Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 43 // Positif


__ADS_3

Dokter Nisha pun memeriksa keadaan Vanly. Ia memeriksa Vanly dengan sangat teliti. Sesekali ia bertanya apa yang sedang pasiennya rasakan.


"Apakah nona sedang melakukan aktivitas berat?"


"Tidak dok, hanya saja kemarin sempat mengemasi koper untuk berlibur ke Bali" Jawab Vanly sembari mengingat apa saja kegiatan yang telah ia lakukan.


"Apakah nona sudah menstruasi bulan ini?" Tanya dokter kembali.


"Oh iya dok, sebenarnya saya telat datang bulan dok, tapi hari ini tadi ada bercak darah yang keluar dari va*ina saya dok" Ucap Vanly membenarkan.


"Apakah darah yang keluar banyak?" Dokter Nisha tetap mencerca dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kewanitaan.


"Tidak dok, hanya bercak sedikit saja! Bahkan ini tadi saya cek tidak keluar lagi" Jawab Vanly.


Dokter Nisha pun membuka tas nya dan berusaha mencari-cari sesuatu di dalam tas besarnya itu. Hingga akhirnya ia mengeluarkan testpack yang masih bersegel dari dalam tasnya.


"Cobalah gunakan testpack ini nona, sepertinya anda sedang hamil muda" Jawab dokter Nisha penuh makna.


Gustaf dan Vanly pun terkejut dengan apa yang dokter Nisha katakan. Bagaimana mungkin Vanly bisa secepat itu hamil. Hanya butuh waktu satu bulan saja. Hati Gustaf sudah mulai bergejolak, namun ia berusaha menahannya karena kehamilan Vanly masih belum pasti.


"Tidak mungkin dok, saya sedang haid" Ucap Vanly berusaha menyangkal kata-kata dokter Nisha.


"Tidak ada salahnya dicoba nona" Jawab dokter Nisha yang terkesan sedikit memaksa.


Setelah dibujuk oleh Gustaf, akhirnya Vanly pun mau untuk mencobanya. Vanly pun segera berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Sedangkan diluar Gustaf sedang menanti kabar yang selama ini sangat ia tunggu-tunggu. Jantung Gustaf berdegup dengan kencang seakan ia sedang jatuh Cinta untuk pertama kalinya.


"Dari gejala yang saya periksa, sepertinya istri tuan memang sedang hamil muda. Moodnya berubah-ubah, ada bercak darah, dan dia telat menstruasi. Tapi kita lihat saja bagaimana hasilnya" Dokter Nisah berusaha menjelaskan keadaan Vanly.


"Tapi dok, kenapa Vanly terlihat pucat seperti itu?" tanya Gustaf penasaran.


"Jika seorang wanita sedang hamil, ia akan lebih mudah kelelahan. Yang seharusnya ia kuat sehari-hari nya pasti akan mudah lelah jika melakukan kegiatan berat saat di kehamilan awal" Jelas dokter Nisha.


Cklekkk...


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Jantung Gustaf berdetak sangat cepat. Ia tak sabar mendengar kabar dari istrinya. Tapi ia berusaha menenangkan dirinya untuk tetap sabar, jika kenyataannya Vanly tidak benar hamil.


Vanly membuka pintu dengan lebar. Matanya terlihat berkaca-kaca. Gustaf bingung melihat istrinya yang hendak menumpahkan air matanya tanpa sebab.


Gustaf segera berjalan menghampiri istrinya. Tangannya sudah terasa dingin menunggu kabar dari Vanly.


"Gimana sayang?" Tanya Gustaf dengan serius.


"Garis dua" Ucapnya dengan singkat. Air matanya tak dapat tertahan lagi.


Gustaf pun segera memeluk Vanly dengan erat. Bahkan Gustaf pun menitikkan air matanya. Ia sangat bahagia. Hari yang ia tunggu-tunggu selama 38 tahun telah tiba.


Ia akan menjadi seorang ayah. Ia akan memiliki keturunan penerus nama Sutopo yang sudah terkenal dimana-mana.


"Mas, aku hamil" Ucap Vanly lirih.

__ADS_1


"Iya sayang, terimakasih sudah mengandung anakku." Sahut Gustaf sembari mengecup lembut kening istrinya.


Dokter Nisha pun ikut tersenyum melihat reaksi suami istri ini. Tugas dokter Nisha pun telah selesai. Ia pun berpamit untuk kembali ke tempat praktik nya.


"Selamat ya tuan dan nona! Kalian bisa mengecekkan kandungan nona Vanly setiap bulannya" Ucap dokter Nisha.


"Kalau begitu, saya izin undur diri. Karena ada pasien lain yang telah menunggu" Sambungnya.


Gustaf pun segera mengantar dokter Nisha menuju halaman rumah. Setelah mobil dokter Nisha tidak terlihat dari pandangannya, Gustaf segera menghampiri Vanly di dalam kamar. Ia mendekap Vanly dengan lembut dan sesekali mencium bibirnya.


Cup..


"Terimakasih sayang, aku sangat bahagia! Terimakasih Tuhan sudah memberikan anugerah ini kepada kami" Ucap Gustaf yang masih tetap memeluk Vanly.


"Apakah kau sangat bahagia?" tanya Vanly.


"Tentu saja, ini adalah hari yang mas tunggu Van. Mas sangat bahagia dengan kehamilanmu. Mas akan menjaganya. Mas sangat jatuh Cinta pada anak kita saat pertama kali mendengarmu hamil" jawab Gustaf sembari meneteskan air matanya.


"Aku juga bahagia mas, bisa mengandung benih Cinta kita" Ucapnya penuh makna.


Mereka pun berpelukan dan terus menerus mengucap syukur atas berkat yang Tuhan berikan kepada mereka.


Tuhan memang adil, setelah melalui banyak rintangan akhirnya bahagiapun menghampiri keluarga mereka.


.

__ADS_1


__ADS_2