Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 63 // Membuat Nasi Goreng


__ADS_3

*Erlangga Azof Priawan


Ternyata begini rasanya patah hati?


Sekali jatuh cinta, sekali juga patah hati.


Rasanya, aku ingin menutup hatiku rapat-rapat karena kejadian ini


Aku sendiri tidak tahu, mengapa aku sebegitu tertariknya denganmu,


Tapi setelah semua kenyataan ini, aku tidak akan berharap lebih


Aku tidak akan pernah mengganggu rumah tanggamu


Semoga kau bahagia selalu, Van❤*


----


Sesampainya di rumah, Gustaf segera mengganti baju kantornya dengan baju santai, yang dilengkapi apron di dada bidangnya. Vanly memperhatikanan suaminya di meja makan. Dilihatnya Gustaf sangatlah lihai saat memasak.


Gustaf mulai menumis bumbu-bumbu yang telah dihaluskannya tadi. Aromanya sangat menggugah selera makan Vanly. Kemudian Gustaf memasukkan nasi sedikit demi sedikit kedalam wajan. Tak lupa ia memberi garam secukupnya dan penyedap. Kali ini ia sengaja tidak memberi saos di dalam nasi goreng itu, karena Vanly tidak menyukainya.

__ADS_1


Setelah matang, Gustaf pun menyajikan masakannya ala restauran, dengan memberinya garnis di masakannya. Ia pun menyajikan masakannya di meja makan. Vanly pun menghirup aroma masakan suaminya itu.


Sedaaap!


"Silahkan tuan Putri!" Ujar Gustaf yang melayani istrinya bak seorang Putri kerajaan.


"Suapin.. " rengek Vanly.


Susah juga punya bini lagi hamil muda. Ada aja maunya. Untung aku sayang.


"Mas, suapin." Ucap Vanly yang masih tetap merengek kepada suaminya.


Akhirnya Gustaf menyuapi Vanly hingga nasi goreng yang dibuatnya habis. Bahkan Vanly meminta nasi goreng itu kembali saat nasi goreng yang ada dipiring sudah habis. Setelah merasa kenyang, Vanly memutuskan untuk tidur. Sedangkan Gustaf membersihkan dirinya didalam kamar mandi. Keringatnya bercucuran di tubuhnya karena mengolah nasi goreng untuk Vanly.


Setelah selesai membersihkan diri, Gustaf segera bergegas menghampiri istrinya yang sedang tertidur itu. Ia mengusap pelan pucuk kepala Vanly dan mencium keningnya dengan lembut.


"Walaupun selama hamil moodmu sedikit menyebalkan tapi aku menyukainya. Aku bangga bisa melayanimu sebagai seorang suami. Terimakasih telah mengandung anakku Van." Ucap Gustaf lirih yang diakhiri kecupan lembut dibibir Vanly.


Gustaf pun beralih berbicara pada janin yang sedang dikandung istrinya itu. Ia begitu mengaharapkannya sedari dulu. Terlihat Gustaf meneteskan air matanya ketika ia mencium perut rata istrinya.


"Sayang, bagaimana rasanya diperut mama? Daddy harap kamu baik-baik saja ya? Harus betah diperut mama. Daddy gak sabar buat ketemu kamu. Nanti kalau kandungan mama sudah berumur empat bulanan, daddy akan mengetahui jenis kelaminmu. Kamu harus jadi kebanggan daddy dan mama ya? Love you anakku." Ucap Gustaf yang di akhiri kecupan hangat diperut rata Vanly.

__ADS_1


Vanly pun merasa ada sesuatu yang membasahi perutnya. Ia pun mengerjapkan matanya dengan cepat. Dilihatnya Gustaf sedang mencium perutnya dengan meneteskan air mata.


"Mas, kamu nangis?" Tanya Vanly penasaran.


Gustaf tak menjawab pertanyaan Vanly, Ia malah mengecup kening Vanly dengan lembut.


"Mas, kamu kenapa?" Sambung Vanly.


"Tidak apa-apa sayang, hanya sedikit terharu karena kita bisa melalui semua masalah ini dengan baik." Ucap Gustaf.


"Lalu kenapa nangis di perutku?"


"Mas hanya bahagia atas kehamilanmu. Kamu tau sendirikan kalau mas sudah menanti kehadiran seorang anak sangat lama. Mas sangat bahagia Van!" Ujar Gustaf jujur.


Vanly pun tersenyum mendengar ucapan Gustaf. Ia tidak menyangka jika seorang lelaki yang bertubuh kekar akan menangis jika ia akan menjadi seorang ayah. Ia sangat bersyukur Tuhan memberikan suami yang sangat menyayanginya dan anaknya.


-----


**JANGAN LUPA BACA NOVEL BARU AUTHOR "GERAI PENGANTIN KAISAR"


jangan lupa LIKE, KOMEN dan VOTE❤**

__ADS_1


__ADS_2