Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 57 // Jujur


__ADS_3

Drtt.. drtt.. drrt..


Gustaf mengerjapkan matanya dengan pelan. Dilihatnya Asisten Jun menelponnya dijam tidurnya. Tidak mungkin jika tidak penting hingga Asisten Jun berani menelpon tuannya di tengah malam seperti ini. Gustaf pun segera mengangkatnya.


Asisten Jun


Maaf tuan jika saya mengganggu istirahat tuan


Gustaf pun masih bermalas-malasan mendengar ucapan asisten kesayangannya itu.


Gustaf


Ya Jun, cepat katakan!


Gustaf sedikit menjauh dari Vanly, agar istrinya itu tidak mendengar percakapannya dengan Asisten Jun.


Asisten Jun


Tuan, ternyata Nyonya Anita sendirilah yang telah menyebarkan berita hoax itu, berita itu disebar luaskan oleh orang suruhan Nyonya Anita. Dalam beritanya dikabarkan Nyonya Anita sedang hamil anaknya bersama tuan!


Gustaf meninju sofa yang ada didepannya setelah mendengar ucapan Asisten Jun. Ia tidak menyangka jika Anita akan melakukan hal gila seperti ini.


Gustaf


Apakah Anita sudah tidak waras? Dia menuduhku melakukan hal yang tidak mungkin aku lakuukan? Coba kalau dia bukan seorang wanita dan bukan seorang ibu, maka aku akan melakukan satu hal buruk yang tidak akan bisa dia bayangkan.


Sampai kemarin saja aku masih menghormatinya, karena dia seorang wanita. Tapi mengapa dia bertindak bodoh seperti ini.


Asisten Jun


Maaf tuan, bukan maksud saya untuk mencampuri urusan pribadi tuan. Tapi saya rasa tuan harus berbicara pada nona muda sebelum konferensi pers besok, pasti nona muda akan mendukung sepenuhnya apa keputusan tuan. Jika tuan melakukannya tanpa sepengetahuan nona, pasti nona muda akan kaget ketika melihat berita yang beredar saat ini.


Gustaf

__ADS_1


Ya Jun kau benar, aku akan berbicara padanya besok. Saat ini ia sedang tertidur pulas, aku tidak tega untuk membangunkannya.


Asisten Jun


Baik tuan, hanya itu yang ingin saya sampaikan


Gustaf


Ya Jun beristirahatlah, jangan lupa suruh anak buahmu untuk menghapus berita itu secepatnya setelah konferensi pers besok.


Asisten Jun


Baik tuan! Selamat malam


Gustaf pun kembali berbaring di atas ranjang. Dilihatnya Vanly masih tertidur dengan nyenyak.


"Aku tidak aka membiarkanmu terluka sayang" Ucap Gustaf lirih.


Keesokan harinya Gustaf bangun lebih dulu dari Vanly. Istrinya itu masih asyik tidur dengan nyenyak. Gustaf pun memberi kecupan pagi intuk Vanly di keningnya.


Cup..


Ehmm..


"Jam berapa sih mas kok udah bangun?" Tanya Vanly dengan suara serak.


"Jam lima sayang" Jawab Gustaf sembari mengusap lembut pipi istrinya.


"Sayang, aku ingin berbicara sesuatu" sambung Gustaf.


"Bicaralah mas" Ucap Vanly yamg masih memejamkan matanya.


Gustaf pun merengkuh tubuh Vanly yang masih terbaring diatas ranjang ke dadanya. Vanly langsung membuka matanya lebar-lebar.

__ADS_1


"Dengarkan mas baik-baik"


Vanly pun menatap suaminya dengan serius. Karena tidak biasanya Gustaf bersikap seperti ini. Entah mengapa Vanly merasa sifat Gustaf dari kemarin terasa sedikit berbeda.


"Mas sedang berada dalam masalah besar.. " Ucap Gustaf yang membuat Vanly membelalakkan matanya.


"Ada apa mas?" Tanya Vanly serius.


"Tenanglah" Gustaf berusaha menenangkan istrinya itu, karena raut wajah Vanly terlihat menegang setelah mendengar ucapan Gustaf.


"Apakah kamu masih ingat dengan Anita?" Sambung Gustaf yang dibarengi anggukan Vanly.


"Anita membuat ulah lagi sayang, ia resmi bercerai dengan Pak Wisma" Ujar Gustaf.


"Lalu apa masalahnya?"


"Anita menuduh mas sebagai penyebab perceraian keluarganya, ia menuduh mas menghamilinya. Padahal kenyataannya, mas tidak sampai bertemu dengannya setelah kamu mengusirnya dirumah sakit waktu itu. Kamu juga tau sendiri kan? Kalau mas habis pulang dari Australi, jadi tidak mungkin mas melakukan hal keji itu" Sahut Gustaf panjang lebar.


"Kenapa wanita itu terlalu berambisi untuk memilikimu?" Jawab Vanly dengan santai.


"Entahlah sayang, mas tidak tau apa yang ada dipikirannya." ujar Gustaf sembari menggelengkan kepalanya.


"Tapi kamu percayakan sama mas?" Tanya Gustaf serius.


"Tentu saja! Aku mempercayaimu nomor kedua setelah Tuhanku" jawabnya sembari menjulurkan lidahnya.


"Baiklah sayang"


Cup..


Satu kecupan berhasil mendarat di kening Vanly dengan cepat.


"Hari ini mas harus berangkat pagi untuk melakukan konferensi pers, kamu dirumah baik-baik ya!" Ujar Gustaf yang beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


--


Jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE❤


__ADS_2