Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 54 // Tanah Lot


__ADS_3

Hari ini cuaca sangat cerah Gustaf dan Vanly sudah siap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke pusat oleh-oleh. Seperti hari kemarin, Gustaf lah yang menyopir mobil itu. Gustaf mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tujuannya hari ini akan ke pusat oleh-oleh Krishna.


Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai kesana. Untung saja jalanan di Bali tidak mengalami kemacetan seperti Jakarta.


Sesampai di Krishna, Gustaf dan Vanly berbelanja kain khas Bali. Tak lupa Vanly mengambil pie susu, dan bolu kering untuk Bi Piah dan teman-temannya.


Setelah selesai berbelanja, Gustaf dan Vanly memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Lot. Perjalanan yang di tempuh cukup jauh. Vanly menghabiskan waktunya untuk tidur di dalam mobil, sedangkan Gustaf fokus mengendarai mobil.


---


Terlihat mobil yang Gustaf kendarai memasuki are parkir mobil. Ia pun segera membangunkan Vanly yang sedang asyik tidur.


"Sayang, udah sampai" Ucapnya dengan lembut sembari membelai pipi istrinya yang semakin mengembang.


Vanly pun mengerjapkan kedua matanya. Setelah sadar ia segera memoles wajahnya dengan sedikit bedak agar wajahnya terlihat lebih fresh.


"Udah gausah dandan, gitu aja udah cantik" Ucap Gustaf dengan polos.


"Ah mas nih, kan nanti mau foto sekalian. Masak iya wajahnya penuh minyak" Sahut Vanly sewot.


"Iya iya" Gustaf pun pasrah saja mendengar jawaban dari Vanly, walaupun terkesan jutek, Vanly tetap terlihat menggemaskan.


Gustaf pun segera membukakan pintu mobil untuk Vanly setelah ia selesai memoles wajahnya. Ia menggandeng istrinya dengan erat. Mereka berjalan melalui pasar yang tersedia di didepan area wisata. Sesekali Vanly berhenti ke salah satu penjual untuk membeli cemilan yang bisa ia makan.


Setelah melalui pasar yang cukup panjang, terlihatlah tangga pintu masuk ke arah pantai. Deburan ombak terdengar sangat kencang. Vanly pun tak sabar untuk melihat pemandangan Indah ciptaan Tuhan ini.


Vanly pun mempercepat langkahnya tanpa memperdulikan kandungan di dalam rahimnya. Gustaf pun sedikit geram dengan tingkah kekanak-kanakan Vanly kali ini.


"Sayang, pelan-pelan. Kasihan anak kita! Aku gak mau kalau dia sampai kenapa-kenapa" tegas Gustaf.


"Iya iya mas" Ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya.


Mata Vanly sangat berbinar-binar saat melihat pantai yang ada di depannya. Pantai dengan deburan ombak yang sangat keras. Anginnya pun terasa sangat kencang membuat tubuh terasa dingin saat di terpanya. Tentunya juga ciri khas dari Pantai ini adalan Pura yang terletak di bibir pantai.


Saat berada di sekita pantai, terlihat banyak umat beragama hindu sedang melakukan ibadah di dalam pura. Vanly sangat takjub dengan ke indahan Tanah Lot ini. Gustaf pun mengabadikan momen mereka saat berada di Tanah Lot. Sesekali ia merekam tingkah Vanly yang asyik bermain pasir di pinggir pantai.


Gustaf tersenyum lebar melihat istrinya bahagia. Ia berharap kebahagiaan akan selalu hadir ditengah-tengah keluarga mereka.


Tiba-tiba terdengar suara ponsel Gustaf berbunyi. Dilihatnya ada panggilan video dari Asisten Jun dan Ziko. Ia pun segera mengangkatnya.


Gustaf


Hai bro! How are you?


Ziko

__ADS_1


Verry good. And you?


Gustaf


I am fine


Asisten Jun


Lagi dimana tuan? Dimana nona?


Gustaf pun segera mengalihkan kameranya menjadi kamera belakang. Ia memperlihatkan Vanly yang sedang asyik bermain pasir di pinggir pantai.


Gustaf


Itu nona muda, lagi asyik sama dunianya sendiri. Ini kita lagi berada di Tanah Lot


Ziko


What a beautiful place


Gustaf


Iya bro! Andai saja you masih disini


Ziko


Gustaf dan Asisten Jun terbahak-bahak mendengar ucapan Ziko tersebut. Entah kapan Ziko san Asisten Jun memiliki pasangan. Hanya Tuhan yang tau.


Asisten Jun


Puas-puasin tuan, besok udah balik kerja lagi


Gustaf


Ya Jun, bagaimana keadaan di perusahaan? Apakah ada masalah?


Asisten Jun


Tidak tuan, semuanya baik-baik saja.


Gustaf


Memang tidak salah aku mengandalkanmu!


Dari kejauhan, Vanly melihat suaminya tersenyum sendiri melihat ponselnya. Ia penasaran apa yang membuat Gustaf tersenyum sebegitu lebarnya hingga Gustaf tak memperhatikannya sedari tadi.

__ADS_1


Vanly pun berjalan mendekati Gustaf.


"Lagi apa mas? Kok Vanly lihat senyum-senyum sendiri?" Tanya Vanly penasaran.


"Emm.. Ini"


"Ini apa?" Sahut Vanly tidak sabar.


"Ini si Junita video call nih" Ide jahilnya muncul.


"Oh bagus, dari tadi senyum-senyum sendiri ternyata video call sama cewek lain" Ucapnya terlihat sedikit cemburu.


Terdengar suara ketawa dari Ziko dan Asisten Jun dari ponsel setelah mendengar ucapan Vanly. Gustaf pun tersenyum lebar melihat tingkah istrinya itu.


Asisten Jun


Bukan Junita nona, tetapi Arjun. Nona cemburu nih?


"Apaan sih asisten Jun, gak lucu" Ucap Vanly sewot sembari mencubit lengan suaminya.


aww..


"Siapa suruh jahil" bisik Vanly ditelinga Gustaf.


"Iyaa sayang maaf, jangan dicubit lagi ya" jawab Gustaf memelaskan wajahnya.


Asisten Jun


Waduh tuan, kayaknya bininya ngamuk. Panggilannya diakhiri dulu ya tuan. Bye..


tut.. tut.. tut..


"dasar si Jun, bisa-bisanya ia mematikan ponsel tanpa persetujuan ku" gerut Gustaf dalam hati.


"Mas jahat!" Ucap Vanly dengan mata berkaca-kaca.


"Kan mas udah minta maaf. Ya sudah mau apa?" Sahut Gustaf memanjakan istrinya.


Vanly pun tak kunjung menjawab.


"mau apa istriku?" Tanya Gustaf sekali lagi.


"Emm.. Gulali ya?" Jawab Vanly singkat.


"Baik tuan Putri, mari kita beli" Gustaf pun menggandeng tangan Vanly menuju pasar yang mereka lewati tadi. Mereka berjalan mencari gulali yang diinginkan Vanly.

__ADS_1


Setelah mendapatkannya, Gustaf dan Vanly pun bergegas untuk kembali ke hotel. Karena hari semakin sore, angin di daerah Tanah Lot sangatlah kencang. Banyak wisatawan yang kembali setelah senja telah tiba.


.


__ADS_2