readers!
__ADS_1
jangan lupa Vote ya..
tinggalkan like dan komen yang membangun, agar author semakin semangat menulis❤❤❤