Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 58 // Konferensi Pers


__ADS_3

Gustaf melajukan mobilnya dengan cepat. Ia tak ingin membuang waktunya sia-sia. Ia ingin segera menuntaskan hal yang berkecamuk dipikirannya dua hari ini.


"Anita, aku harap setelah hari ini kamu tidak akan pernah melakukan hal-hal gila lagi" Ucap Gustaf lirih.


Di depan perusahaan, terlihat banyak wartawan yang yelah berkumpul disana. Tentu saja wartawan tersebut sengaja di kumpulkan hanya untuk konferensi pers yang akan dilakukan Gustaf.


Pip.. pip..


Terdengar suara klakson mobil yang memasuki area parkir perusahaan. Para wartawan menoleh sesaat setelah mendengar klakson yang mendengung begitu kencang di telinga mereka.


"Pak Gustaf sudah datang!" Ucap salah satu wartawan yang ada disana.


Asisten Jun pun mempercepat langkahnya menuju tempat mobil Gustaf terparkir. Sebelum melakukan konferensi pers, Asisten Jun akan sedikit melakukan briefing pada Gustaf.


"Selamat pagi tuan!" Sapa Asisten Jun dengan ramah.


"Bagaimana Jun?"


"Semua sudah siap tuan" Ucap Asisten Jun dengan yakin.


"Acara dimulai dari penjelasan yang akan tuan lakukan terlebih dahulu, yang kedua kita beri kesempatan para wartawan untuk mengajukan pertanyaan" sambungnya.


"Ya, bisakah kita buka sekarang wawancaranya?" Sahut Gustaf yang masih tetap berjalan menuju kerumunan para wartawan.

__ADS_1


"Tentu tuan, silahkan"


Selamat pagi! Salam sejahtera untuk kita semuanya


Langsung saja ya,


Demi meluruskan berita yang beredar beberapa hari ini,


Saya Gustaf Ardiansyah Sutopo, nama yang terseret dalam berita tersebut, menegaskan..


Bahwa saya tidak pernah mengusik hubungan rumah tangga Nyonya Anita Kencana dan Pak Wisma.


Berita tentang kehamilan Nyonya Anita yang diklaim telah mengandung anak saya, itu tidaklah benar!


Dengan demikian, berita yang beredar beberapa hari ini adalah HOAX!


Tegas Gustaf yang di sambut ocehan para wartawan yang berebut melemparkan pertanyaan.


"Mohon tenang, jika ada pertanyaan kita batasi 2 saja. Karena kami masih ada kesibukan lain di kantor." ucap Asisten Jun.


"Tuan, bukankah anda sangat mencintai Nyonya Anita?" cecar salah satu wartawan.


"Mohon maaf sebelumnya, Ya! Saya pernah mencintai Anita. Tolong digaris bawahi.. 'Pernah'.. Itu terjadi sekitar 20 tahun yang lalu, sekarang hanya satu orang yang saya cintai, yaitu istri saya Nyonya Vanly Sutopo, calon ibu dari anak-anak saya." Sahut Gustaf dengan tegas

__ADS_1


---


Vanly yang melihat konferensi pers Gustaf menitikan airmata. Ia melihat begitu banyak Cinta dan ketulusan yang suaminya beri untuknya.


"Semoga setelah ini tidak ada masalah besar yang menghampiri keluarga kita mas" decak Vanly dalam hati.


----


Konferensi pers masih terus berlanjut.


"Lalu, apa bukti kuat jika bukan anda ayah dari anak yang dikandung Nyonya Anita?" Tanya salah satu wartawan


"Saya dengar kandungan Anita masih berusia dua minggu kan? Saya ingin tertawa mendengar saya menghamili Anita.. Bagaimana tidak? Dua minggu yang lalu saya ada dinas di Australi bersama asisten saya. Jika ingin bukti kuat, silahkan minta maskapai penerbangan untuk membuat print out nya."


"Baik saya rasa cukup sekian penjelasan dari tuan Gustaf, kami undur diri terlebih dahulu karena masih banyak pekerjaan yang akan kami lakukan" Sahut Asisten Jun.


Para wartawan pun membubarkan diri, sedangkan Gustaf dan Asisten Jun berjalan memasuki kantor. Gustaf berharap dengan konferensi pers hari ini bisa membuat nama baiknya jauh kebih baik.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE ❤


__ADS_2