
Malam pun tiba, Vanly naik ke atas ranjangnya. Ia terlihat mengotak-atik ponselnya, sedari tadi Gustaf tak mengabarinya sama sekali.
Sesekali ia menulis pesan untuk suaminya itu, namun diurungkannya karena takut mengganggu kegiatan Gustaf.
Waktu menunjukkan pukul 22.00 wib. Vanly masih belum bisa memejamkan matanya. Akhirnya ia berinisiatif untuk turun dan mencari cemilan di dalam kulkas. Ia menemukan kripik singkong kesukaannya lalu Vanly berjalan ke arah ruang tamu untuk menonton TV.
Bi Piah melihat nona nya belum tidur, ia pun segera menghampiri Vanly untuk menemaninya.
"Non,kok belum tidur?" sapa bi Piah sambil mendudukkan diri di bawah kursi
"Eh iya bi, ga bisa tidur. Duduklah diatas bi, di bawah dingin" Jawab Vanly dengan menepuk-nepuk kursi di sampingnya.
"Maaf non, apa non Vanly sedang memikirkan tuan sehingga tidak bisa tidur?" tanya bi Piah penasaran, tentu saja bi Piah sangat penasaran, karena yang ia tau nonanya tidak pernah nonton TV di jam seperti ini, ia malah terkesan lebih suka di kamar ketimbang keluar untuk menonton atau bersantai-santai.
"Sebenarnya iya bi, mas Gustaf belum ngabari sama sekali, apakah dia udah sampai atau belum." Jawab Vanly dengan menundukkan kepalanya.
"Bibi faham kok Non, dulu.. Waktu suami saya masih hidup, jika malam belum pulang pun saya pasti khawatir, itu hal yang wajar non" Sahut bi Piah menenangkan sambil mengusap pundak nonanya itu.
"Iya bi, Vanly hanya belum terbiasa aja ditinggal sendiri, dulu waktu ada papa.. Vanly selalu diajak kemanapun papa dinas, maka dari itu ketika Mas Gustaf pergi dinas sebenarnya Vanly ingin ikut bi, tapi bentar lagi masuk kuliah" Jawab Vanly dengam raut wajah sedih.
Bi piah pun berusaha menenangkan Vanly, bahwa Gustaf akan baik-baik saja di Australi. Vanly pun hanya mengangguk mengerti dengan segala ucapan bi Piah. Hari semakin larut, Vanly pamit kepada bi Piah untuk beristirahat.
"Bi, Vanly ke atas dulu ya.. Mau istirahat." Ucap Vanly dengan tersenyum.
"Iya non, jangan terlalu khawatir non. Semua akan baik-baik saja. Selamat beristirahat non" Ujar bi Piah dan diikuti anggukan Vanly.
Vanly segera berjalan menuju kamarnya. Ia segera merebahkan tubuh mungilnya itu. Hingga beberapa saat kemudian ia terlelap.
__ADS_1
----
(Australia)
Terlihat Gustaf, Ziko, dan Asisten Jun sedang sarapan di apartemen Ziko. Mereka berbincang-bincang tentang urusan pribadi mereka.
"Biasanya kalo pagi gini, istriku sudah memasakkan makanan kesukaanku, dan kita makan bersama" Ucap Gustaf. Tunggu dulu.. Istriku? Aku sama sekali tidak mengabarinya dari kemarin. Dia pasti sangat khawatir denganku.
Gustaf pun segera mencari nomor telpon istrinya dan segera menelponnya.
----
Drtt.. drrt.. drtt...
Vanly terbangun mendengar suara ponselnya berbunyi. Dengan pelan ia meraih ponsel yang ada diatas laci. Tanpa melihatnya Vanly segera mengangkat nya.
"Halo.. " Sapa Vanly dengan suara serak.
Sebentar.. Apakah dia suamiku? Suaranya tidak asing.
Vanly segera membuka matanya lebar-lebar dan melihat siapa yang telah menelponnya.
"Mas Gustaf" ucap Vanly lirih tanpania sadari Gustaf mendengar panggilannya.
"Ada apa sayang?" tanya Gustaf penasaran.
"Kenapa kau sama sekali tidak mengabariku? Apakah kau sudah melupakan ku? Hingga tidak sempat mengirim pesan untukku" Protes Vanly dengan menahan air matanya. Ia sangat merindukan suaminya dari kemarin.
__ADS_1
"Maafkan aku Van, kemarin mas langsung kerja sampai larut hingga mas lupa untuk mengabarimu" Jawab Gustaf terus terang.
"Hah.. Lupa" Sahut Vanly putus asa.
Tut.. tut.. tutt..
Vanly mematikan telpon dari suaminya dan segera mendudukkan tubuhhanya .
"Bisa-bisanya ia lupa, apakah aku tidak penting hingga tidak ada dipikirannya" Gerutu Vanly dalam hati.
----
"Ahh sial" Umpat Gustaf.
Sedangkan Ziko dan Asisten Jun yang mendengar percakapan suami istri itu hanya menertawai kebodohan Gustaf.
"Tuan.. Jangan sampai nanti nona marah besar" Goda Asisten Jun dengan membesarkan ketawa nya.
"Diam lo" Sahut Gustaf dengan sinis.
"Wanita dimana-mana sama saja, suka marah. Makanya aku lebih memilih untuk sendiri saja" Giliran Ziko mengatai sahabatnya itu.
Gustaf segera memicingkan matanya, Ziko dan Asisten Jun yang sedari tadi tertawa terbahak-bahak segera terdiam dan menggeleng kan kepalanya.
---
*jangan lupa **like dan komen ya guys!
__ADS_1
follow ig author @nandirand**
selamat beraktivitas❤*