Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 47 // Pertengkaran


__ADS_3

Vanly masih tetap memeluk Gustaf dengan erat. Namun Gustaf tetap tidak berkata sepatah kata pun. Vanly pun pasrah dengan apa yang akan suaminya lakukan.


"Mas, aku mohon jangan seperti ini" Tangisnya pun pecah..


Hikss.. Hiks..


"Jika aku salah, tegurlah aku! Marahi aku! Tapi tolong, jangan diemin aku kayak gini. Aku gak bisa mas lihat sikapmu yang berubah seperti ini" Sambungnya.


Namun Gustaf masih tetap tidak mau berbicara. Vanly masih tetap terus berusaha untuk membuat Gustaf berbicara kepadanya.


"Mas, bicaralah! Kamu biasanya suka cari topik pembicaraan kan? Tapi kenapa hari ini kamu acuh? Hati aku sakit banget mas kamu giniin. Mana suamiku yang selalu sabar menghadapiku? Mana suamiku yang sabar itu? Mas.. Kumohon bicaralah" Tangisnya semakin menjadi jadi.


Tiba-tiba Vanly merasa ada sesuatu yang jatuh membasahi pucuk kepalanya. Vanly segera melepaskan pelukannya dan melihat ke arah suaminya. Dilihatnya Gustaf meneteskan air mata yang sedari tadi ia tahan.


"Mas.. Kamu nangis?" tanya Vanly lirih.


Apakah dia serapuh itu? Hingga air mata yang berharga turun menetes di pipinya. Apakah aku melakukan kesalahan besar Tuhan?


"Kepercayaan itu bagaikan kaca Van. Sekali kaca itu pecah, maka kaca itu tidak akan menjadi utuh, sempurna seperti sebelumnya" Ucap Gustaf dengan suaranya yang gemetar.


Deg..

__ADS_1


"Apakah kamu tidak mempercayaiku mas? Hiks" Tanya Vanly serius.


"Aku bingung,apakah kali ini aku harus mengutamakan sebuah kepercayaan atau tidak. Jika aku harus percaya, kepada siapa aku mendaratkan kepercayaanku? Dan siapa yang akan aku ragukan? Apakah kamu sebagai istriku, atau Ziko sebagai sahabatku?" Ucap Gustaf dengan tenang walaupun ia sedang marah,ia berusaha mengontrol emosinya karena yang sedang ia hadapi adalah seorang wanita, namun air matanya masih tetap tidak bisa berhenti berjatuhan di pipinya.


Vanly pun tak mampu menjawab apa yang Gustaf lontarkan. Ia hanya mendengar ucapan yang begitu rapuh yang keluar dari bibir suaminya.


"Jika seseorang benar-benar jatuh Cinta, ia memang akan buta. Karena tidak bisa melihat mana yang salah dan mana yang benar. Itu juga yang aku rasakan sekarang. Jika ditanya, apakah aku mencintaimu? Jelas aku sangat mencintaimu, di tambah sekarang kamu sedang mengandung anakku, apakah aku cemburu melihatmu dengan Ziko? Ya aku cemburu, kamu istriku. Sedangkan dia? Dia sahabatku, dan dengan jelas dia mengetahui bahwa aku telah menikah denganmu. Tapi apa? Jelas-jelas aku melihatmu bersandar di bahunya dengan sangat nyenyak, sedangkan Ziko membiarkannya begitu saja! Dan berani-beraninya dia menatapmu dengan tersenyum. Aku hancur Van! Hancur!"


Deg..


"Mas Ziko menatapku dengan tersenyum?" decak Vanly dalam hati.


"Mas, aku sendiri tidak sadar kalau aku tertidur di bahu mas Ziko. Aku sendiri baru tau kalau aku tertidur dibahu mas Ziko ketika ia membangunkanku dengan paksa. Aku tidak sengaja mas" Ucap Vanly memberi pembelaan.


"Mas, apakah kamu sudah tidak percaya denganku? Apakah mas juga sudah tidak mencintaiku?" Tanya Vanly dengan sendu, namun Gustaf hanya menatapnya.


"Jika memang mas sudah tidak percaya denganku, mas bisa mengurus surat cerai kita setelah anak kita lahir" sambung Vanly sembari menundukkan kepalanya.


Gustaf pun terkaget mendengar ucapan Vanly yang menginginkan perceraian. Gustaf pun tersadar jika ia harus bersikap dewasa dan membimbing Vanly yang memang masih remaja. Ia tidak boleh egois, demi keutuhan keluarga mereka, dan tentunya demi buah hatinya yangs sedang di kandung Vanly.


"Apakah kau tidak mencintai mas?" Tanya Gustaf sembari menghapus air mata Vanly.

__ADS_1


"Aku mencintaimu melebihi apapun mas, tapi untuk apa Cinta tanpa kepercayaan. Mas Gustaf sudah tidak percaya kepadaku.. Hikss" Sahut Vanly dengan tangisan yang semakin menjadi-jadi.


Gustaf pun segera memeluk Vanly dengan erat. Vanly pun ikut membalas pelukan suaminya itu. Gustaf mendaratkan beberapa ciuman di pucuk kepala Vanly.


"Mas jangan tinggalin Vanly, jangan diemin Vanly lagi. Aku gak suka liat mas kayak gitu. Vanly minta maaf kalau sudah menyakiti hati mas" Ucap Vanly yang masih tetap sesenggukan karena menangis.


"Mas juga minta maaf ya, mas terlalu terbawa suasana egonya mas sendiri" Sahut Gustaf sembari mengacak-acak lembut rambut istrinya.


Akhirnya pertengkaran merekapun telah usai, Vanly sudah bisa tersenyum setelah kejadian tadi. Banyak pelajaran yang harus dia petik hari ini.


Sekalipun orang itu sabar, Ia pasti akan terbakar cemburu jika seorang yang dicintai terlihat bersama orang lain.


Sekalipun orang itu dewasa, ia pasti akan bisa marah jika hatinya terasa terluka.


---


Hai guys!


jangan lupa VOTE novel ini ya,


tinggalkan like dan komen yg positif disetiap babnya.

__ADS_1


follow juga akun instagram author @nandirand, buat yg mau sharing boleh langsung DM


__ADS_2