Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 62 // Kenyataan


__ADS_3

Setelah selesai kelas, Vanly memutuskan untuk segera pulang. Tak lupa ia menghubungi suaminya untuk menjemputnya di kampus.


Vanly


Mas, Vanly sudah selesai kelas.


Gustaf


Mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu?


Vanly


Langsung pulang saja suamiku


Gustaf


Baik sayang, tunggu ya!


Vanly pun memasukkan modulnya dan berpamitan kepada teman-temannya. Ia memutuskan untuk segera kembali karena selama hamil Vanly tidak bisa menahan rasa laparnya.


"Duluan ya guys!" Ujar Vanly sembari menenteng tasnya.


"Take care ya! Salam buat suami lu yang ganteng itu." Sahut Asila yang disambut tawa Gina dan Oliv.


Vanly pun segera menuruni anak tangga dengan cepat. Ia berjalan menuju gerbang kampus. Sekitar limabelas menit menunggu, akhirnya Gustaf datang menjemputnya. Gustafpun membukakan pintu mobil untuk istrinya. Setelah itu ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Mas, pengen nasi goreng." Rengek Vanly pada Gustaf.


"Iya sayang, sabar ya? Nanti mas minta tolong ke Bi Piah untuk buatin nasi goreng buat kamu."

__ADS_1


"Gak mau! Vanly maunya mas yang buatin." Sahut Vanly dengan mata yang berkaca-kaca.


Duh susah juga punya bini yang lagi hamil muda gini. Ada aja maunya, apalagi maunya yang aneh-aneh.


"Ya sudah nanti mas buatin ya." Jawab Gustaf pasrah.


Setelah mendengar penuturan Gustaf, Vanly pun kembali tersenyum dengan lebar. Ia tak sabar untuk segera sampai dirumah. Ia ingin melihat Gustaf memasak nasi goreng untuknya.


---


Di kampus, Angga menghampiri Asila, Gina dan Oliv di taman. Setelah kelas, memang mereka jarang langsung pulang ke rumah masing-masing.


"Dimana Vanly?" Tanya Angga sembari melihat kesana kemari.


"Udah pulanglah." Jawab Oliv santai.


"Padahal gua mau bicara sesuatu sama dia." Ujar Angga dengan wajah sedikit kecewa karena tak bertemu Vanly.


"Ada deh!" Sahut Angga.


"Ih kakak main rahasia-rahasiaan sama kita." Jawab Gina dengan ketus.


"Sebenarnya.. "


Asila, Oliv dan Gina mendengarkan ucapan Angga dengan saksama. Angga terlihat memasang wajah seriusnya.


"Sebenarnya gua suka sama Vanly!" Ujar Angga dengan tersenyum.


"Apa?" Teriak Asila,Oliv dan Gina bersamaan.

__ADS_1


"Gua suka sama Vanly dari awal lihat dia. Anaknya cantik dan sopan banget. Kalian mau kan bantu gua buat ngedapetin dia?"


Asila, Gina dan Oliv saling berpandangan. Alis mereka menyatu mendengar pernyataan Angga. Mereka tidak menyangka jika akan Angga akan menyukai Vanly yang sudah berstatus sebagai seorang istri.


"Gua saranin, elu harus ngubur dalam-dalam perasaan elu kak." Sahut Asila dengan cepat.


"Mengapa?"


"Jadi kakak belum tahu?" Tanya Oliv.


"Tentang apa?" Angga berganti bertanya karena ia tak faham dengan apan yang dikatakan teman-teman Vanly tersebut.


"Jelasin pada Kak Angga, Na" Ucap Oliv kepada Gina.


"Begini kak, sebenarnya.. "


"Ngomong yang jelas Na." Sahut Angga yang tak sabar mendengar penjelasan Gina.


"Sebenarnya Vanly itu sudah menikah, kak" Ucap Gina dengan lirih.


Deg...


Apakah gadis yang aku cintai memang sudah menjadi milik orang lain? Apakah ia sering menghindar dariku karena ia sadar statusnya sebagai seorang istri? Mengapa dadaku sesak sekali? Aku tidak pernah merasakan penolakan sesakit ini.


Setelah mendengar penjelasan dari Gina, tanpa mengeluarkan sepatah katapun Angga langsung berjalan entah kemana. Kali ini ia hanya ingin menenangkan hatinya. Ia ingin sendiri kali ini. Ia benar-benar merasa kecewa mendengar kenyataan tentang wanita yang dicintainya itu.


---


**BACA NOVEL BARU AUTHOR "GERAI PENGANTIN KAISAR"

__ADS_1


jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE ya**..


__ADS_2