
Gustaf membuka pintu kamarnya dan masih tetap menggendong istri kecilnya itu. Sampai di depan ranjang, ia segera menjatuhkan tubuh istrinya dan menindihnya, namun Vanly segera mendorongnya.
"Kenapa?" Tanya Gustaf dengan suara serak.
"Pintunya tutup dulu mas, nanti ada yang lihat" Jawab Vanly sembari menunjuk pintu yang masih terbuka lebar.
Gustaf pun segera bangun dari posisinya dan berjalan menuju pintu "kau menunda aksiku saja" gerutunya pada pintu yang ada didepannya.
Setelah menutup dan mengunci pintu kamarnya, Gustaf segera kembali ke atas ranjang bersama istrinya. Gustaf memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Vanly tidak tahan untuk mengeluarkan desahannya.
"Ahh.. Mas"
Gustaf memberi tanda kepemilikan di leher dan sekitar dada istrinya. Vanly pun menikmati setiap permainan yang di lakulan oleh suaminya. Ia sangat rindu pada suaminya, ia hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Gustaf di atas ranjang.
"Sayang.. Bisakah kita memulainya sekarang?" Tanya Gustaf dengan suara serak meminta persetujuan.
Vanly pun hanya menganggukkan kepalanya tanda ia setuju dengan ucapan Gustaf. Gustaf pun melucuti semua pakaian Vanly dan pakaian yang ia kenakan. Tak pikir panjang Gustaf segera melakukan aksinya.
__ADS_1
Terdengar suara desahan Gustaf maupun Vanly memenuhi seisi ruangan tersebut. Mereka melakukan nya dengan penuh Cinta, penuh kerinduan yang telah mereka rasakan. Mereka menumpahkan semua hasrat yang terpendam satu sama lain di malam yang Indah ini.
Gustaf membenamkan wajahnya di dada istrinya, sesekali ia mendesah lirih di telinga istrinya menambah hasrat Vanly yang semakin menggebu-gebu.
"Ahhh... "
Hingga akhirnya Gustaf melepaskan benih-benih Cinta ke dalam rahim istrinya dengan harapan Vanly bisa mengandung anaknya secepatnya mengingat usianya yang sudah tidak lagi muda. Bahkan iya mengulanginya beberapa kali agar Vanly segera hamil.
Seketika Vanly memeluk tubuh suaminya yang kekar itu dengan posisi masih berada diatasnya. Gustaf pun memandang wajah istrinya dengan dalam.
"Tidak biasanya istriku memelukku ketika aku klimaks? Oh aku tau, istriku sekarang sudah semakin pandai membuat permainan yang sangat nikmat untuk dirasakan" Ucap Gustaf sembari menatap wajah istrinya yang terlihat sedikit mengantuk akibat kelelahan melayani hasratnya.
Gustaf pun tertawa dan segera berbaring disamping Vanly. Bahkan Gustaf dan Vanly masih sama-sama tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya. Mereka berbincang-bincang tentang masa depan yang akan mereka lalui.
"Apakah mas ingin segera memiliki anak?" Tanya Vanly serius.
"Hemm.. Lelaki mana yang tidak ingin mempunyai keturunan ketika sudah menikah? Tentu saja aku menginginkannya Van. Mengingat umurku yang tidak lagi muda, aku berharap Tuhan segera mengirimkan janin didalam rahim mu, namun aku pasrahkan semuanya saja pada Tuhan, jika Tuhan masih belum memberi ya tidak apa-apa" Jawab Gustaf sembari mengusap pucuk kepala Vanly lembut.
__ADS_1
"Jika aku hamil, mas ingin anak laki-laki atau perempuan?" Tanya Gustaf penasaran.
"Apapun yang Tuhan kasih, aku sangat dengan senang hati menerimanya" Jawab Gustaf dengan tersenyum.
Vanly pun memeluk Gustaf setelah mendengar ucapan suaminya itu. Ia berharap segera bisa memberi suaminya keturunan agar kebahagiaan keluarganya semakin lengkap.
"Ini sudah sangat malam, tidurlah.. Aku mencintaimu sayang" Ucap Gustaf sembari mengecup kening istrinya.
"Aku juga mencintaimu mas" Jawab Vanly sembari mengencangkan pelukannya.
Gustaf dan Vanly pun memejamkan matanya setelah melalui malam yang sangat mereka tunggu-tunggu ini. Mereka tidur berpelukan tanpa melepaskannya hingga pagi hari.
---
Segini dulu ya author up nya😁
author mau nugas dulu,
__ADS_1
jangan lupa like dan komen ya guys❤