
Gustaf Ardiansyah Sutopo
Jujur adalah hal terbaik dalam suatu hubungan,
begitu pula hubungan kita,
dulu aku merasa bisa menyelesaikan semuanya sendiri,
Namun aku salah,
Rasa percaya diriku untuk menyelesaikan masalah sendiri, membuatku melakukan kesalahan yang besar
Tapi aku berjanji,
aku tidak akan pernah mengulangi segala kesalahan yang pernah kuperbuat sebelumnya
---
Hari ini Vanly kembali ke kampus untuk menimba ilmu. Beda dengan hari biasanya, Vanly berangkat ke kampus diantar oleh suami tercintanya. Jangan tanya mengapa Gustaf mengantar Vanly ke kampus, memang karena Vanly sedang hamil muda. Tentu saja Gustaf tak akan membiarkan Vanly menaiki motornya sendirian.
Sesampai di depan gerbang kampus, Gustaf memberhentikan mobilnya. Ia keluar membukakan pintu mobil untuk Vanly. Di pinggir gerbang terlihat Gina, Asila dan Angga berjalan menuju dalam kampus. Mereka melihat Vanly keluar dari dalam mobil.
"Siapa yang mengantarkan Vanly? biasanya bukan laki-laki itu yang mengantarkannya." Ucap Gina lirih namun masih terdengar oleh Asila dan Angga.
Vanly pun mencium punggung tangan Gustaf dengan lembut.
"Mas, Vanly kuliah dulu ya?" Ucap Vanly dengan lembut.
"Iya sayang, hati-hati. Jaga anak kita baik-baik. Kalau udah keluar kelas, jangan lupa hubungi mas, nanti biar mas jemput." Sahut Gustaf sembari mendekap pipi istrinya dengan lembut.
"Iya mas, hati-hati ya.. jangan ngebut." Ujar Vanly tulus.
__ADS_1
Gustaf pun melajukan mobilnya meninggalkan pintu gerbang kampus. Vanly masih tetap menatapnya hingga mobil Gustaf tak terlihat.
Ketika hendak melangkah menuju dalam kampus, Asila, Gina dan Angga menghampiri Vanly.
"Van!" Teriak Asila sembari berlari menuju arah Vanly.
"Rindu banget!" Sahut Gina dengan tersenyum.
"kayak ditinggal setahun aja kalian" Goda Vanly pada sahabat-sahabatnya.
"Hai Van!" Ucap Angga dengan suara beratnya.
"Hai kak!" Jawab Vanly lirih.
"Na, kayaknya kita ganggu deh" Ucap Asila.
"Yuk cabut!" Sambungnya.
"Kamu beberapa hari ini gak kelihatan. kata Gina kamu liburan ke Bali." Ujar Angga basa-basi.
"Eh iya kak" Jawab Vanly canggung.
"Sepi gak ada kamu Van" Sahut Angga dengan menatap mata Vanly.
Vanly pun menundukkan pandangannya setelah Angga menatapnya. Ia merasa jika sikap Angga selama ini sedikit berbeda kepadanya. Ia jauh terlihat perhatian kepada Vanly dari pada teman-temannya.
"Oh iya Van, itu tadi siapa? Biasanya sopir kamu bukan yang itu." Celoteh Angga mengingat wajah Mang Ujang.
"Itu.. su.. "
Belum sempat Vanly menjawab pertanyaan Angga, Oliv memanggilnya dan mengajaknya segera masuk kedalam kelas. Vanly pun terpaksa meninggalkan Angga sendirian di depan Gerbang kampus.
__ADS_1
Sesampai di dalam kelas Vanly merasa sedikit tidak enak kepada Angga karena meninggalkannya sendirian. Ia pun meminta Gina untuk menyampaikan rasa maafnya pada Angga.
"Sampaikan ke Kak Angga ya Na" Ucap Vanly tulus.
"iya Vanly sayang, kamu tenang aja!" Sahut Gina santai.
"Eh Van, by the way.. laki-laki yang nganterin elu siapa? kakak lu?" Tanya Asila penasaran.
"Bukan!"
"Siapa dong? Sodara elu? kenalin dong! ganteng banget." Ucap Asila yang belum mengerti.
"Jadi guys, sebenarnya laki-laki yang nganterin aku ke kampus tadi adalah suamiku." Jawab Vanly dengan menundukkan kepalanya.
Hah??
Teriak Gina, Asila dan Oliv berbarengan hingga membuat semua orang yang ada di dalam kelas memusatkan perhatiannya pada Vanly dan gengnya.
"Lu serius?" Tanya Asila tak percaya.
"Iya guys, serius! Sebenarnya aku udah nikah. Cuma aku belum sempat cerita sama kalian. Maaf ya" Sahut Vanly dengan mengangkat jari tengah dan telunjuknya.
Setelah itu Dosen memasuki ruangan. Mata kuliah yang harus di tempuh akan segera di mulai. Para mahasiswa pun menyiapkan materi yang akan di pelajari.
---
Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE
sorry ya guys, author lagi banyak tugas gabisa maksimal upnya:(
JANGAN LUPA BACA NOVEL BARU AUTHOR BERJUDUL "GERAI PERNGANTIN KAISAR"
__ADS_1