Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 70 // Mengantarkan Jun


__ADS_3

Lima hari kemudian setelah makan malam berlalu, hari ini Asisten Jun akan pergi meninggalkan Indonesia. Ya benar! Ia akan berangkat ke Singapura sekarang. Tak lupa Gustaf dan Vanly pun mengantarkan Asisten Jun ke bandara. Mungkin ini adalah hari terakhir Gustaf melihat Asisten Jun. Setelah itu ia akan membutuhkan waktu yang lama untuk bertemu dengan anak angkatnya itu. Tentu saja, karena Asisten Jun berencana untuk menetap di Singapura hingga calon istrinya lulus.


"Sayang, sudah siap atau belum?" Tanya Gustaf di luar kamar.


"Segitu amat sih Mas Gustaf, padahal mau ketemu sama sesama jenisnya." Gerutu Vanly dalam hati.


"Sayang?" Panggil Gustaf lagi.


"Iya sayang, ini udah selesai." Sahut Vanly yang terkesan sedikit berteriak.


Vanly pun membuka pintu kamarnya dengan kasar. Gustaf pun memperhatikan tingkat istrinya yang terlihat seperti sangat betina yang sedang mencari mangsanya.


"Sayang, kamu gak papa?" Tanya Gustaf polos.


"Gak papa!" Jawab Vanly tanpa ekspresi.


Setelah itu Vanly berjalan mendahului Gustaf. Namun Gustaf tak berkata apapun melihat tingkah istrinya yang tak biasa. Sesampainya di depan mobil, Gustaf segera membukakan pintu mobil untuk Vanly. Setelah memastikan Vanly merasa nyaman dengan tempatnya, ia pun masuk kedalam mobil dam melajukan mobilnya dengan cepat.


----


Sekitar duapuluh menit Gustaf melajukan mobilnya, akhirnya mobil yang dikendarai Gustaf memasuki area bandara. Ia pun segera memarkirkan mobilnya dan segera berjalan dengan bergandengan tangan bersama Vanly. Didalam bandara, terlihat Asisten Jun didampingi oleh ibunya. Gustaf dan Vanly pun segera menghampirinya.


"Tuan!" Sapa Asisten Jun dan ibunya bersamaan.

__ADS_1


Asisten Jun dan ibunya menyalami Gustaf dan Vanly secara bergantian. Tak lupa mereka berbincang-bincang mengenai masalalu yang pernah mereka lewati dulu. Tiba-tiba ponsel Gustaf berdering.


Drrtt. drt.. drrt..


"Ziko," Ucap Gustaf spontan.


sudah lama ia tak mendengar suara sahabatnya itu. Memang setelah kejadian di Bali waktu itu, hubungan Gustaf dan Ziko sedikit renggang. Namun sekarang ia begitu merindukan sahabatnya.


"How are you bro?" Sapa Ziko yang melakukan video call pada Gustaf.


"Feeling good! Kabarmu sendiri bagaimana bro?" Tanya Gustaf.


"fine bro! You pasti lagi nganterin si Jun right?" Ujar Ziko.


"Tentu saja! He always giving information for me." Jawab Ziko.


"By the way, Jun sudah mau nikah nih. You kapan mau nyusul?" Sindir Gustaf.


"iya nih, kapan mau nyusul?" Sahut Jun yang mendengarkan percakapan Ziko dan Gustaf sedari tadi.


"Nantilah, makanya cariin dong cewek buat aku." Jawab Ziko santai.


"Gampang, nanti kita cariin." Jawab Gustaf.

__ADS_1


"Bro, kita lanjutin nanti lagi ya? ini si Jun udah mau boarding pass." Ujar Gustaf.


"Okay bro!" Jawab Ziko.


Setelah Ziko mematikan telponnya, Gustaf mengeluarkan sesuatu dari tas Vanly dan memberikannya kepada Asisten Jun.


"Apa ini tuan?" Tanya Asisten Jun.


"Mungkin ini mampu mengingatkanmu denganku jika nanti kau di Singapura." Jawab Gustaf penuh makna.


"Terimakasih atas segalanya, ayah!" Ucap Asisten Jun.


"Jadilah lelaki yang bertanggung jawab terhadap keluarganya! jangan jadi laki-laki pecundang yang hanya mampu mempermainkan hati wanita." Ucap Gustaf sembari menepuk-nepuk pundak Asisten Jun.


Setelah itu Asisten Jun mencium tangan Gustaf bak anak dan bapak. Vanly yang menyaksikannya pun ikut terharu. Tak lupa juga Asisten Jun berpamitan kepada ibunya dan Vanly.


"Bu, Jun berangkat ya! ibu baik-baik dirumah. Nona muda, baik-baik dirumah, jaga adik dengan baik."


"Hati-hati Asisten Jun!" Ucap Vanly yang dibalas anggukan Asisten Jun.


Asisten Jun pun berjalan menjauh sembari melambaikan tangannya. Gustaf pun membalikkan badannya setelah melihat Asisten Jun yang menjauh dari pandangannya. Perasaan campur aduk menghantam jiwa Gustaf saat ini. Namun, demi kebaikan Asisten Jun ia harus melakukan semuanya.


----

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE❤


__ADS_2