Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 13 // Demam


__ADS_3

Sesampai di halaman rumah Gustaf dan Vanly segera membuka pintu dan menuju ke atas. Sedangkan Asisten Jun pamit untuk pulang ke rumahnya. Vanly segera membersihkan tubuhnya.


Sekitar 20 menit membersihkan diri Vanly keluar dengan menggunakan pakaian tidur. Ketika hendak menuju keranjang ia melihat Gustaf terbaring dengan menggunakan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.


Tak biasanya Vanly melihat pemandangan itu. Vanly mendekati Gustaf, wajah suaminya terlihat pucat sekarang. Vanly menempelkan telapak tangannya ke kening Gustaf.


Badannya panas...


Vanly segera berlari keluar kamar dan menuju ke dapur untuk mengambil air es dan kain untuk mengompres kening Gustaf. Tak lupa juga ia membawa beberapa roti dan obat penurun panas.


Ketika sampai di atas Vanly segera mengompres kening Gustaf dengan telaten. Gustaf melihat istrinya begitu perhatian. Vanly pun menyuapi Gustaf dengan roti yang dibawanya tadi dan tak lupa memberikan obat penurun panas.


Vanly menarik selimut ke atas tubuh Gustaf. Lelaki yang kesehariannya terlihat gagah hari ini sangat lemah, Vanly benci pada dirinya sendiri karena bisa seceroboh ini dalam menghadapi masalah.

__ADS_1


"Mas.. Maafin Vanly. Coba kalo Vanly tidak langsung percaya dengan omongan wanita itu pasti semua ini ga akan terjadi" Ucap Vanly dengan lirih. Tak terasa air matanya jatuh dengan sendirinya.


"Enggak sayang, jika ada masalah dalam suatu hubungan maka yang bisa disalahkan adalah kedua belah pihak, karena hubungan ini yang jalani kita berdua. mas juga salah dalam hal ini karena tidak jujur denganmu, mas merasa bisa mengatasi masalah ini sendirian, tapi ternyata mas salah. Semuanya malah berantakan, Maafin mas Van" sahut Gustaf dengan lemah.


Mendengar ucapan Gustaf dengan refleks Vanly memeluknya. Gustaf merasakan jantungnya berdegup dengan kencang. Ya! Walaupun Gustaf mencintai Vanly sebelum Bams tiada, tapi perlakuan Vanly memeluknya tanpa paksaan membuat jantungnya berdetak seperti orang habis lari maraton.


Ketika Vanly hendak melepaskan pelukannya Gustaf menariknya dan mengencangkan pelukannya pada Vanly. Gustaf membisikkan sesuatu ditelinga Vanly.


"Van, bolehkah aku meminta cium darimu" bisik Gustaf dengan menunjuk bibir tipisnya.


"Ih, mas nih mesum otaknya"


Gustaf pun tertawa melihat tingkah istrinya itu, Vanly masih terlihat malu ketika Gustaf meminta sesuatu yang memang menjadi haknya. Namun Gustaf pun faham jika memang usia pernikahan mereka masih seumur jagung, seiring berjalannya waktu Gustaf yakin jika Vanly akan berubah menjadi lebih dewasa dan terbiasa dengan semua ini.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 22.00 wib, Gustaf dan Vanly pun segera menarik selimut dan tidur.


"Mas, mari kita tidur. Aku sangat lelah hari ini. Lekas sembuh ya mas" Ucap Vanly dengan mengusap pucuk kepala suaminya.


"iya sayang, mas juga merasa lelah hari ini. sekali lagi mas minta maaf ya atas semua kejadian hari ini. Mas janji akan lebih terbuka padamu" Sahut Gustaf dengan tersenyum dan dibarengi anggukan Vanly menandakan persetujuan.


Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi mereka, hari yang penuh drama, hari pertengkaran pertama di pernikahan mereka.


Dalam suatu hubungan pertengkaran merupakan bumbu-bumbu penyedap dalam hubungan agar kita bisa introspeksi diri, berfikir lebih dewasa, dan belajar memaafkan pasangan.


Dari pertengkaran Gustaf dan Vanly kalian harus bisa ambil sisi positifnya ya guys! jika kalian sekarang sedang berada diposisi ini, Segera selesaikan masalah kalian dengan baik😊


oh iya..

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya,


author menerima kritik dan saran dari kalian agar novel ini jauh lebih baik kedepannya ⭐


__ADS_2