
*Gustaf Ardiansyah Sutopo
Jika diberi kesempatan untuk mengulang waktu,
Aku tidak ingin bertemu masalalu kelamku,
Masalalu yang menjadikanku bola yang menggelinding kesana kemari
Tapi itu tidak mungkin,
dan itu semua tidak perlu disesali
Sekarang hanya waktunya untuk memperbaiki
Sayang, aku berjanji akan memperbaiki semua kedaan dengan semua dayaku*.
------
Setelah menyelesaikan pekerjaan kantornya, Gustaf memutuskan untuk segera kembali ke rumah. Ia ingin segera bertemu dengan istri tercintanya itu. Gustaf pun segera melajukan mobilnya dengan santai. Kali ini ia tidak begitu tergesa-gesa karena satu masalah di hidupnya telah berkurang. Ia sangat bersyukur hari ini bisa menuntaskan masalah yang menyeret nama baiknya itu dengan cepat.
Ketika perjalanan pulang, Gustaf berhenti disebuah mini market membeli beberapa cemilan untuk Vanly. Ia teringat jika nafsu makan istrinya itu sedang bertambah.
Setelah puas berbelanja, Gustaf pun kembali melajukan mobilnya. Sekitar 15 meniy kemudian, mobil Gustaf memasuki halaman rumah.
__ADS_1
Vanly yang melihatnya dari atas balkon pun memutuskan untuk segera turun menemui suaminya. Ia mempercepat langkahnya menuruni anak tangga. dilihatnya Gustaf berjalan memasuki dalam rumah dengan tersenyum.
"Mas, aku mencintaimu." Ucap Vanly yang berhamburan di pelukan Gustaf.
"Ada apa nih? kenapa istriku jadi romantis seperti ini? bahkan ia mengatakan Cinta terlebih dahulu" Goda Gustaf.
"apa sih mas!"
"Aku bahagia melihatmu melakukan konferensi pers tadi pagi mas" Sambung Vanly.
"Benarkah? mari kita ke atas" Ajak Gustaf sembari berjalan menaiki anak tangga, tak lupa mereka tetap bergandengan tangan dengan romantisnya.
sesampai dikamar, Vanly pun duduk diatas ranjang. Sedangkan Gustaf berbaring diatas pangkuan istrinya itu.
"hemm" Sahut Vanly singkat.
"Tadi Anita datang ke kantor." Ujar Gustaf membuka pembicaraan.
"lalu? apakah dia membuat keributan dikantor mu?" Tanya Vanly penasaran.
"Ya! ia berusah memasuki kantor tanpa izin kepada bagian administrasi terlebih dahulu. Ia membuat keributan sebelum mas datang. Hampir saja mas melukainya, karena Anita terlalu keras kepala. Ia seakan gila karena Cinta Van. Entah mengapa Anita menjadi wanita seperti ini. Mas masih menghormatinya karena ia adalah seorang ibu. Coba kalau bukan seorang ibu, mas pasti sudah memberinya pelajaran yangs setimpal." Sahut Gustaf panjang lebar.
"Ternyata Mas Gustaf hatinya lbut juga ya, aku bangga memilikimu mas!" Ucap Vanly dalam hati.
__ADS_1
"Mas selalu berusaha memposisikan diri mas, mungkin jika mama mas berada di posisi Anita, mas akan malu. maka dari itu mas tidak mau melukai Anita sedikitpun. Tapi mas harap dengan kejadian ini, ia bisa segera sadar jika apa yang ia lakukan adalah salah." Sambung Gustaf.
Mendengar ucapan suaminya yang begitu tulus, Vanly pun sedikit menitikkan air mata disudut matanya. Ia pun mendaratkan ciuman dikening Gustaf dengan lembut.
Cup..
"Apakah kamu setuju dengan keputusanku Van?" Tanya Gustaf.
"Sangat setuju!" Ucap Vanly dengan suara bergetar.
Gustaf mendengar suara istrinya yang bergetar itu langsung mendongakkan wajahnya keatas. dilihatnya mata Vanly berkaca-kaca. Ia tak tahu kesalahan apa yang telah diperbuatnya sehingga Vanly menitikkan air mata.
"Apakah kata-kataku melukaimu sayang?" Tanya Gustaf yang sonta mendudukkan tubuhnya.
"Tidak mas, aku hanya bangga padamu. Betapa baik hatimu mas" Ucap Vanly.
Gustaf pun memeluk tubuh istrinya dengan erat. Ia berusaha memberikan ketenangan pada Vanly yang sedang menangis. Disisi lain ia sangat bahagia, karena Vanly sangat mendukungnya.
---
**jangan lupa LIKE, KOMEN, & VOTE ❤
Mampir juga ke novel baru Author berjudul "GERAI PENGANTIN KAISAR**"
__ADS_1