
Gustaf dan Vanly mengendarai mobil yang telah di pesan. Kali ini Gustaf sendirilah yang menjadi sopirnya. Ia tidak ingin acaranya bersama istrinya ada yang mengganggu.
"Silahkan tuan Putri" Ucap Gustaf sembari membukakan pintu untuk Vanly.
Gustaf mengendarai mobilnya dengan sangat hati-hati. Semenjak Vanly hamil, Gustaf menjadi laki-laki yang sangat protektif terhadap Vanly dan calon anaknya. Gustaf merawat Vanly dengan sangat baik karena ini merupakan kehamilan pertama Vanly.
Setelah melewati sekitar 20 menit perjalanan, Gustaf dan Vanly berhenti di sebuat toko retail dekat pantai Pandawa. Gustaf memutuskan untuk membeli dua ice cream dan beberapa cemilan untuk Vanly. Maklum saja, selama hamil ini nafsu makan Vanly bertambah dua kali lipat dari biasanya.
Setelah selesai berbelanja, Gustaf pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak sampai 7 menit mereka memasuki area pantai Pandawa. Terlihat tebing kapur yang menjulang tinggi di tepi pantai. Hiasan patung pahat hasil karya seniman Indonesia terpampang di setiap jalan. Tentu saja, patung-patung tersebut terbuat dari kapur-kapur yang ada di sana.
"Wah.. Indah banget mas" mata Vanly berbinar-binar, seakan dimanjakan oleh pemandangan indah yang terpampang nyata.
"Apakah kamu menyukainya sayang?" Tanya Gustaf dengan menyunggingkan senyumnya.
"Tentu saja mas! Aku tidak sabar bermain air di Pantai" Jawab Vanly penuh semangat.
"Tapi ingat, jangan terlalu kecapaian. Kasihan anak kita" Sahut Gustaf memberi pengertian dan di barengi oleh anggukan Vanly tanda ia setuju.
__ADS_1
Gustaf pun segera memarkirkan mobilnya. Tak lupa ia membukakan pintu mobil untuk istri kecilnya itu dan menggandeng tangannya berjalan menuju pantai. Banyak wisatawan asing yang datang kesana. Memang Bali merupakan salah satu dari sekian banyak wisata Indah di Indonesia.
"Andaikan Ziko ada disini, dia pasti akan sangat bahagia melihat alam Bali" decak Gustaf dalam hati.
Vanly menuju ke bibir pantai. Gustaf memandanginya dari belakang. Istrinya itu tetap terlihat seksi walaupun ia sedang hamil. Ia juga tetap terlihat imut, hanya saja pipinya sedikit mengembang karena nafsu makannya bertambah. Tak lupa Gustaf mengambil beberapa foto candid istrinya itu.
Setelah puas mengambil beberapa foto, Gustaf berjalan menuju ke bibir pantai. Ia memeluk Vanly dengan erat.
"Aku mencintaimu sayang" Bisik Gustaf lirih.
"Aku juga mencintaimu mas"
Ketika mereka sedang asyik berpelukan, tiba-tiba ponsel Gustaf berbunyi. Dilihatnya Ziko membalas pesan singkat yang Gustaf kirim tadi.
Ziko
Yes bro! You wajar cemburu, Vanly adalah istrimu. You layak untuk cemburu kepadaku. Kita tetap sahabat bro! Please tell me tomorrow about our company. I hope we can working together!
__ADS_1
Setelah membaca pesan singkat dari Ziko, wajah Gustaf pun langsung berseri-seri. Senyum indahnya terpampang di wajah tampannya. Vanly pun bahagia melihat hubungan suaminya dan sahabatnya sudah mulai membaik. Banyak pelajaran yang bisa di ambil dari kejadian beberapa hari ini.
.
Hai guys!
Author ingin mengadakan give away kecil-kecilan. Give away ini author adakan untuk membangun rasa saling kenal kita satu sama lain. Kira2 ada yang mau ikutan ga?
sebenarnya hadiahnya tidak seberapa sih, cuman lumayan kan gratis tanpa membeli.
Hadiahnya " Masing-masing Pulsa 20k untuk 3 orang pemenang"
syarat mengikutinya gampang :
a.Ikuti Grub chat "Nandira" ya, karena nanti pengumuman pemenang akan author umumkan lewat grub chat.
b.Kalian wajib memberi komentar positif boleh untuk author, novel ini, ataupun perdamaian dunia ya, komentar ini letakkan di Kolom Komentar dengan tagar #giveawaynandira #menikahisahabatpapa
__ADS_1
ayo buruan ikut, jangan sampai ketinggalan ya! pengumuman giveaway akan diumumkan tanggal 11 April 2020. stay tune😎