
Vanly keluar dari kamar mandi menggunakan baju yang di beli oleh Gustaf. Baju itu terlihat seperti baju tidur namun dengan bahan sangat tipis. Ada perasaan malu dalam diri Vanly ketika menggunakan baju itu.
Gustaf yang melihatnya pun sampai tidak mengedipkan matanya. Wajah Vanly berubah menjadi merah. Dia sangat malu sekali. Namun ia memberanikan diri untuk berjalan menuju ranjang.
Dilihat nya Gustaf sudah mandi.
"Apakah aku terlalu lama membersihkan diri? Sehingga dia mandi di kamar mandi sebelah" bantin Vanly yang merasa dirinya sudah melakukan kebodohan yang besar.
Tiba-tiba ada yang memeluk Vanly dari belakang. Vanly pun menoleh ke belakang, ternyata Gustaf lah yang memeluknya. Vanly tidak menyangka perubahan Gustaf yang begitu romantis, mulai dari memanggilnya dengan kata sayang, mengajaknya jalan-jalan ke Labuan Bajo, menghias kamar dengan dekorasi romantis, dan sekarang dia mulai berani memeluknya.
"Sayang, aku.." Ucap Gustaf terputus.
"sayang, aku sangat mencintaimu" Sambung Gustaf sambil mengeratkan pelukannya.
Seketika tubuh Vanly bergetar, jantung nya tidak bisa terkontrol. Jantungnya sangat memompa dengan keras sehingga detaknya sangat terasa.
Gustaf membalikkan tubuh Vanly dan menjatuhkannya ke atas ranjang.
Brukkk..
__ADS_1
Gustaf pun menindihnya. Mereka saling menatap satu sama lain. Vanly merasakan ada sesuatu dibawah yang bergerak. Junior Gustaf terbangun dari tidurnya. Tubuh Vanly bergetar, keringat bercucuran membasahi wajahnya.
"Sayang, aku menginginkanmu. Jadilah milikku seutuhnya" Ucap Gustaf dengan suara serak.
Seketika Vanly menolehkan pandangannya ke arah lain seakan-akan dia menolak ajakan suaminya tersebut. Gustaf yang sadar akan hal itu segera mengurungkan niatnya.
"Baiklah, aku rasa kamu belum siap" Ucap Gustaf dengan lirih seakan kecewa oleh Vanly. Segera ia bangun dari posisinya. Namun saat Gustaf hendak pergi Vanly menahan lengannya.
"Mas, bukan maksud ku seperti itu. Aku belum mengerti harus menghadapi mu bagaimana." Sahut Vanly namun Gustaf sama sekali tak menoleh kepadanya.
"Mas, lakukan tugasmu sebagai suami.. Dan jadikan aku istrimu seutuhnya" Ucap Vanly dengan lantang.
"Apa yang barusan kamu katakan? Fikirkan baik-baik terlebih dahulu. Jangan sampai kamu menyesal setelah semua ini terjadi"
"Iya mas, aku sudah memikirkan nya. Cepat atau lambat itu pasti akan terjadi. Hari ini mungkin bisa kuhindari, tapi tetap saja hari esok kau pun akan tetap menginginkan nya. Jadi untuk apa aku harus menghindar. Mas, aku siap" Jawab Vanly dengan menggenggam tangan Gustaf erat.
Setelah mendengar jawaban istrinya tanpa pikir panjang Gustaf kembali menindih tubuh Vanly. Bagaimana mungkin ia akan menyia-nyiakan kesempatan ini, butuh waktu 38 tahun untuk menunggu peristiwa yang berdebar ini.
"Apakah kau merasakannya?" bisik Gustaf ditelinga Vanly yang membuat wajah Vanly memerah.
__ADS_1
Gustaf pun mulai mencium bibir Vanly dengan lembut. Vanly hanya terdiam sambil memejamkan matanya. Sesungguhnya ini pertama kalinya ia berciuman.
Tangan Gustaf mulai tak terkontrol. Ia meremas ******** istrinya. Vanly segera menutup mulutnya dengan tangannya agar tidak mengeluarkan desahan yang dapat membuatnya malu.
"Tidak apa-apa istriku, keluarkan saja" Ucap Gustaf dengan suara serak.
Setelah merasa cukup Gustaf pun melucuti semua pakaian Vanly dan dirinya. Dan apa yang diinginkannya tiba
"Sayang, ini mungkin akan terasa sakit diawal. Tapi berusaha lah untuk menikmatinya. Aku akan melakukan nya pelan" Tegas Gustaf sambil meminggirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Vanly.
"Ahhh.. Sakit" Jerit Vanly membuat Gustaf tidak tega. Gustaf segera menuntaskan tugasnya agar istri kecilnya itu tidak merasakan kesakitan lagi.
Sering berjalannya waktu Vanly mulai bisa menerima perlakuan Gustaf. Hingga tak terasa mereka sangat kelelahan. Gustaf membiarkan Vanly untuk beristirahat sedangkan dia membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur.
Selesai membersihkan diri Gustaf langsung naik ke atas ranjang menemani istrinya yang sudah terlelap terlebih dahulu.
"Makasih sayang, kamu pasti sangat lelah. Aku menyayangi mu" bisik Gustaf dan diakhiri kecupan yang mendarat di kening Vanly.
.
__ADS_1