
Keesokan harinya, Vanly berangkat menuju kampus. Hari ini ada satu mata kuliah yang harus ia hadiri. Hari ini Vanly berangkat bersamaan dengan Gustaf dan juga Ziko. Mereka menaiki mobil dengan posisi Ziko yang menyopir dan penumpangnya Gustaf dan Vanly. Tentu saja Gustaf lebih memilih jadi penumpang karena istrinya menaiki mobil yang sama. Ia tak ingin kehilangan kesempatan untuk selalu bersama dengan istri tercintanya itu.
Ziko melirik dari kaca, dilihatnya Vanly sedang bersandar di pundak Gustaf dengan sangat mesra. Ziko pun mengumpat di dalam hati karena melihat pemandangan itu dipagi hari.
"Damn! Kenapa harus melihat pemandangan seperti ini!"
Gustaf dan Vanly pun tak tersadar jika sedari tadi Ziko telah mengamatinya. Terlihat sesekali Gustaf mencium kening Vanly dengan lembut. Lagi-lagi mata Ziko tak berhenti memandangi kedua manusia itu.
Ehemm...
"Bisakah kalian tidak ber mesra-mesraan di dalam mobil?" Sindir Ziko dengan sinis.
Sontak Gustaf dan Vanly pun sadar sedari tadi Ziko telah mengamatinya. Seketika Vanly langsung sedikit menjauhkan tubuhnya.
Setelah kejadian itu, tidak ada satupun diantara mereka yang berniat memecahkan keheningan. Hingga akhirnya mobil Gustaf berhenti didepan gerbang kampus. Vanly pun segera turun tanpa berpamitan pada suaminya. Gustaf pun terheran-heran melihat sikap Vanly padanya.
"Apakah dia marah padaku? Kenapa dia tidak mau pamit seperti biasanya? Apakah gara-gara sikap Ziko tadi?" decak Gustaf dalam hati.
Vanly pun segera berjalan menuju kedalam kampus. Vanly berpapasan dengan Gina ketika sampai di depan Fakultas Ekonomi. Namun Gina merasa ada sesuatu yang berbeda dari Vanly hari ini.
"Kenapa Vanly terlihat pucat sekali? Apa karena ia tidak memakai make up sehingga wajahnya terlihat pucat seperti itu? Batin Gina yang melihat perubahan pada wajah Vanly.
__ADS_1
"Ahh mungkin dia hanya kelelahan" sambungnya.
Mereka pun berjalan menuju kelas, namun sebelum memasuki kelas Vanly memutuskan untuk ke kamar mandi sebentar.
"Sebentar ya Na, aku ke kamar mandi dulu. Kalau kamu mau ke kelas duluan tidak apa-apa" Jawab Vanly yang segera berlalu dari pandangan Gina.
"Gua tunggu Van!" Jerit Gina sembari terduduk di depan kamar mandi kampus.
---
Sedangkan di dalam kamar mandi, Vanly di kagetkan dengan bercak darah yang ia lihat. Ia lupa tidak membawa roti bakarnya untuk menampung tetesan darah yang keluar, namun ia berusaha untuk tetap tenang karena hari ini hanya ada satu mata kuliah yang harus ia hadiri.
"Gak biasanya datang bulan ngeluarin bercak darah sedikit begini, biasanya kan langsung banyak aja keluarnya. Tapi ya udahlah, cuma satu mata kuliah, toh keluarnya hanya sedikit" Batin Vanly menenangkan diri.
Gina dan Vanly pun segera bergegas menuju kelas. Disana mereka sudah di sambut oleh Asila dan Oliv. Baik Asila maupun Oliv pun merasa jika Vanly terlihat berbeda dari biasanya.
"Apa Lu baik-baik saja Van?" Tanya Asila memastikan keadaan.
"Yes, I'm okay" Jawab Vanly yang tidak mengerti apa maksud sari sahabatnya itu.
Asila pun mencoba percaya karena memang Vanly terlihat baik-baik saja, bahkan Vanly masih sanggup tersenyum namun hanya penampilannya hari ini sangat beda dan wajahnya terkesan pucat.
__ADS_1
Dosen pun memasuki kelas. Hari ini dosen hanya menjelaskan beberapa materi dan memberikan tugas pada mahasiswa nya. Bagi mahasiswa yang sudah selesai mengerjakan tugasnya dibolehkan keluar dari kelas. Vanly dan sahabat-sahabat nya menyelesaikan tugasnya dengan sangat cepat hingga akhirnya mereka diperbolehkan keluar kelas.
Vanly pun memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Ia mengirimkan pesan pada Mang Ujang untuk segera menjemputnya. Ia menunggu Mang Ujang di depan gerbang kampus sembari duduk dan mengotak-atik ponselnya.
"Van.. " Terlihat mobil Angga memasuki gerbang kampus, Angga pun menyempatkan untuk berhenti sejenak menyapa Vanly.
"Sudah selesai kelas ya?" Tanya Angga ramah.
"Iya kak" Vanly hanya menjawab singkat dan lebih fokus ke ponselnya.
"Baiklah, aku masuk dulu ya. Bentar lagi kelas dimulai" Jawab Angga sembari menyalakan mesin mobilnya.
Angga pun mengendarai mobilnya masuk ke dalam kampus. Sedangkan beberapa menit kemudian, Mang Ujang datang menjemput Vanly dan melajukan mobilnya dengan cepat atas permintaan nona nya itu.
----
hai guys!
jangan lupa Vote novel ini ya,
setelah membaca like dan komen hal yang positif agar author semakin bersemangat untuk menulis💪❤
__ADS_1
with Love
Nandira⭐